“KABUCA” – Kegiatan Rabu Membaca

Oleh:  Iyep Sapudin, S,Pd
(SDN Kanangasari)

Program KABUCA (Kegiatan Rabu Membaca) merupakan program kokurikuler yang berorientasi pada peningkatan kemampuan literasi murid SDN Kanangasari. Berdasarkan data Rapor Pendidikan diperoleh data nilai kemampuan literasi yang rendah pada diri murid. Kurangnya minat baca dan daya baca sehingga dibutuhkan suatu inovasi sajian kegiatan yang mampu mendorong semangat murid untuk berliterasi.

Kemampuan membaca, memahami, mengungkapkan pemahaman melalui keterampilan menulis dapat menjadi salah satu penunjang kesiapan murid dalam menghadapi kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Menumbuhkan dan mengembangkan kepemimpinan murid (student agency) melalui program yang berpihak pada murid dan berdampak positif, serta dapat mendukung penanaman karakter Profil Pelajar Pancasila.

SDN Kanangasari memiliki modal fisik, salah satunya adalah perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Selain itu, SDN Kanangasari memiliki modal sosial, yakni adanya kerja sama dengan pemerintah desa setempat dalam pemanfaatan perpustakaan desa.

KABUCA bertujuan untuk menumbuhkan kepemimpinan murid (student agency) melalui promosi suara, pilihan, dan kepemilikan murid dalam kegiatan literasi; Meningkatkan minat baca seluruh warga sekolah; Meningkatkan kemampuan dan kegemaran membaca murid; Meningkatkan kecakapan dalam membaca pemahaman; Meningkatkan kecapakan dalam menulis; Mendukung murid menghadapi tantangan global; Menciptakan lingkungan belajar yang mempromosikan literasi; Menumbuhkan karakter Profil Pelajar Pancasila pada murid.

Program KABUCA ditargetkan untuk seluruh murid kelas kelas I-VI dengan target utama, yaitu kelas IV dan V. Program KABUCA dilaksanakan setiap hari Rabu di halaman sekolah sebelum pembelajaran di kelas dimulai. Adanya kolaborasi seluruh warga sekolah untuk terlibat penuh dalam pelaksanaan KABUCA sehingga dibentuk panitia program. Adanya jurnal literasi untuk memantau pelaksanaan program KABUCA.

Evaluasi program KABUCA dilakukan kepada seluruh warga sekolah, dengan ketentuan sebagai berikut: Evaluasi kepada kepala sekolah dan guru dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data, berupa wawancara dan refleksi guru (terutama wali kelas). Evaluasi kepada murid, dilakukan melalui metode pengumpulan data kuesioner dan refleksi murid. Adanya jurnal literasi di setiap kelas untuk memantau kegiatan KABUCA secara berkala. Hasil evaluasi akan didiskusikan bersama kepala sekolah dan guru sebagai dasar tindak lanjut program.

Program KABUCA tentu saja memiliki tantangan dalam pelaksanaannya, diantaranya, Pengkondisian pelaksanaan program KABUCA, rasa jenuh atau bosan dari murid dalam membaca, Konsistensi guru sebagai teladan untuk berliterasi (membaca buku, dan juga konsitensi orang tua murid dalam membimbing kegiatan literasi (membaca) di rumah. **

 

Profil penulis
Iyep Sapudin, lahir di Cikalongwetan pada 26 Januari 1989, Kabupaten Bandung Barat, telah mengajar di SDN Kanangasari sejak 2007. Dikenal sebagai pendidik yang berdedikasi, Iyep membawa inspirasi dalam pembelajaran. Karirnya yang panjang mencerminkan komitmen pada pendidikan. Sebagai warga Cikalongwetan yang bangga, Iyep memperkaya masyarakat dengan pengetahuannya. Kepribadiannya yang ramah dan penyayang membuatnya dicintai oleh murid-murid dan kolega. Iyep membawa semangat baru dalam pembelajaran, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan intelektual. Dengan dedikasi yang tak terbantahkan, Iyep Sapudin terus menjadi pilar pendidikan di komunitasnya.