KOLABORASI ANTAR MAPEL SALAH SATU STRATEGI DI MASA PANDEMI COVID DI SMPN 4 CIKALONGWETAN

Penulis: Endang Wahyu Widiasari M.Pd
(Guru Mapel IPS Di SMPN 4 Cikalongwetan
Wakasek Bidang Kurikulum
Bendahara BOS & Sekolah
Karya Buku Terbaik Pada Diseminasi Literasi Nasional 2017
Juara Kreatifitas Mengajar 2017
Guru Berprestasi Jabar 2018
Guru Inspiratif Jabar 2019
Guru Inspiratif Nasional 2020)

A. Latar Belakang
Pembelajaran jarak jauh (PJJ), banyak mengalami kesulitan, baik dari pihak Siswa ataupun Guru, tapi mau tidak mau di masa pandemi covid 19 ini PJJ harus dilaksanakan, dengan tujuan untuk memutus mata rantai penularan covid 19. Pembelajaran daring yang terkesan dipaksakan, memaksa kita juga untuk berusaha mengenal dan belajar IT lebih dalam lagi. Sampai hari ini rasanya belum ada trik dan metode yang dipandang berhasil untuk kegiatan PJJ, namun apapun alasannya sebagai pendidik kita dituntut untuk terus berinovasi memperbaiki kegiatan PJJ, untuk menggali potensi siswa.

Dari hari ke hari kegiatan PJJ sangat menjenuhkan dan melelahkan. Hal ini dirasakan baik oleh penulis sendiri ataupun teman-teman lain khususnya di SMPN 4 Cikalongwetan. Banyak kendala yang dihadapi dilapangan, seperti guru tidak bertatap muka langsung dengan siswa, apalagi ditambah dengan sarana komunikasi yang terbatas, jaringan internet yang sulit terkoneksi, dan keterbatasan kepemilikan kuota. Semua ini mempersulit kegiatan pembelajaran Jarak Jauh terlaksana. Semua yang dialami menyebabkan banyak guru dan siswa, serta orang tua siswa menjadi stres dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh ini.

Banyak orang tua curhat dengan kondisi anaknya yang sulit untuk belajar, bahkan ada juga orang tua yang curhat kalau anak-anaknya suka tertidur larut malam, bangun siang, mereka malas untuk belajar dan tidak paham mengapa harus belajar di rumah, seolah-olah tidak percaya dengan wabah covid 19. Virus covid dianggapnya sebagai hal biasa yang tidak berbahaya, bahkan sering juga saya melihat siswa/penduduk setempat banyak yang tidak memakai masker jika bepergian.

Masalah-masalah di atas berdampak kepada capaian hasil belajar siswa, meskipun selama pandemi covid 19 tidak diharuskan menargetkan target capaian kurikulum. Akan tetapi proses kegiatan pembelajaran harus terus berjalan, agar siswa dapat mengembangkan kreativitas dan juga potensinya di tengah pandemi covid 19 ini.
Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut larut, harus dicarikan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi, bagaimanapun siswa harus mendapatkan hak nya, menerima pendidikan selama pandemi covid 19, walau dilaksanakan secara daring. Untuk itu komunikasi yang instensif antara pihak sekolah dan orang tua sangat diperlukan, agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Jangan sampai terjadi kesalahan dalam menerima informasi, dan saling menyalahkan antara orang tua siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh ini, hingga akhirnya siswa yang menjadi korban.

Guru sebagai ujung tombak tercapainya tujuan pendidikan, harus memberikan informasi khususnya kepada siswa agar memahami apa yang terjadi sekarang ini, yaitu wabah covid 19 yang telah memporak porandakan tatanan kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan yang mengharuskan kita belajar secara daring.

Setelah dianalisis, ada beberapa kemungkinan mengapa selama ini pembelajaran jarak jauh dirasakan menjenuhkan dan membosankan, baik bagi siswa, guru ataupun orang tua siswa khususnya di SMPN 4 Cikalongwetan, di antaranya:

1. Tidak terjalin komunikasi yang harmonis, antara orang tua dengan guru untuk keberlangsungan kegiatan pembelajaran jarak jauh.

2. Guru kurang berinovasi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh.

3. Tidak ada kerjasama / kolaborasi antara guru mata pelajaran yang satu dengan guru mata pelajaran yang lainya, selama ini guru berjalan sendiri-sendiri dalam memberikan materi pelajaran, padahal setelah dikaji banyak sekali materi-materi yang saling berhubungan antara satu materi dengan materi yang lainya dan bisa diberikan kepada siswa secara berkolaborasi.

4. Pembelajaran tidak mengkaitkan dengan kondisi yang terjadi sekarang ini, khususnya dihubungkan dengan pandemi covid 19.
Selama ini setiap tugas yang diberikan guru cenderung menjadi beban yang memberatkan bagi siswa dan lebih banyak menekankan aspek kognitif. Ini bisa jadi penyebab yang membuat siswa menjadi bosan dan cepat lelah dalam belajar

5. Selain lebih banyak menekankan aspek kognitif dalam pemberian tugas kepada siswa, guru juga berjalan sendiri-sendiri dalam kegiatan pembelajaran, tidak melakukan kegiatan kolaborasi dalam kegiatan pembelajaran, hal ini memberatkan siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

6. Sulitnya jaringan internet, masih jarangnya siswa yang memiliki HP.

Dari masalah yang dihadapi, maka kami mencoba mencari jalan keluar dengan cara bereksperimen di lapangangan, melakukan kegiatan pembelajaran dengan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran yang lainnya, juga dengan orang tua siswa. Model pembelajaran yang digunakan adalah Project Based Learning dengan melibatkan semua mata pelajaran menjadi satu kesatuan dalam tema yang sama yaitu: Merdeka dari Covid 19 untuk meningkatkan pemahaman baik siswa ataupun orang tua siswa terhadap wabah pandemi covid 19.

B.  Langkah-Langkah Penyelesaian Masalah Dan Hasil Yang Didapatkan
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pengerjaan proyek ini adalah sebagai berikut:
Langkah pertama adalah Berembuk bersama semua guru khususnya yang mengajar di kelas 8, untuk mencari kompetensi dasar yang sesuai dengan mata pelajaran lain, dan digabungkan dalam satu tema. Dari hasil rembungan tersebut kami berhasil menggabungkan 11 mata pelajaran dalam satu kegiatan pengerjaan proyek, tema yang diambil dihubungkan dengan masalah yang sedang dihadapi sekarang ini yaitu wabah Covid 19, dan kita pun mencarikan solusi agar bisa keluar dari wabah ini, akhirnya dari hasil diskusi kami ambil tema Merdeka Dari Covid 19.

Adapun ke 11 mata pelajaran yang terlibat dalam kegiatan pembuatan proyek ini adalah:
Kesenina dengan KD 2.3 Mengekspresikan diri melalui karya seni lukis/gambar, materi yang diberikan Membuat satu gambar virus corona diberi warna yang indah dan menarik.

a.  Bahasa Sunda dengan KD 3.2  Mengidentifikasi struktur teks dan aspek kebahasaan teks warta (berita). 4.2  Mengekspresikan teks warta (berita) dengan memperhatikan irama/tempo, artikulasi, dan lentong kalimat. Dengan materi yang diberikan Materi hakikat berita dan teks isi berita ( isi berita yang dibahas dihubungkan dengan berita covid 19 sekarang ini)

b.  Matematika dengan KD 3.1 Membuat generalisasi dari pola pada barisan bilangan dan barisan konfigurasi objek 4.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pola pada baris bilangan dan barisan konfigurasi objek dengan materi yang diberikan Materi yang dibahas, pola bilangan dihubungkan dengan data perkembangan covid 19, dari berita yang disampaikan.

c.  PKn dengan KD 2.2 Menghargai hukum yang berlaku dalam masyarakat sebagai wahana perwujudan keadilan dan kedamaian, materi yang diberikan Peraturan Perundang Undangan dalam sisten hukum nasional, materi yang dibahas dihubungkan dengan peraturan pemerintah yang berhubungan dengan covid 19.

d. IPS dengan KD 3.2 Menganalisis pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang berbeda terhadap kehidupan sosial dan budaya serta pengembangan kehidupan kebangsaan. 4.2 Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang berbeda terhadap kehidupan sosial dan budaya serta pengembangan kehidupan kebangsaan. Materi yang diberikan Hubungan kebijakan PSBB dan dampaknya bagi mobilitas sosial yang terjadi sekarang ini

e.  Prakarya dengan KD 1.2 Mengapresiasikan tentang pengolahan bahan limbah anorganik (barang-barang bekas) menjadi barang-barang kerajinan yang bermanfaat. 1.3 Merencanakan prosedur pembuatan kerajinan bahan limbah anorganik. 1.4 Mendesain kerajinan bahan limbah anorganik menurut wilayah setempat dan memodifikasi. Materi yang diberikan Materi pemampatan limbah dari kain sisa untuk membuat masker dalam rangka melindungi diri dari covid 19

f.  Bahasa Indonesia dengan KD 3.4 menelaah pola penyajian dan kebahasaan teks iklan, slogan, foster, (yang membuat bangga dan memotivasi dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar. 4.4 menyajikan gagasan, pesan dan ajakan dalam bentuk iklan, slogan dan foster secara lisan dan tulisan. Materi yang diberikan Iklan layanan masyarakat dan poster, materi dihubungkan dengan pencegahan, penularan dan penyembuhan covid 19

g.  Bahasa Ingris dengan KD Memberikan imbauan, aturan dan keharusan dengan materi yang diberikan memberi imbauan aturan dan keharusan, dihubungkan dengan imbauan, aturan dan keharusan yang dilakukan selama covid 19.

h. IPA dengan KD 3.6 Mendeskripsikan sistem pencernaan serta keterkaitannya dengan sistem pernapasan, sistem peredaran darah dan penggunaan energi makanan 4.6 Melakukan penyelidikan tentang pencernaan mekanis dan enzimatis pada makanan, dengan Materi nutrisi sehat untuk meningkatkan sistem imunitas.

i. PAI dengan KD 3.2 Memahami hikmah shalat sunah berjamaah dan munfarid 4.1 Mempraktikan shalat sunnah berjamaah dan munfarid dengan materi Materi Sholat sunat yang dibahas tentang sholat shunat hajat memohon agar virus covid 19 cepat berlalu dan do’a keselamatan supaya terhindar dari wabah covid 19.

j. PJOK dengan KD 3.5. Memahami konsep latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi) serta pengukuran hasilnya. 4.5. Mempraktikkan latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi) serta pengukuran hasilnya. Dengan materi yang diberikan Materi gerak sederhana untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Setelah berembuk dan berhasil menemukan KD yang sesuai untuk dijadikan satu tema yang sama maka untuk mempermudah pemberian materi kepada siswa, kamipun membuat rencana kegiatan pembelajaran dan juga lembar kerja siswa. Lalu setelah itu kita berembuk mencari strategi cara penyempainya kepada siswa.

Langkah ke dua adalah: karena kita tidak bisa berkomunikasi langsung dengan siswa, maka untuk memperjelas tujuan pembelajaran kita komunikasikan juga dengan orang tua siswa, baik via daring ataupun luring. Kegiatan via daring dilakukan melalui group WA orang tua dan juga melalui vidio call bersama orang tua siswa. Kegiatan penyampaian tujuan kegiatan pembelajaran kepada orang tua siswa ini perlu dilakukan, untuk memberikan pemahaman bahwa pembelajaran yang akan dilakukan memerlukan kolaborasi antar guru, siswa dan orang tua. Orang tua siswa mempunyai tugas untuk membimbing putra-putrinya belajar selama kegiatan berlangsung, dengan tetap bisa melakukan aktivitas sebagai mana mestinya. Pihak sekolah juga memahani tidak semua orang tua bisa membimbing anak-anaknya secara penuh karena orang tua siswa juga harus bekerja mencari nafkah, selain itu juga kami memahami tidak semua orang tua siswa paham dengan materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Akan tetapi bimbingan mutlak diperlukan, minimalnya orang tua siswa tahu proyek dan materi apa yang akan sisampaikan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran, lalu juga dalam pertemuan ini dibahas media komunikasi yang akan digunakan dalam kegiatan pembalajaran jarak jauh, untuk mempermudah ketercapaian Pembelajaran Jarak jauh. Dari hasil diskusi yang dilakukan di sepakati kalau media yang digunakan adalah WA group kelas.

