PESTA DEMOKRASI DI SMPN 4 CIPATAT WUJUD DARI PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIK

Berita : Riska Mutiara

CIPATAT – ( NEWSROOM ), Kepala SMPN 4 CIPATAT, Euis Ratna Suminar  mengemukakan bahwa dirinya sangat bangga dengan pesta demokrasi pemilihan calon ketua OSIS yang sudah diselenggarakan disekolahnya karena menurutnya kegiatan tersebut adalah salah satu bukti implementasi dari  pembelajaran kurikulum 2013 berbasis PPK yang merupakan integrasi praktek beberapa mata pelajaran.

“Saya sangat bangga dengan diselenggarakannya pesta demokrasi ini, karena pada kegiatan ini ada pembelajaran terintegrasi berbasis praktek untuk beberapa mata pelajaran, anak belajar dengan mengalami sendiri, memilih calon ketua Osis dengan prosedur Pemilu di Indonesia hingga hal tersebut menjadi bekal ilmu untuk mereka kelak.” Ujar Euis ketika memberikan hak suaranya di pesta demokrasi pemilihan ketua OSIS (23/11/2018).

OSIS merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan, dan merupakan salah satu sistem yang berfungsi sebagai tempat kehidupan berkelompok, siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu banyak kegiatan di sekolah yang dilakukan peserta didik, oleh peserta didik dan untuk peserta didik

Pada hari kamis tanggal 22 November 2018, SMPN 4 Cipatat melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Ketua OSIS. Kegiatan tersebut dirancang sedemikian rupa oleh seluruh pengurus OSIS dengan bimbingan Pembina OSIS yakni Dian Dwijayanti, guru mata pelajaran PKn yakni Devina Dwi Artini dan Eni Handayani. Jumlah kandidat ketua OSIS ada 4 orang yakni: Asep Sopian dengan nomor urut 1, Selly Agustina dengan nomor urut 2, Deyzar dengan nomor urut 3 dan Novia dengan nomor urut 4.

Pembina OSIS Dian Dwijayanti mengungkapkan bahwa semua calon ketua OSIS sudah menjalani proses dan prosedur dengan baik sebelum mereka akhirnya dipilih. Salah satu prosesnya adalah pemberian kesempatan kepada kandidat untuk menyampaikan visi dan misi di depan para guru dan teman temannya pada saat upacara hari Sumpah Pemuda, kemudian masing masing dari calon Ketua wajib menjawab pertanyaan yang diajukan oleh juri yang merupakan beberapa guru di sana, diantaranya; Dede Subarna, Dede Yahya, dan Rokib Supardi

“Keempat kandidat ini telah berhasil melalui beberapa proses penyeleksian yang baik sebelum mereka akhirnya dipilih, dan para pemilih memilih jagoan mereka dengan cara mencoblos nomor atau gambar yang ada pada kertas suara. Kegiatan pesta demokrasi ini tidak mengganggu proses belajar mengajar karena mereka memilih secara bergiliran dari setiap kelas dengan dibimbing oleh guru yang mengajar pada saat itu.” Ujar Dian.

Penghitungan suara dilakukan langsung setelah pencoblosan, dan hasilnya suara terbanyak diperoleh calon ketua nomor urut 1, Asep Sopian dengan perbedaan angka yang cukup tinggi dengan pemenang kedua Dayzar. Sedangkan Selly Agustina ada di posisi ketiga dan Novia di posisi terakhir dengan jumlah suara jauh tertinggal.

Salah satu dari siswi kelas 9 bernama Ria mengapresiasi sekaligus merasa senang dengan kegiatan pesta demokrasi yang diadakan di sekolahnya, karena baginya kegiatan tersebut baru pertama kali dia alami.

“Pemilihan Ketua OSIS kali ini adalah hal baru untuk saya. Saya merasa senang bisa lebih tahu tata cara pemilihan ketua OSIS yang mirip dengan pemilihan umum presiden yang akan datang.“ Pungkasnya.