Disdik KBB: Guru Harus Selalu Meng-Update Kompetensi Diri

Lembang-(Newsroom). Guru Kab. Bandung Barat harus senantiasa meng-update kemampuan dan keterampilan diri, sehingga selalu siap menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, tuntutan zaman, dan mampu bersaing di tataran global. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat melalui Kepala Bidang Pembinaan SD,  Dadang A. Sapardan, saat memberikan sambutan virtual pada pembukaan Lokakarya 3 program Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan IV di Lembang, Sabtu (12/3/22).

Lebih jauh disampaikan Kabid SD, untuk menyikapi persaingan global, guru harus memanfaatkan ilmu dan pengalamannya saat mengikuti program CGP. Menurutnya, peran guru penggerak sangat diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Selain itu, peran sebagai pemimpin pembelajaran, dapat menampilkan proses pembelajran yang berpihak pada murid, mampu menggerakkan komunitas praktisi, mendorong kolaborasi rekan sejawat, dan menjadi pribadi yang mandiri, inovatif, reflektif, dan menjadi agen perubahan untuk pendidikan yang lebih baik di Kab. Bandung Barat.

“Peran guru sebagai pemimpin pembelajaran harus senantiasa berpihak pada murid, kolaboratif, inovatif, kreatif, dan mampu mendorong kolaborasi rekan guru lainnya. Maka, para guru harus selalu meng-update kompetensi diri sesuai dengan tuntutan zaman, dan kebutuhan anak. Hal ini harus dilakukan agar perannya dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional, khususnya Kab. Bandung Barat,” unjarnya.

Ditambahkan Dadang A. Sapardan, pihaknya mengapresiasi P4TK TKPLB Kemdikbudristek yang telah menyelenggarakan program CGP untuk Kab. Bandung Barat. Menurutnya, sebanyak 126 CGP dari KBB telah menunjukkan perubahan signifikan dalam setiap proses pembelajaran. Ke depan, hal ini akan berdampak kepada para guru lainnya untuk bersama-sama menyukseskan program Merdeka Belajar yang dicanangkan pemerintah.

Sementara itu, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) TK dan PLB, dalam pengantarnya yang disampaikan Koordinator POKJA Guru Penggerak, menyampaikan kegiatan Lokakarya  merupakan rangkaian kegiatan yang harus diikuti oleh CGP untuk merefleksi program yang sudah dilaksanakan berupa praktik baik, dan mendesain kegiatan untuk perbaikan proses pembelajaran yang berpihak pada murid.

Kegiatan Lokakarya

Di sisi lain, Dini Siti Anggraeni, Pengajar Praktik program CGP, mengungkapkan untuk Lokakarya 3 menghadirkan para kepala sekolah dan pengawas yang keikutsertaannya diharapkan dapat memperkuat peran dan nilai guru penggerak. Hal tersebut terkait dengan materi kegiatan yang menitikberatkan pada merancang visi dan misi sekolah, serta aksi CGP dan kepala sekolah dalam mendesai pembelajaran yang berpihak pada muird. Oleh karena itu, para pimpinan satuan pendidikan bersama pengawas diharapkan berbagi ilmu dan pengalaman dalam pengelolaan sekolah yang berpihak pada murid. Termasuk dalam mendesain visi, misi, program dan tujuan sekolah berdasarkan alur pembelajaran yang menjadi salah satu model dalam struktur program CGP, yakni Inkuiri Apresiatif-sebuah manajemen perubahan kolaboratif berbasis kekuatan.

“Kegiatan Lokakarya 3 kali ini melibatkan para kepala sekolah dan pengawas yang diharapkan dapat memperkuat peran dan nilai guru penggerak. Selain itu, para top manajemen sekolah ini akan brain storming mengenai pengelolaan sekolah yang berpihak pada murid. Termasuk dalam mendesain visi, misi, program dan tujuan sekolah berdasarkan alur pembelajaran yang menjadi salah satu model dalam struktur program CGP, yakni Inkuiri Apresiatif, yakni sebuah manajemen perubahan kolaboratif berbasis kekuatan,” imbuhnya.

Senada dengan Harun, Pengajar Praktik CGP, menyampaikan dengan model manajemen perubahan kolaboratif berbasis kekuatan akan menciptakan ekosistem sekolah yang ideal dan sesuai dengan harapan warga sekolah, dan senantiasa berpihak pada murid.

“Penerapan model manajemen perubahan berbasi kekuatan yang dalam program CGP dikenal dengan BAGJA-buat pertanyaan, ambil pelajaran, gali mimpi-jabarkan rencana dan atur eksekusi akan membantu sekolah untuk merancang visi dan misi sekolah,” sampainya.

Di sisi lain, Suparman,  Pengawas Pembina Disdik KBB, mempresentasikan sejumlah tantangan, dan peluang dalam menginternailsasi program guru penggerak, salah satunya adalah mendiseminasikan program tersebut kepada para guru lainnya. Hal ini sangat penting agar seluruh ilmu yang diperoleh CGP dapat mendorong perubahan, dan menjadi praktik baik yang akan bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan.

“Tantangan terberat para CGP adalah menginternalisasikan program yang telah diikutinya. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang terus menerus kepada warga sekolah, salah satunya adalah dengan mendiseminasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program CGP,” paparnya.

Di lain pihak, Agus Solihin, Kepala SMPN 1 Cipongkor, menjelaskan untuk mewujudkan sekolah dan proses pembelajaran yang berpihak pada murid, diperlukan visi dan misi, program serta tujuan sekolah yang terukur dan jelas arahnya. Menurutnya, sekolah yang dipimpinnya telah membentuk tim pengembang sekolah untuk menyusun visi dan misi berdasarkan penerapan metode SMART-specific (jelas) , measureble (terukur), achievable (tercapai), relevant (konsisten dan sesuai dengan kebutuhan), dan time-bound goals (tagert waktu yang jelas). Selain itu, pihaknya melibatkan warga sekolah dan komite sekolah, serta pemangku kebijakan lainnya, termasuk para alumni dalam menyusun visi dan misi sekolah. Sehingga produk yang dihasilkannya mengakomodasi keinginan dan kebutuhan semua pihak.

“Untuk mewujudkan visi dan misi, program serta tujuan sekolah, kami merancangnya dengan mengikutsertakan warga sekolah, komite, termasuk para alumni mengenai harapan dan cita-cita mereka terkait sekolah yang ideal dan mampu menghasilkan lulusan yang dapat dibanggakan semua pihak. Oleh karena itu, dengan penerapan metode SMART, kami berhasil menyusun visi dan misi tersebut, yakni terwujudnya peserta didik yang berkahlak mulia, kritis, kreatif, dan berwawasan lingkungan, yang semuanya dipetakan dalam misi, program dan tujuan sekolah yang berpihak pada murid,” tandasnya. ***

Penulis/Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun – Editor: Tim Newsroom

Sumber Foto: Istimewa CGP Angkatan IV KBB