KARTINI SELAMA PJJ

 

Eka Dianti Usman, M.Pd

(Guru Matematika SMP Negeri 1 Padalarang)

Sudah lebih dari satu tahun pandemi covid-19 masih menjangkiti nyaris di seluruh dunia, tanpa terkecuali di Indonesia. Hal ini sangat membawa dampat ke setiap sektor kehidupan, diantaranya pendidikan. Para pemimpin dituntut untuk berdiri tegar dibaisan terdepan dalam masa pandemic covid-19 ini guna menghambat kemunduran dalam berbagai bidang.

Tanggal 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai hari Kartini oleh seluruh perempuan Indonesia. Kartini merupakan sosok pendobrak bagi kemerdekaan perempuan lewat gerakan feminis. Kaum perempuan patut bersyukur dengan keberadaan Kartini yang lahir di Rembang 21 April 1879. R.A. Kartini lahir dikalangan kaum priyayi sebagai putri dari Bupati Jepara Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat.

Perjuangan perempuan untuk menunjkkan peran dan eksistensinya terus bergulir seiring berjalannya waktu. Sebagai wujud dari pokok pemikiran RA. Kartini, mka perempuan harus mengambil peran dalam berbagai sector termasuk kegiatan pendidikan.

Kondisi pandemi covid-19 tag diterapkan oleh pemerintah mengharuskan siswa belajar dari rumah. (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tak sedikit protes bermunculan dari orang tua siswa imbas dari beban tugas bagi anaknya yang dirasa memberatkan mereka. Maklum saja pembelajaran jarak jauh sangat membutuhkan pran orang tua siswa. Boleh dikata cukup vital peran orang tua siswa. Orang tua sebagai penghubung komunikasi antara guru dan siswa. Posisi orang tua dalam pembelajaran jarak jauh menjadi kunci keberhasilan belajar siswa. Guru memberikan panduan pembelajaran, kemudian siswa mengerjakan tugas yang telah diberikan dengan pengawasan dan bimbingan dari orang tua.

Dalam konteks inilah pemaknaan Hari Kartini cukup terkait di tengah upaya bangsa Indonesia melawan covid-19. Perempuan menjadi pendidik aktivitas pembelajaran jarak jauh. Yang mengakibatkan ibu di Indonesia ini berperan ganda. Mengasuh sekaligus mendidik bagi anak-anaknya, ditengah ancaman pandemic covid-19. Ibu-ibu tidak menutup peran bapak-bapak telah menjadi garda terdepan dalam kebersamaan dengan anak-anak Indonesia dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Ungkapan “Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak”, terlaksana dengan tepat disaat pandemi covid-19 ini. Peran seorang ibu dalam aktivitas pembelajaran jarak jauh cukup menentuka berhasil tidaknya proses pembelajaran jarak jauh. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan Indonesia hrus memiliki pengetahuan dan kompetensi yang mumpuni. Dengan kata lain sesuai dengan emansipasi Kartini, bahwa perempuan Indonesia harus pintar baca tulis. Maka dalam konteks tersebut, perempuan Indonesia yang memilih menjadi ibu rumah tangga perlu menuntut jenjang pendidikan tinggi. Faktanya di masa pandemi ini peran perempuan bagi pendidikan anak cukup penting.

Peringatan Hari Kartini 2021 ini sungguh penting bagi perempuan Indonesia. Peran perempuan di masa pandemi covid-19 cukup signifikan dalam pembelajaran jarak jauh. Selamat Hari Kartini perempuan Indonesia. Sehat selalu dan terus emansipasi.***