Revitalisasi TPK

Bandung Barat-(Newsroom). Tim Pengembang Kurikulum (TPK) diharapkan menjadi wadah untuk mendukung kegiatan Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik KBB, Dadang A. Sapardan, saat memberikan arahan pada Webinar revitalisasi TPK jenjang SD, Selasa (22/2/22).

Dadang A. Sapardan mengungkapkan TPK yang diinisiasinya ini juga menjadi think tank (wadah pemikir) yang berkontribusi dalam melahirkan ide dan gagasan bagi kemajuan pendidikan. Menurutnya, tim yang terdiri dari pengawas, kepala sekolah, guru, dan praktisi pendidikan lainnya tersebut, juga dapat men-support setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan.

“Tim Pengembang Kurikulum diharapkan dapat menjadi semacam think tank yang senantiasa berkontribusi dalam melahirkan ide dan gagasan bagi kemajuan pendidikan. TPK juga dapat men-support setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Pada kegiatan di atas, telah dirancang kelengkapan organisasi, yakni ketua Sekretaris, dan juga tim teknis, serta guru pamong dan guru mata pelajaran. Meskipun masih rancangan tetapi sudah cukup proporsional, karena tim yang dibentuk terdiri dari orang-orang yang memiliki kompetensi sesuai dengan latar belakang dan disiplin ilmunya

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), Lukman Nul Hakim, menjelaskan TPK harus bisa menjadi pengembang tugas dan fungsi guru dalam kegiatan pembelajaran. Menurutnya, TPK ini harus menjadi pioneer dan menjadi narasumber bagi para guru. Hal ini dikarenakan di dalamnya terdiri dari orang-orang yang sangat kompeten di bidangnya.

“TPK harus dapat menjadi pengembang tugas dan fungsi guru dalam kegiatan pembelajaran. TPK juga ini harus menjadi pioneer dan menjadi narasumber bagi para guru. Hal ini dikarenakan di dalamnya terdiri dari guru, kepala sekolah dan pengawas terbaik yang ada di Kab. Bandung Barat,” jelasnya.

Ditandaskannya, keberadaan TPK dalam kiprahnya, bukan sekdar mengembang dokumen akademik kurikulum, namun menjadi tim diberbagai kegiatan. Termasuk  kegiatan lomba, konstruksi tes, workshop, Bimtek, dan kegiatan lainnya.***

Kontributor: Aziz Ismail, M.Pd (Kepala SDN Rancapanggung 3 Cililin)

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun