Menggapai Harapan

Cerpen Siswa: Vyra Anisa Novianti

(Siswa Kelas 7F SMPN 3 Ngamprah)

Hai aku Emma, aku ingin menceritakan kisahku. Sejak dulu aku selalu dihina karena kekuranganku. Saat itu Ibuku sedang sakit dan Ayahku sudah meninggal dunia. Aku tidak memiliki banyak uang seperti teman-temanku, karena itu aku selalu dijauhi oleh mereka. Saat di SMA, ketika sedang berada di kantin, aku tidak sengaja menyenggol temanku.

“Kamu gimana sih jalannya?! yang bener dong, seragamku jadi basah nih, emang kamu bisa ganti?”

“Hahaha liat aja deh geng, dia ke kantin cuma beli air mineral doang!”

“Iya tuhh, hahahahh!” Satu geng yang disebut The Queen mengejekku. Saat itu semuanya hanya melihat dan menertawakanku.

Aku membutuhkan uang untuk Ibuku berobat. Aku mencoba membuat makanan untuk dijual. Akhirnya aku mencoba membuat kue kecil berbentuk bundar. Setelah selesai membuatnya, ternyata hasilnya cukup memuaskan dengan rasa yang lezat. Sejak itu aku pun mencoba menjual kue tersebut dengan nama minicake dengan modal hasil menabungku. Aku coba menjualnya di depan rumah dengan izin ibuku. Setiap ada orang yang lewat di depan rumahku, mereka selalu tertarik melihat kueku dan membelinya. Kueku laris. Kuteruskan penjualan minicakeku hingga akhirnya teman-teman di sekolahku tau.

“Pasti kuenya gak enak!”

“Bahannya juga pasti gak bener tuhh!”

“HUUU!” sorak teman-temanku. Namun aku tidak mendengarkannya.

Aku tetap berusaha agar kehidupanku semakin membaik. Jika kalian berada di posisiku, apa yang akan kalian rasakan dan lakukan? Pastinya akan merasa kesal dan sedih bukan? Namun tidak boleh merasa putus asa.

Dengan hasil penjualananku selama satu  bulan, akhirnya Ibuku bisa kembali sehat. Dia mulai membantuku berjualan. Sejak itu aku bercita-cita memiliki sebuah toko kue. Aku mulai bersemangat mengumpulkan uang. Ibuku pun merasa senang melihat semangatku. Aku mencoba mempromosikan minicakeku ke sebuah aplikasi dengan harapan semakin banyak yang memesan. Awalnya sepi, sampai akhirnya ada beberapa orang memesan dengan catatan varian yang berbeda.

“Selamat pagi, kak, aku mau pesan minicakenya tapi di atasnya ada tulisan happy birthday dan dikasih hiasan, kalau bisa rasa coklat yaa.” Contoh salah satu pesan dari pelanggan. Aku pun mulai mencoba membuat kue itu dan berhasil.

Semakin lama, tinggkat penjualananku semakin tinggi karena semakin banyak yang membeli. Ibuku merasa bangga padaku karena semakin maju.

“Ayahmu pasti bangga sekali di sana nak, Ibu berharap kamu semakin sukses ya.” Teman-teman di sekolah yang mulai mengetahui aku semakin maju, menyusun rencana untuk menjatuhkanku. Jahat sekali mereka!

Saat aku mengecek aplikasi tempat promosi minicakeku, banyak komentar-komentar buruk. Pastinya komentar itu akan berpengaruh pada penjualananku. Aku pun mulai berpikir agar tidak semakin banyak orang yang berpikir buruk. Akhirnya aku mendapat ide untuk mengadakan promo agar banyak orang yang tertarik. Benar saja, penjualananku tidak semakin turun.

Sampai hendak lulus SMA, aku masih berjualan minicake dengan penghasilan lumayan. Aku teringat dengan keinginanku untuk membuat sebuah toko kue sendiri. Apakah aku bisa mewujudkannya? Aku berbicara pada Ibuku.

“Ibu, Emma sudah mulai berhasil dalam berjualan, sejak awal Emma berjualan Emma ingin sekali memiliki sebuah toko kue, apakah aku boleh membangun sebuah toko bu?”

“Boleh nak. Pesan ibu setelah kamu sukses nanti, kamu tidak boleh sombong terhadap siapapun!”

“Oke siap, terima kasih bu” jawabku.

“ini ada beberapa uang untuk kamu membangun toko”

“wahh terima kasih bu! Emma berharap agar penjualanan Emma semakin lancar”

“Aamiin”

Setelah lulus, aku mulai mencari sebuah lahan yang dijual. Aku menemukannya di internet. Jaraknya cukup dekat dengan rumahku. Aku bergegas menuju tempat tersebut. Kebetulan sekali, aku datang saat ada pemiliknya. Aku mulai bertanya-tanya padanya. Ternyata harganya cukup dengan uangku. Aku sepakat membeli tanah tersebut. Aku juga menambahkan menu baru seperti roti, pie, dll. Ternyata banyak yang suka, aku senang sekali.

Dalam beberapa bulan, tokoku selesai dibangun. Aku sudah membuat tempat-tempat di dalam toko. Tetapi, setelah aku membuka toko ternyata tidak banyak yang datang. Aku pun memberi tahu di aplikasi tempatku mempromosikan minicake. Dalam 3 hari akhirnya banyak pelanggan yang datang. Menu yang ada di tokoku ada roti, pie, dessert box, donat, pretzel, dan mini cake.

Sampai kini, akhirnya kueku menjadi terkenal. Banyak sekali yang datang ke tokoku dari luar kota. Beginilah pencapaianku. Akhirnya aku memiliki uang yang cukup. Kugunakan uang itu untuk kebutuhanku dan Ibuku.

Suatu hari ada yang menawarkan diri untuk bekerja sebagai pegawai di toko. Aku menerimanya. Aku sangat senang sekali, cita-citaku terkabul. Terima kasih Ibu, karena ibu selalu mendukungku. Ayah pasti senang melihatku di sana.