Kegiatan pertemuan luring dengan orang tua siswa dilakukan di sekolah dengan jadwal yang sudah ditentukan, tentunya sesuai dengan protokol kesehatan covid 19, dimana pertemuan dengan orang tua siswa dilakukan perkelompok dalam pertemuan dengan orang tua siswa dibahas hal-hal sebagai berikut :
Menjelaskan manfaat melakukan pembelajaran berbasis proyek. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah: membuat siswa aktif dan kreatif, sehingga proses kegiatan belajar tidak hanya terpaku pada lembar kerja atau layar handphone yang terkadang membuat jenuh, dengan membuat Proyek diharapkan menjadi cara untuk membuat siswa terlibat dalam pembelajaran otentik dan membangun keterampilan yang bermanfaat.

Menjelaskan cara mendukung anak-anak dalam belajar di rumah yaitu dengan memberikan pemahaman kepada orangtua bahwa setiap anak mempunyai gaya yang berbeda dalam belajar, dan yang utama kita harus tenangkan kalau kegiatan pembelajaran jarak jauh ini jangan menjadikan stres, belajar harus dengan bahagia sehingga siswa tidak terbebami dengan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Sekarang ini kita sudah terbebani dengan wabah covid 19, jangan sampai pembelajaran jarak jauh menambah beban siswa dan orang tua siswa. Sebagai pendidik kita juga tidak menuntut siswa untuk sempurna, akan tetapi yang terpenting adalah semua sehat dan selamat dari wabah covid 19, akan tetapi potensi siswa tetap tergali dan tujuan pembelajaran dapat tercapai maksimal. Orang tua siswa/siswa boleh menghubungi guru kapanpun jika ada hal-hal yang tidak dipahami.

Berdasarkan hasil pertemuan dan komunikasi dengan orang tua siswa,maka disepakati kalau kegiatan pembelajaran dilakukan dengan media komunikasi lewat WA group dan Gogle Classroom. Proyek disepakati selama 3 minggu dimulai dari minggu ke satu bulan Oktober sampai minggu terakhir bulan Oktober tahun 2020.

Langkah ke Tiga Guru memberikan pembelajaran melalui WA group besar (WA Group Kelas) selain melalui WA Gruop Besar untuk mempermudah tersampainya pembelajaran dibentuk juga WA Group kecil dimana 5 siswa dibimbing oleh satu guru pembimbing dengan memberikan bahan ajar materi yang akan dipelajari siswa. Selain itu untuk lebih memperjelas materi, guru juga mengirimkan vidio singkat, yang sebelumnya sudah disiapkan oleh semua guru mata pelajaran untuk mempermudah siswa dalam pengerjaan proyek. Setiap hari orang tua siswa menyampaikan perkembangan belajar putra-putrinya kepada guru pembimbing. Guru membimbing dan memantau perkembangan proyek yang dibuat oleh siswa.

Langkah ke Empat Untuk siswa yang mengalami kesulitan dalam kegiatan pembelajaran, kami adakan kunjungan ke rumahnya. Dalam kegiatan kunjungan ke rumah guru pembimbing memberikan motivasi kepada siswa untuk rajin belajar, menjaga kesehatan, memberikan pemahaman tentang wabah covid 19 dan juga menjelaskan dari proyek yang sedang dibuat.

Langkah ke Lima Untuk memudahkan kegiatan pembelajaran team kurikulum membuat jadwal PJJ menjadi lebih sederhana, ini mempermudah siswa untuk mengikuti kegiatan belajar. Penilaian yang dilakukan adalah penilaian proses, dimana penilaian dilakukan sebelum, ketika dalam kegiatan pembelajaran dan penilai akhir. Namun yang ditekankan adalah penilaian proses yaitu ketika siswa melakukan kegiatan pembelajaran di rumah.

Hasil Yang didapatkan dari strategi yang diambil
Setelah diamati dari hari kehari tampak kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, dan untuk memotivasi siswa dalam belajar, dihari yang tidak ditentukan dipilih siswa yang paling aktif dan paling awal mengirimkan kegiatan belajar, kemudian diberikan hadiah. Hadiah sederhana tapi bisa memotivasi belajar siswa. Pengambilan hadiah oleh orang tua siswa ke sekolah dengan jadwal yang sudah ditentukan atau diberikan oleh guru pembimbing ketika melakukan kegiatan kunjungan rumah.

