“EMB“ – Enterpreneur Muda Bersahaja

Oleh: Vina Lusiana, M.Si
(SMA Nurul Fikri Boarding School Lembang)

 

Program Enterpreuneur Muda Bersahaja (EMB) ini akan dijalankan di sekolah dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berwirausahaan murid. Melalui survei dan wawancara dengan murid, orang tua, dan pemetaan aset, penulis telah mengidentifikasi bahwa terdapat kebutuhan yang signifikan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Banyak murid yang memiliki minat dalam berwirausaha tetapi kurangnya akses terhadap pelatihan dan sumber daya yang diperlukan untuk mengembangkan ide-ide mereka. Selain itu, data pencapaian murid menunjukkan bahwa kurangnya kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan berbasis kewirausahaan telah menjadi hambatan bagi pengembangan potensi mereka. Oleh karena itu, program ini akan memberikan wadah yang dibutuhkan bagi para murid untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan mereka dan mewujudkan potensi bisnis mereka secara lebih mandiri.

Melalui program ini, penulis mengambil pendekatan yang inovatif dengan menggunakan keuntungan dari usaha yang akan dijalankan murid untuk memberikan dampak yang lebih luas yaitu beasiswa pendidikan kepada siswa-siswa yang membutuhkan.

Program “Entrepreneur Muda Bersahaja” adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menciptakan dampak positif bagi pendidikan khususnya siswa yang kurang kurang mampu melalui pemberian beasiswa pendidikan yang didanai dari hasil keuntungan usaha. Program ini merupakan wujud dari komitmen kami (penulis dan Murid) untuk mendukung kemajuan pendidikan serta pengembangan potensi entrepreneur muda di Sekolah.

Dalam program ini, penulis akan mempromosikan dan mendorong ‘suara’ murid dengan memberikan keluasan bagi mereka untuk mengemukakan ide-ide kreatif mereka. Penulis akan menekankan pada ‘pilihan’ dengan memberikan beragam peluang dan pendekatan untuk belajar dan berinovasi dalam berbagai bidang bisnis. Penulis juga akan mendorong ‘kepemilikan’ dengan memberikan tanggung jawab kepada murid dalam mengelola dan mengembangkan proyek bisnis mereka sendiri dan mengatur pengelolan keuntungan usaha terhadap pendidkan siswa kurang mampu di lingkungan sekitar Sekolah.

Agar capaian program terlaksanan sesuai harapan maka beberapa langkah capaian yang dapat diambil untuk mencapai tujuan program “Entrepreneur Muda Bersahaja”:

  1. Pembinaan Kreativitas: Mengembangkan program pembinaan kreativitas untuk siswa, yang mendorong mereka untuk mengemukakan ide-ide kreatif mereka dalam berbagai bidang bisnis. Ini bisa dilakukan melalui workshop, seminar, atau program mentoring. Pembinaan ini dilakukan 8 kali dalam setahun yaitu 4 kali di semester genap dan 4 kali disemeter ganjil
  2. Pemberian Tanggung Jawab: Memberikan tanggung jawab kepada siswa untuk mengelola dan mengembangkan proyek bisnis mereka sendiri. Ini dapat dilakukan melalui pembentukan kelompok kerja atau tim, di mana setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab spesifik dalam mengelola proyek bisnis. Dalam hal tanggung jawab siswa difasilitasi pertemuan dengan pembina setiap sebulan sekali Baik semester genap maupun ganjil, agar apa yang mereka buat mulai dari rencana, pelaksanaan dan evaluasi berjalan sesuai harapan
  3. Pendanaan Beasiswa Pendidikan: Menciptakan sumber pendanaan untuk beasiswa pendidikan bagi siswa kurang mampu melalui hasil keuntungan usaha. Ini dapat mencakup strategi seperti alokasi sebagian dari keuntungan, penggalangan dana, atau kemitraan dengan pihak-pihak yang tertarik dalam pendidikan. Untuk Linimasa pendanaan beasiswa diberlakuan setiap akhir tahun ajaran

Setiap program akan dikatakan sukses terlaksana ketika telah mampu melewati dan menghadapi beberapa hambatan juga tantangan. Berikut hambatan dan tantangan yang dilalui oleh dalam program ini.

  1. Kesadaran dan Penerimaan: Tantangan awal adalah memastikan bahwa siswa, orang tua, dan staf sekolah sepenuhnya memahami tujuan dan manfaat dari program ini. Mungkin ada resistensi atau kurangnya pemahaman tentang bagaimana program ini dapat membantu siswa yang kurang mampu.
  2. Sumber Daya Keuangan: Salah satu hambatan utama adalah memastikan keberlanjutan program melalui pendanaan yang cukup. Mengumpulkan keuntungan dari usaha bisnis yang dijalankan oleh siswa untuk mendanai beasiswa memerlukan manajemen keuangan yang hati-hati dan strategi bisnis yang efektif.
  3. Pendidikan dan Pelatihan: Siswa mungkin membutuhkan bimbingan dan pelatihan tambahan dalam hal keterampilan bisnis dan manajerial. Memastikan bahwa mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mengelola proyek bisnis mereka dengan sukses adalah kunci.
  4. Penilaian dan Evaluasi: Mengukur dampak program secara efektif dan memastikan bahwa siswa mendapatkan manfaat maksimal dari pengalaman mereka dalam program ini adalah tantangan lain. Penilaian yang tepat dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa program terus ditingkatkan dan relevan dengan kebutuhan siswa.
  5. Komitmen dan Motivasi: Memastikan bahwa siswa tetap termotivasi dan berkomitmen terhadap program ini merupakan tantangan tersendiri. Mendukung mereka melalui rintangan dan kegagalan, serta memberikan dorongan positif dan pengakuan atas prestasi mereka, penting untuk menjaga semangat dan dedikasi mereka tetap tinggi.

Akhirnya, walaupun hambatan dan rintangan yang dihadapi GCP dan tim tetap ada namun untuk membuat program EMB berjalan adalah kerjasama siswa dan orang tua. Kapasitas siswa dalam program ini sangat tinggi tingkat kepemimpinan siswanya, terlihat Semua VCO teraplikasi dalam setiap alur program yang ada sehingga kesuksesan program sangat diyakini akan terlaksana sesuai yang diharapkan. **

 

Profil Penulis
Vina Lusiana, Lahir di hari Minggu, 30 Januari 1988. Menuntaskan pendidikan S1 di Pendidikan Matematika Universitas Al Muslim dan Melanjutkan pendidikan Di Matematika FMIPA ITB.