Disdik KBB Dukung Program Guru Penggerak

Ngamprah-(Newsroom). Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat mendukung penuh program Calon Guru Penggerak (CGP) yang diluncurkan oleh Kemdikbudristek. Hal ini disampaikan Kepala Disdik KBB, Asep Dendih, saat menerima perwakilan CGP Angkatan 4 jenjang SMP di Ruang Kerjanya, Gd. A Disdik Komplek Pemda Kab. Bandung Barat, Senin (24/1/22).

Lebih jauh diungkapkan program Guru Penggerak merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru di bidang pedagogik, profesional, sosial, dan keperibadian. Selain itu, sebagai salah seorang yang dipersiapkan menjadi manajer satuan pendidikan, program ini membekali pendidikan kepemimpinan kepada para guru, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah yang akan dipimpinnya.

“Guru Penggerak adalah bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru. Selain itu, sebagai salah seorang yang dipersiapkan menjadi manajer satuan pendidikan, program ini membekali sisi manajerial kepada para guru, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah yang akan dipimpinnya nanti,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan Pendampingan selama enam bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.

Selanjutnya, Calon Guru Penggerak diharapkan mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi kritis atas hubungan nilai-nilai tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional pada saat ini. Selain itu, Calon Guru Penggerak mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif. Kemudian, Calon Guru Penggerak mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Ma’mun Hidayat, menyampaikan pihaknya berharap para CGP dari Kab. Bandung Barat dapat menjadi figur teladan bagi guru lainnya. Sehingga dalam mengikuti program tersebut, hal terpenting adalah para CGP dapat menginternalisasikan hasil program di sekolah tempat bertugas.

Lebih jauh disampaikan, saat ini sebanyak 126 guru program CGP Angkatan IV dari Kab. Bandung Barat, termasuk di antaranya dari unsur Calon Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP. Menurutnya, dengan program ini harus dimanfaatkan oleh para peserta sebagai wadah peningkatan kompetensi diri sehingga akan lahir guru yang inovatif, kreatif yang dapat memajukan pendidikan di Bandung Barat. Oleh karena itu, diharapkannya para CGP untuk selalu mengikuti semua kegiatan program tersebut yang pada nantinya dapat diterapkan di Kab. Bandung Barat.

“Saya berharap para calon guru penggerak ini akan menjadi guru-guru yang inovatif, kreatif sehingga menjadi penggerak di Bandung Barat untuk lebih memajukan kualitas pendidikan. Selain itu,  saya pun berharap agar para calon guru penggerak untuk mengikuti seluruh kegiatan yang dirancang Kemdikbudristek tersebut yang nantinya akan bermanfaat untuk diimplementasikan di lingkungan pendidikan Kab. Bandung Barat,” imbuhnya.

Senada dengan Kepala Bidang Pembinaan SMP, Rustiyana, yang menambahkan program Guru Penggerak sangat bermanfaat dalam mendorong terwujudnya pemimpin pembelajaran dan manajemen pengelolaan satuan pendidikan. Hal ini menjadi dua dimensi yang melekat dalam diri guru, terutama kaitannya dengan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.

Ditambahkannya, hal di atas diharapkan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas, dan dapat diimbaskan kepada warga sekolah lainnya, agar kelak dapat menghasilkan peserta didik yang unggul, berkarakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila, dan mampu bersaing dengan bangsa lain.

Rustiyana menandaskan, khusus untuk para calon guru penggerak dari unsur calon kepala sekolah Kab. Bandung Barat, dengan waktu penempaan yang lamanya sembilan bulan ini, para calon guru penggerak dengan kapasitas sebagai CKS diharapkan memiliki pengetahuan yang sangat cukup pada saat mereka ditempatkan pada satuan pendidikan. Oleh karena itu, pihaknya berharap segala ketentuan yang telah diprogramkan Kemdikbudristek hendaknya diikuti dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Hal ini sesuai dengan fakta integritas yang telah dibuat para CGP saat mengikuti program tersebut.

“Khusus untuk para calon guru penggerak dari unsur calon kepala sekolah Kab. Bandung Barat, dengan waktu penempaan yang lamanya sembilan bulan ini, para calon guru penggerak dengan kapasitas sebagai CKS diharapkan memiliki pengetahuan yang sangat cukup pada saat mereka ditempatkan pada satuan pendidikan. Oleh karena itu, kami berharap segala ketentuan yang telah diprogramkan Kemdikbudristek hendaknya diikuti dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Hal ini sesuai dengan fakta integritas yang telah dibuat para CGP saat mengikuti program tersebut, yang pada akhirnya untuk kebermanfaatan program dan peningkatan kualitas para peserta itu sendiri,” tandasnya.

Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun – Sumber: Nenden Amalia, M.Pd (CGP/CKS SMPN 3 Ngamprah)-Editor: Newsroom