MENELISIK PELAKSANAAN OBSERVASI KELAS DI SMPN 3 CISARUA

Oleh: Nenden Lia Amalia, S.Pd., S.Kom., M.Pd
(Kepala SMPN 3 Cisarua)

Setelah melaksanakan observasi kelas, Kepala sekolah sebagai supervisor akan mendapatkan data objektif tentang situasi dan berbagai kendala pembelajaran di kelas, serta dapat  menganalisis kendala atau kesulitan yang dialami guru saat melakukan tugasnya.

Pengelolaan kinerja guru berbasis Platform Merdeka Mengajar (PMM)  saat ini memasuki tahap pelaksanaan  dan penilaian kinerja. Kegiatan tersebut berupa observasi kelas dan diskusi tindak lanjut observasi kelas. Begitupun dengan yang dilaksanakan para guru SMPN 3 Cisarua yang sudah memulai kegiatan observasi kelas mulai tanggal 27 Pebruari 2024.

Di SMPN 3 Cisarua, tahap pelaksanaan observasi kelas dan diskusi tindak lanjut dalam pengelolaan kinerja PMM dilakukan setelah semua guru selesai melakukan perencanaan pengelolaan kinerja.

Pada tahap perencanaan pengelolaan kinerja PMM sebelumnya, sebagian besar guru memilih manajemen kelas dan metode pembelajaran sebagai fokus observasi yang ingin ditingkatkan. Hal tersebut karena memang manajemen kelas menjadi rekomendasi indikator prioritas di sekolah.

Berdasarkan pilihan tersebut, para guru pun mulai mempersiapkan diri untuk memasuki tahap pengelolaan kinerja selanjutnya, yaitu pelaksanaan. Pada alur pelaksanaan observasi, dimulai dari persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut observasi kelas.

Guna kelancaran pelaksanaan pengelolaan kinerja PMM ini, penulis selaku Kepala Sekolah, terlebih dahulu berinisiatif membentuk tim Penilai Kinerja Guru (PKG). Hal ini karena SMP Negeri 3 Cisarua memiliki guru yang cukup banyak, sehingga Kepala Sekolah membutuhkan bantuan guru untuk melakukan observasi kelas.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan sekolah terkait pelaksanaan pengelolaan kinerja PMM.

Pertama, penulis melakukan identifikasi guru yang bertujuan menentukan guru-guru yang memiliki kompetensi dasar supervisi akademik berbasis coaching. Selain itu, meskipun tidak wajib, kepala sekolah juga mempertimbangkan jenjang pangkat dan jabatan guru calon tim PKG.

Pada tahap di atas,  penulis memastikan terlebih dahulu tim PKG telah memahami rubrik observasi sesuai dengan Perdirjen GTK No. 7607/2023.

Kedua, penulis melakukan diskusi dengan tim PKG terkait pelaksanaan pengelolaan kinerja PMM. Pada tahap ini, penulis mendiskusikan peran dan tanggung jawab tim PKG dalam pelaksanaan observasi.

Berdasarkan hasil diskusi, setiap guru anggota tim PMM pun diharapkan melakukan pendampingan kepada masing-masing guru yang akan diobservasi.


Pembentukan Tim Penilai Kinerja Guru (PKG)

Ketiga, penulis menyelenggarakan pertemuan pra observasi dengan guru-guru. Pertemuan pra-observasi ini bertujuan mendiskusikan pemilihan fokus observasi, jadwal pelaksanaan observasi, dan upaya mempelajari target perilaku guru. Guna mencapai tujuan, guru diminta menyesuaikan kembali jadwal yang telah disusun oleh bagian kurikulum. Pada tahap pra-observasi ini, guru mendiskusikan dengan kepala sekolah terkait fokus observasi dan jadwal sebagai satu kesepakatan.


Tahap Percakapan Pra Observasi Kelas

Keempat, penulis  dan tim PKG melakukan observasi kelas sesuai kesepakatan fokus observasi dan jadwal pelaksanaan. Observasi dilakukan dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara mengunjungi kelas saat proses belajar mengajar berlangsung. Pada tahap ini terlebih dahulu tim PKG memberikan pendampingan terkait penyiapan RPP/Modul ajar kepada kelompok guru sesuai pembagian tugas.


Tahap  Observasi Kelas

Selain itu, tim PKG juga memastikan kelompok guru dampingannya telah mengeklik kumpulkan dokumen observasi melalui pengelolaan kinerja PMM masing-masing.

Kelima, penulis dan tim PKG melakukan observasi kelas sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama. Observasi yang dilakukan tersebut sesuai target perilaku yang dipilih guru.

Meskipun guru hanya memilih satu target perilaku, namun ketiga target perilaku akan tetap diobservasi. Dan, titik berat observasi tetap pada target perilaku yang dipilih, bukan pada ketiganya. Termasuk nantinya adalah rekomendasi upaya meningkatkan pada tahap tindak lanjut fokus pada target perilaku yang dipilih guru.

Setelah tahapan pelaksanaan observasi kelas bersama Kepala Sekolah dilaksanakan, sebagai Kepala sekolah, penulis melakukan pengamatan dengan mengisi rubrik secara langsung di PMM. Sementara tim PKG melakukan pengisian rubrik observasi melalui format versi cetak untuk selanjutnya nanti dilaporkan kepada kepala sekolah. Laporan tim PKG ini meliputi hasil observasi beserta catatan dan rekomendasi upaya meningkatkan fokus observasi.


Tahap Percakapan Pasca Observasi Kelas

Akhirnya, selesailah tahap pra-pelaksanaan dan observasi pengelolaan kinerja PMM yang telah dilaksanakan di SMPN 3 Cisarua. Harapannya, setelah melaksanakan observasi kelas, Kepala sekolah sebagai supervisor akan mendapatkan data objektif tentang situasi dan berbagai kendala pembelajaran di kelas, serta dapat  menganalisis kendala atau kesulitan yang dialami guru saat melakukan tugasnya. Dan, bagi guru, observasi kelas dapat dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kompetensinya. ***

Pewarta/Editor: Adhyatnika Geusan Ulun-Tim Kinanti-Karya Insan Pendidikan Terpilih Bandung Barat.