COOKING CLASS

Oleh: Asep Saepudin, M,Pd
(Guru SDN Sariwangi)

 

Kebiasaan murid yang jajan sembarangan tanpa memikirkan kebersihan jajanan maupun kualitas gizi dari makanan yang ia beli menjadi perhatian kita selama ini. Selain itu berdasarkan pengamatan, bahwa kondisi karakter siswa dalam ranah gotong royong, mandiri, tanggung jawab, dan kreatifnya saat ini sudah mulai berkurang. Maka perlu adanya sebuah program untuk mengatasi hal tersebut. Salah satunya yaitu perlu adanya kegiatan atau program yang bersifat ko-kurikuler sebagai penguatan terhadap pembelajaran yang sudah mereka dapatkan. Program yang tercipta atas dasar masalah tersebut yaitu Cooking Class.

Tujuan utama program Cooking Class ini untuk mengembangkan sikap gotong royong, mandiri, tanggung jawab, dan kreatif murid. Dalam prosesnya, murid dilibatkan untuk berpendapat dalam menentukan bahan dasar masakan, cara pengolahan, dan penyajiannya. Pelaksanaan program ini dilakukan dengan cara berkelompok guna menumbuhkan sikap kepemimpinan yang dapat mengimbas pada karater lain yang diharapkan. Setiap kelompok dapat mengatur dan merencanakan sendiri langkah-langkah yang hendak mereka lakukan merupakan kompetensi utama dalam program Cooking Class.

Kegiatan ini dilakukan dalam kelas masing-masing, namun bisa juga dilakukan dalam skala satu sekolah dengan pemanfaatan lapangan sekolah. setiap kelas dapat melaksanakan program ini, hanya saja disesuaikan dengan tingkat keterampilan setiap jenjang kelasnya. Program ini dilaksanakan setiap 2 bulan sekali atas dasar hasil diskusi dengan orang tua murid karena melibatkan finansial dalam proses pelaksanaannya.

Capaian yang diharapkan yakni terbentuknya karakter gotong royong, mandiri, tanggung jawab, dan kreatif pada dirisetiap murid. Hal ini yang menjadi fokus utama dalam program Cooking Class..

Untuk mencapainya maka butuh kolaborasi antara guru, kepala sekolah dan orang tua murid untuk membantu dan membimbing dalam proses kegiatannya. Kepala sekolah akan berperan sebagai pengawas dan penanggung jawab kegiatan. Guru akan memiliki peran sebagai pengawas berlangsungnya kegiatan, mulai dari perencanaan, proses, hasil, dan evaluasi.

Sedangkan orang tua murid akan memilik peran sebagai support sistem di rumah yang akan mengingatkan anaknya dalam tahapan persiapan. Tidak lupa juga dalam tahapan persiapannya murid dilibatkan sebagai student agency yang akan diperhitungkan pendapatnya. Mulai dari memilih menu, bahan-bahan yang diperukan, cara pembuatan, dan cara penyajian. Semua hal tersebut seluruhnya bersumber dari murid sebagai salah satu cara meningkatkan sikap kreatif pada diri mereka.

Tantangan dalam program Cooking Class ini yaitu kita dapat memberikan pemahaman kepada orang tua murid bahwa program ini sangat penting dalam menunjang karakter yang diharapkan. Kemudian dalam prakteknya membutuhkan pemantauan yang intensif pada setiap kelompok ketika melaksanakan kegiatan Cooking Class., apalagi melibatkan benda tajam dan api sebagai sarana memasaknya

Penilaian dan evaluasi dalam program Cooking Class.ini adalah dengan menggunakan metode observasi langsung dan refleksi murid yang akan dipakai ketika mengevalasi program ini. Namun sebelum itu Setiap komponen yang terlibat harus memiliki visi yang sama sehingga dapat bersinergi dengan baik. Kemudian peningkatan sikap tanggung jawab, mandiri, tanggung jawab, dan kreatif menjadi unsur utama yang hendak kita evaluasi.  Selain itu aspek yang tak kalah pentingnya adalah ranah wirausaha dalam hal berniaga menjadi pengimbasan dalam implikasi kehidupan murid nantinya. **

 

Profil Penulis
Asep Saefudin, M.Pd (Kasepakuda73@gmail.com). Lahir di Sumedang, 10 September 1990. Riwayat Pendidikan: SDN Cijeler 1, SMPN 1 Situraja, SMAN 1 Situraja, S1 PGSD UPI, S2 Pendidikan Dasar UPI.  Pengalaman bekerja di SDIT Al Irsayad, SDN Mutiara Bunda, SDN Cibuluh, dan Sekarang mengajar di SDN Sariwangi.