Profil Pelajar Pancasila dalam Pembuatan Paving Blok dari Sampah Plastik

Penulis: Endang Wahyu Widiasari, M.Pd

(Guru IPS di SMPN 4 Cikalongwetan)

 Permasalahan sampah  dari hari-kehari menjadi bahan perbincangan oleh sebagian besar orang. Para pakar berbicara masalah sampah dan juga dampak dari penggunaan khususnya sampah plastik, yang berbahaya dan mencemari lingkungan. Banyak juga yang berwacana untuk mengatasi masalah sampah plastik.  tapi yang terpenting bukan hanya wacana saja, mengatasi permasalahan sampah plastik dengan aksi nyata itu lebih baik.

Walau hanya sedikit aksi nyata yang dilakukan itu sangat besar dampaknya, bagaimana seharusnya penggunaan plastik ini dipergunakan secara bijak oleh masyarakat? apa yang harus dilakukan untuk menanggulangi bahaya sampah ini?. Walau bagaimanapun aksi nyata lebih berarti, daripada hanya berwacana untuk menanggulangi masalah sampah plastik ini.

Penumpukan sampah yang tidak terkendali telah menimbulkan persalahan lingkungan yang terjadi di Indonesia bahkan di dunia. karena hal tersebut juga dapat memicu terjadinya global warming atau pemanasan global. “Peningkatan temperatur rata-rata permukaan bumi yang kian meninggi diakibatkan aktivitas manusia yang tidak bertanggungjawab dalam mengelola lingkungannya dan mengancam kehidupannya” (Sudarman, 2011. hlm. 5), selain itu juga rusaknya lingkungan alam, mengikis kesuburan tamah (pencemaran tanah)

Kepedulian akan gerakan semacam diet kantong plastik, pungut dan pisah sampah dari rumah, daur ulang sampah plastik yang dilaksanakan di sekolah,  merupakan salah satu upaya penerapan kecerdasan ekologis siswa supaya lebih peduli terhadap lingkungannya. Kesadaran ekologi sangat diperlukan dalam pendidikan untuk memberikan pemahaman tentang saling ketergantungannya proses alam dan cara hidup manusia.

Seperti diketahui, Boehnert (2013, hlm. 2) yang menjelaskan “Ecological literacy is a philosophical and educational programme that recognises humankind’s essential relationship with the Earth and re-visions educational, social, political and economic priorities for the design of sustainable ways of living”.  Eco-literacy sangat diperlukan dalam program pendidikan yang menggambarkan bahwa antara kehidupan manusia dan bumi memiliki hubungan yang kuat untuk kehidupan yang berkelanjutan.

Salah satu sampah anorganik yang banyak digunakan pada zaman sekarang ini adalah yang berbahan jenis plastik. Dewasa ini plastik merupakan sesuatu yang sudah tidak asing lagi di telinga, bahan plastik disukai karena memiliki sifat praktis, mudah, dan kedap air, hal ini sesuai dengan mobilitas kehidupan orang modern. Tidak terkecuali juga pada kantong plastik belanjaan sekali pakai yang sering kali kita buang begitu saja sehabis dipakai, kantong plastik sekali pakai yang sering digunakan juga tidak semuanya terbuat dari bahan kimia yang baik, dan sehat untuk diri dan lingkungan.

Karena kelebihan bahan plastik itulah maka sekarang ini penggunaan plastik menjadi idola dan dipergunakan dalam kehidupan sehari hari, padahal penggunaan plastik ini apalagi jika tidak ditunjang secara cerdas dalam penggunaanya dapat menjadi masalah besar bagi kelestarian lingkungan.

Contoh terdekat, seperti halnya di SMP Negeri 4 Cikalongwetan, kami sering direpotkan dengan banyaknya sampah plastik yang bertumpuk di lingkungan sekolah, kemasan makanan pabrik yang hampir sebagian besar menggunakan plastik, belum lagi bungkus makanan yang disediakan kantin sekolah ampir 100 persen berbahan plastik. Padahal sudah sering sekali kami ingatkan tentang bawa bekal dari rumah, bawa alat alat makanan, akan tetapi perlu waktu untuk membuat pembiasaan ini bisa berjalan dan menjadi budaya di Sekolah.

Penyuluhan kepada warga sekolah harus diberikan, sebab begitu bahayanya limbah plastik bagi kelestarian lingkungan hidup, sampah plastik akan menimbukan : tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah, racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.

Sekolah berfungsi sebagai penanaman pendidikan karakter, dan wajib melakukan tindakan nyata untuk penanggulangan masalah sampah ini. Berdasarkan permasalan di atas maka kami menbuat rencana program Proyek Profil Pelajar Pancasila dengan tema: Perubahan Iklim Global dan Berekayasa dan Berteknologi Untuk Membangun NKRI.

Adapun proyek yang kami buat adalah: Paving Block dengan bahan dasar limbah plastik, Tujuan pembuatan Project ini adalah untuk menanamkan pembiasaan kepada siswa memilah sampah organik dan anorganik baik di lingkungan rumah ataupun di lingkungan sekolah. Kemudian juga siswa diajak untuk memanfaatkannya menjadi barang yang berguna untuk kehidupan, dan juga untuk mengembangkan jiwa wirausaha dimana hasilnya akan digunakan untuk penataan lingkungan sekolah dan juga akan di jual dengan pemasaran lewat media sosial seperti IG, FB atau WA.

Adapun Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan/diharapkan tertanam adalah:

  1. Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Melalui Projek Profil Pelajar Pancasila siswa diharapkan dapat menanamkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara menumbuhkan sikap rasa peduli dan cinta terhadap lingkungan. Peduli dan cinta terhadap lingkungan merupakan salah satu bentuk aplikasi nyata dalam kehidupan.

  1. Mandiri

Dalam projek ini diharapkan dapat menanamkan karakter mandiri dalam diri siswa melalui lembar kerja yang diberikan, siswa dapat menggali potensi dan pengetahuan secara mandiri sehingga mampu mengembangkannya serta menerapkan dalam sebuah karya yang bisa berguna. Tentunya di bawah bimbingan guru pembimbing.

  1. Gotong Royong

Gotong royong merupakan salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan bersama. Melaui projek ini sikap gotong royong yang dapat dikembangkan seperti harus adanya kerja sama antar anggota serta saling membantu jika terdapat kesulitan atau kendala yang dihadapi, selain itu projek ini tidak akan berhasil tanpa ada kerjasama  maksimal antar anggota kelompok.

  1. Kreatif

Projek yang dihasilkan dapat melatih kemampuan kreatif siswa karena hal-hal yang tadinya dianggap tidak berguna ternyata dapat dimanfaatkan dan menambah nilai, melalui projek ini bisa menjadi solusi dari permasalahan sampah yang dihadapi di lingkungan.

Manfaat yang diharapkan adalah:

  1. Membiasakan semua warga sekolah membuang sampah pada tempatnya
  2. Memumbuhkan budaya kreatif
  3. Membangun kerjasama
  4. Memperoleh pengetahuan cara memilah sampah dan menamfaatkannya
  5. Disiplin tepat waktu
  6. Cinta lingkungan
  7. Gotong royong

Itulah salah satu project profil pelajar pancasila yang sudah kami buat untuk mengatasi masalah sampah dilingkungan sekolah, untuk tayangan video kegiatannya bisa dilihat di link youtube https://www.youtube.com/watch?v=sfmB9FUnryI , walau baru sedikit pergerakan yang dibuat semoga bermanfaat untuk menanamkan karakter positif kepada semua warga sekolah.***

Salam Cerdas Berkarakter!

Penulis adalah Guru Inspiratif Nasional dan sering menjadi narasumber di banyak komunitas praktisi regional maupun nasional.- Pewarta/Editor: Adhyatnika Geusan Ulun-Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.