Program Guru Penggerak Angkatan 4 Bandung Barat Resmi Berakhir

Lembang (Newsroom)- Program Pendidikan Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan 4 Kab. Bandung Barat (KBB) resmi berakhir. Kegiatan selama sembilan bulan yang diselenggarakan Kemendikbudristek tersebut, resmi ditutup dengan pelaksanaan Lokakarya 9 yang dihadiri oleh 126 CGP di SMPN 3 Lembang,  Minggu (27/11/22).

Kepala Dinas Pendidikan KBB, Asep Dendih, dalam sambutannya yang disampaikan Kepala Bidang PAUD Disdik, Wawan Hermawan, menegaskan bahwa tujuan program pendidikan CGP yang diluncurkan pemerintah adalah untuk mencetak pemimpin pembelajaran yang senantiasa berpihak pada murid.  Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan cita-cita pendidikan saat ini, yakni mewujudkan  profil pelajar Pancasila.

“Tujuan program pendidikan CGP yang diluncurkan pemerintah adalah untuk mencetak pemimpin pembelajaran yang senantiasa berpihak pada murid.  Hal tersebut sesuai dengan cita-cita pendidikan saat ini, yakni mewujudkan  profil pelajar Pancasila,” sambutnya.

Sementara itu, Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Barat melalui Dewi Anggraeni, mengungkapkan kegiatan Lokakarya 9 merupakan penutupan proses belajar di Pendidikan Guru Penggerak yang di dalamnya berisikan rencana aksi keberlanjutan program.

Ditambahkan Dewi, sejumlah agenda yang disampaikan di kegiatan tersebut, yakni menyusun dokumen perbaikan RTL dan manajemen resikonya. Kemudian, memilih koordinator angkatan. Dan, membuat  komitmen bersama setelah rangkaian program selesai.

“Lokakarya 9 merupakan penutupan proses belajar di Pendidikan Guru Penggerak yang di dalamnya berisikan rencana aksi keberlanjutan program. Termasuk, memilih koordinator angkatan dan membuat komitmen bersama untuk mendukung terwujudnya pemimpin pembelajaran,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikan Dewi, di Lokakarya terakhir tersebut, para CGP diharapkan dapat saling bercerita tentang RTL yang dibuat beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Kemudian, mereka saling memberikan umpan balik terkait RTL yang dibuat.

Setelah itu, lanjut Dewi, CGP diharapkan dapat menyusun rencana perbaikan RTL beserta manajemen resikonya. Selanjutnya, mereka menyepakati komitmen bersama setelah menjalani rangkaian pembelajaran pada program guru penggerak angkatan 4.

Ditandaskannya, para CGP diharapkan mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif. Kemudian, seorang CGP diharapkan mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan.

“Para CGP diharapkan mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif,” tandasnya. ***

Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun-Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.