“NYAKOLA, NYENI, NYUNDA”

Oleh: Denny Hartanto
(SMAN 1 Sindangkerta)

 

Nyakola Nyeni Nyunda ini adalah program dengan pendekatan asset/kekuatan (asset based thingking) dengan memanfaatkan aset-aset yang ada di sekitar sekolah, kegiatan ini dilatar belakangi oleh kurangnya pemamfaatan alat-alat kesenian yang ada di sekolah. Sekolah mempunyai asset lingkungan sosial berupa sanggar/padepokan seni yang bisa memberikan dukungan terhadap program tersebut

Tujuan Nyakola Nyeni Nyunda adalah sebagai wahana untuk mengembangkan bakat dan kreativitas anak didik, menghasilkan produk kegiatan siswa, mengembangkan tiga ranah berpikir, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sebagai Calon Guru Penggerak (CGP) salah satunya adalah dapat merintis pendidikan yang berpusat pada murid. Murid tidak hanya memperoleh pembelajaran secara pasif. Namun, murid juga diarahkan pada berpikir kritis dan inovatif. Sehingga murid merdeka dalam menyampaikan pendapat,  ide, gagasannya tanpa ada tekanan.  Penulis sebagai CGP harus mampu menjalakan semua itu dengan menggerakan murid agar murid mampu mencari sendiri masalah dan menyelesaikan masalahnya tanpa harus tergantung pada guru.

Calon Guru Penggerak juga dalam pembelajarannya harus mampu menyesuaikan filosofi Ki Hajar Dewantara, yaitu refleksi kritis seorang pemimpin dalam pembelajaran dengan cara mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kompetensi dalam segala aspek pendidikan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Dengan begitu, saya membuat program Nyakola Nyeni Nyunda agar murid mengenali potensi bakan yang di milikinya.

Dalam hal ini, kegiatan pembelajaran Ekstrakurikuler Nyakola Nyeni Nyunda lebih menekankan pada aktivitas “belajar sambil melakukan” (learning by doing), sebagai upaya menstimulasi keberanian peserta didik  Sekolah untuk mengekspresikan ide atau gagasan seni mereka dalam bidang seni musik, seni tari, seni rupa, ataupun seni teater.

Kegiatan Ekstrakurikuler Nyakola Nyeni Nyunda ini juga dipandang penting sebagai suatu kegiatan yang dapat menumbuh kembangkan kreativitas peserta didik. Kreativitas ini merupakan elemen penting dalam Pendidikan Kebudayaan dan hanya dapat diperoleh dengan melakukan beragam pengalaman praktik secara terus-menerus. Alhamdulillah ekskul Nyakola Nyeni Nyunda ini merupakan sebagai modal yang baik untuk terus mencetak bibit siswa berprestasi lagi kedepannya.

Hal menarik yang bisa didapatkan dalam mengikuti ekskul Nyakola Nyeni Nyunda ini  antara lain:

  1. Kesempatan untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan bakat dalam bidang seni yang diminati.
  2. Peluang untuk berkolaborasi dengan teman sebaya dan belajar dari mereka.
  3. Pengalaman dalam tampil di depan publik, seperti pentas seni atau pertunjukan.
  4. Kesempatan untuk mengikuti kompetisi atau festival seni yang dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Adapun manfaat mengikuti ekskul Nyakola Nyeni Nyunda yang sudah dirasakan oleh murid antara lain:

  1. Mengembangkan keterampilan kreativitas dan berpikir out-of-the-box.
  2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan orang lain.
  3. Mengembangkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan kerjasama tim.
  4. Meningkatkan kepercayaan diri dan rasa percaya diri dalam tampil di depan publik.
  5. Menyalurkan minat dan bakat dalam bidang seni.

Dengan mengikuti ekskul Nyakola Nyeni Nyunda ini, siswa dapat mengembangkan potensi diri, mengeksplorasi minat dan bakat, serta mendapatkan pengalaman berharga dalam bidang seni.

Dengan adanya ektra Nyakola Nyeni Nyunda ini  harapannya siswa juga memperoleh manfaat kesehatan fisik dan psikis, merangsang sel-sel memori otot, meningkatkan fungsi otak, meningkatkan kekuatan mental serta baik untuk kebugaran tubuh.

Selain itu, kebudayaan lokal atau daerah merupakan kesenian yang harus di kembangkan dan di pertahankan agar tidak punah oleh tarian-tarian modern yang bermunculan. Selama ini tidak semua siswa bisa menghargai kesenian tradisi, sering tampil di event pemerintahan baik di kabupaten, dan sering mendapatkan juara pada lomba tari di tingkat kabupaten. Lebih mengembangkan lagi, prestasi internasional, Apalagi ekskul tari telah berhasil memikat hati para pecinta seni dengan tarian tradisional yang dikemas secara modern. **

 

Profil Penulis
Denny Hartanto.S.Pd. dilahirkan pada tanggal 30 Maret 1975  di Bandung, bertempat tinggal di Kampung Ci ngoyar Rt 1/Rw 04 Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Pendidikan Terakhir adalah sarjana PPKN di Universitas Pasundan Kota Cimahi  dengan mulai mengajar pada tahun 2005 di sekolah swasta SMP Tutwuri Handayani, Mengelola Sanggar kebudayaan Campernik di Jln Encep Kertawiria Kota Cimahi, dan menjadi PNS di satuan Pendidikan SMAN 1 Sindangkerta pada tahun 2009 sampai saat ini.