Pada minggu ke tiga diambil 15 besar terbaik, kemudian kami buatkan vidio gabungan dengan tematik untuk menggabungkan antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lainnya, dalam satu kesatuan yang utuh, hasil presentasi siswa secara keseluruhan disimpan ke youtube, sebagai bukti fisik hasil kegiatan pembelajaran dan juga untuk memotivasi siswa yang lainnya dalam kegiatan pembelajaran, juga sebagai pemberian informasi dari pencegahan, penularan dan pengobatan covid 19. Adapun link yang bisa diakses sebagai hasil kegiatan pembelajaran merdeka Dari Covid 19 adalah https://www.youtube.com/watch?v=be9RzS6ZgPA, vidio hasil kegiatan pembelajaran siswa selalu kami tayangkan pada waktu kegiatan pertemuan dengan orang tua siswa, ini menjadi motivasi bagi orang tua siswa untuk terus membimbing putra-putinya belajar di rumah.

Dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di atas, selah dianalisis hasilnya sebagai berikut:
Dengan keterlibatan seluruh guru mata pelajaran, wali kelas dan juga orang tua siswa dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh sebagai satu kesatuan, dengan tema yang diangkat Merdeka dari Covid 19 membuat tujuan pembelajaran mudah tercapai. Anak-anak aktif dalam mengerjaan tugas yang diberikan oleh guru. Pehamanan anak-anak tentang covid 19 juga meningkat, ini dapat terlihat dari hasil penilaian yang dilakukan oleh semua guru mata pelajaran. Berdasarkan data yang diperoleh berdasarkan laporan wali kelas dan juga laporan guru mata pelajaran ke bidang kurikulum terdapat peningkatkan anak yang mengumpulkan tugas.
Nilai pengetahuan, keterampilan dan Sikap, selama proses kegiatan pembelajaran juga meningkat akan tetapi kami tidak mengejar target capaian kurikulum yang diutamakan adalah peningkatan motivasi belajar siswa. Sedangkan untuk nilai sikap yang salah satu indikator yang diambil adalah ketepatan mengumpulkan tugas (kedisiplinan), jika dirata-ratakan mendapatkan nilai dengan predikat Baik. Dari ketepatan waktu siswa mengumpulkan tugas, 96 persen siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu. Tugas akhir selain diberikan lewat group WA bagi yang daring dengan cara dipotokan, dan bagi yang luring diberikan oleh orang tua siswa ke sekolah, dengan jadwal yang telah ditentukan dan sesuai dengan protokol kesehatan Covid 19.

Dari hasil survey yang dilakukan, lewat link gogleform, 96% siswa menjawab menjadi tahu tentang gejala, penularan, dan pencegahan covid 19.

Dari hasil survey yang dilakukan lewat link gogleform, 94 % siswa merasa senang dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan.
Dari hasil survey yang dilakukan lewat link gogleform, 88 % siswa mandapat bimbingan dari orang tua siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang orang tua siswa kelas 8, mereka memberikan pendapatnya tentang kegiatan pembelajaran dengan tema merdeka dari covid 19, membuat anak-anak jadi kreatif dalam belajar, terus juga anak jadi paham tentang bahaya covid 19.

Itulah salah satu hasil kegiatan pembelajaran jarak jauh yang sudah dilakukan di SMPN 4 Cikalongwetan,. Kami berprinsip lebih baik melakukan gerakan untuk perbaikan walau masih banyak kekurangan, dari pada diam seribu basa dan mengeluh dengan kondisi yang ada. Keterbatasan bukan menjadi halangan bagi kami untuk berkarya, akan tetapi menjadi motivasi untuk terus bergerak maju.

C. Kesimpulan
Dari hasil kegiatan yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dengan kolaborai 11 mata pelajaran dan juga bekerjasama dengan orang tua siswa di kelas 8 SMP Negeri 4 Cikalongwetan, yang mengangkat tema Merdeka dari covid 19, dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap wabah covid 19, selain itu juga mempercepat penyampaian pesan akan bahaya wabah covid 19 kepada siswa dan juga orang tua siswa, selain itu juga tujuan pelajaran dapat tercapai.

Untuk kedepannya, alangkah baiknya jika guru dan orang tua melakukan kolaborasi dalam melakukan kegiatan pembelajaran, yaitu melalui partisipasi dalam pengawasan dan keikutsertaan memfasilitasi kebutuhan siswa melalui apa yang sudah dilakukan selama ini. Guru harus terus melakukan inovasi dalam kegiatan pembelajaran, supaya kegiatan pembelajaran dapat mencapai tujuan lebih efektif dan juga kegiatan pembelajaran tidak menjenuhkan.***