Program Pembiasaan “Reaksi” – Rabu Ekspresi dan Aksi

Oleh :Anton Nugraha, S.Pd
(Guru SDN Pasirmuncang)

 

Berawal dari kurangnya prestasi siswa di SDN Pasirmuncang dan rendahnya kepercayaandiri dalam menampilkan keterampilan yang mereka miliki, saya melakukan assesment awal kepada siswa kelas 3 sesuai dengan tupoksi saya di SDN Pasirmuncang menjadi wali kelas 3. Hasil asesmen awal ternyata mereka mempunyai potensi keterampilan yang baik untuk ditampilkan di depan khalayak, mulai dari bernyanyi, menari, hadroh, serta salawatan. Namun karena kurang nya motivasi, serta dorongan kepada siswa baik dari guru, serta orangtua di rumah, sehingga membuat siswa tidak bisa percayadiri dengan kemapuan yang di miliki.

Dengan mempunyai bekal ilmu dari PGP (Pendidikan Guru Penggerak), saya mulai tergerak, bergerak dan menggerakan. Saya melakukan diskusi dengan kepala sekolah, kolaborasi dengan rekan sejawat di sekolah, serta diskusi dengan orangtua siswa, saya membuat program REAKSI (Rabu Ekspresi dan Aksi). Program ini merupakan kegiatan kokulikuler yaitu penguatan dari pembelajaran baik di kurikulum 13, maupun kurikulum merdeka. Awalnya program kelas, menjadi program sekolah, program ini di laksanakan satu kali dalam setiap minggunya yaitu setiap hari Rabu sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di kelas.

Kegiatan reaksi ini di lakukan bukan hanya di kelas masing-masing, namun dapat dilaksanakan di lapangan sekolah, dan area dekat lingkungan sekolah, dengan melibatkan 7 modal aset yang di milki oleh SDN Pasirmuncang diantaranya modal manusia (kepala sekolah, rekan sejawat,pengawas sekolah, dan murid), modal financial (dana bos, kas kelas), modal sosial ( kolaborasi dengan orangtua dan komite sekolah serta aparat desa), modal sarana dan prasrana (mic, speaker, mediasosial youtube), modal fisik, (bangunan sekolah, lapangan sekolah ), modal politik (orangtua siswa, ketua RT/ RW), modal agama dan budaya ( budaya ciri kas daerah parongpong).

Sebelum memulai kegiatan Reaksi baik di kelas masing-masing maupun di lapangan sekolah, saya berdiskusi dengan semua guru untuk mendata setiap penampilan yang akan di tampilkan di setiap kelasnya mulai dari kelas 1 – 6. Penampilan yang di tampilakan pada setiap minggunya, itu diacak dari setiap kelas dengan mendengarkan voice, coice, dan ownership.

Kegiatan Reaksi ini memberikan pembelajaran yang berdampak positif pada siswa, mereka antusias untuk mengitkuti kegiatan yang di selenggarakan oleh sekolah, setiap minggunya semua siswa menyiapkan tentang tema yang akan di tampilkan, supaya kegiatan yang di lakukan tidak jenuh, dan membuat bosan siswa. Hasil yang ingin di capai pada kegiatan reaksi ini adalah agar siswa mampu tampil secara berani, percaya diri untuk menapilkan keterampilan yang dimilki sesuai dengan kemampuan di depan khalayak.

Banyak tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan program reaksi, mulai dari sarana dan prasrana yang belum dapat terpenuhi, serta financial. Namun Alhamdulilah dengan menjalin kolaborasi dengan semua warga sekolah, permasalahan–permasalahan yang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik, sehingga kegiatan reaksi dapat terus berjalan.

Selaian penampilan siswa, masing-masing guru melakukan evaluasi, serta rencana tindak lanjut dari kegiatan reaksi, supaya apa-apa yang kurang dan perlu di tingkatakn dapat dengan mudah untuk di carikan solusinya. Kegiatan reaksi yang di lakukan memberikan dampak positif yang sangat besar bagi siswa. Selain prestasi siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas, banyak prestasi yang diraih oleh siswa, mulai dari juara 1 lomba pildacil tingat kecamatan, juara 3 lomba menyanyi solo Tk kecamatan, juara 3 lomba cerdas cermat Tk kecamatan. Prestasi yang diraih siswa bukan hanya membanggakan bagi sekolah, namun juga membanggakan bagi diri siswa itu sendiri juga membanggakan bagi kedua orangtua siswa di rumah.

Dari kegiatan reaksi ini saya dapat mengambil hikmah, bahwa segala sesuatu yang kita lakukan jangan dulu melihat hasil, namun kita harus fokus pada proses perjuangan yang dilakukan, serta keyakinan dan keinginan yang kuat untuk mendapatkan hasil yang di inginkan. Do your best always do the writing, so other people that we care to them (lakukan selalu terbaik dari yang baik, kita sebagai manusia harus peduli kepada semua orang, untuk terus memberikan kebermanfaatan untuk orang lain). *

 

Profil Penulis
Anton Nugraha, S.Pd, lahir di Cianjur  pada  tanggal 18 Januari 1986, merupakan anak ke 2  dari 3 bersaudara, mengampu pendidikan mulai dari SDN Pagelaran 1, SMPN Pagelaran 1,  Perpustakaan, dan S1 IKIP Siliwangi Cimahi, Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Kegiatan sehari-hari bekerja di SDNPasirmuncang sebagai ASN Guru PPPK Angkatan 1 tahun 2022  sampai sekrang, menjadi Guru Kelas 3.