Menjemput Asa di SINGARAJA

Prof. Dr. Dinn wahyudin, M.A
(Guru Besar Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia)

Sejuk dan memukau. Itu kesan pertama yang dialami ketika menatap riak air di pinggiran danau. Kawasan danau Tamblingan di Bali bagian utara memang tak setenar Danau Batur di Kintamani Bali Selatan. Danau ini pun tak seartistik Danau Beratan yang menawarkan pesona romantis di Bedugul Bali.

Danau Tamblingan yang terletak di lereng gunung Lesung kecamatan Banjar Buleleng Bali, ternyata memiliki nuansa dan panorama alam yang unik dan memesona. Suguhan pemandangan alam yang indah dengan perbukitan hijau memukau, menjadikan impian bagi semua pengunjung.

Danau Tamblingan memiliki panorama indah bertema religius magis. Di sekitar danau berdiri beberapa Pura tua yang konon peninggalan Kerajaan Hindu sejak abad ke 10 sebelum masehi. Ini salah satu ciri Danau Tamblingan Buleleng yang legendaris dan magis.

“Sesekali para guru dan siswa pada sekolah kami, datang berkunjung ke kawasan danau ini. Kami ajak siswa untuk lebih mencintai alam.” Demikian dikatakan seorang sahabat bapak I Nyoman Arsana, S.Pd. SD. Ia sebagai Kepala SDN 2 Gesing Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng.

Selain para siswa belajar kurikulum muatan lokal, seperti budaya bersih, mengenal adat istiadat dan budaya dan bahasa Bali, mereka juga diajak untuk belajar merawat alam sekitar, dan berkhidmat mensyukuri karunia Sang Pencipta. Siswa juga dilatih untuk bisa “merangkai sesajen” sebagai implementasi guna meningkatkan keimanan dan kepatuhan kepada Sang Pencipta Alam.

Hal yang sama dikemukakan Gusti Ayu Putu Sukma Trisna, M.Pd. dosen Undiksha yang saat ini sedang menulis Disertasi pada Prodi Pengembangan Kurikulum di FIP UPI. Penelitian yang sedang dilakukannya tentang Implementasi kearifan lokal Bali berbasis Heutagogi pada kurikulum Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng Bali.

Pantai Lovina
Pulau Bali sangat memesona. Bila sahabat berlibur di Bali, jangan hanya puas berlibur di area Bali selatan, seperti Kuta, Legian, Jimbaran. Sisihkan waktu beberapa hari untuk berkunjung ke area liburan di Bali Utara. Selain kita bisa menikmati pemandangan alam yang masih asri dan sunyi, pegunungan dan bukit hijau dengan danau indah memukau, juga wilayah pantai utara yang tenang dan adem.
Datanglah ke pantai Lovina.

Pantai sepanjang Singaraja Buleleng ini unik dan berbeda. Pantai yang dipenuhi pasir hitam pekat. Daya tarik pantai Lovina bukan hanya pada pantainya yang khas, tetapi juga pantai Lovina memberikan suguhan spektaler alami. Atraksi lumba lumba liar yang beraksi melenggang lenggok di tengah laut lepas. Di pagi hari, terkadang sekumpulan lumba lumba liar bercanda mendekat pantai.

Bila pengunjung ingin melihat atraksi alami lumba lumba liar di tengah laut, teman teman bisa menyewa perahu tradisional menuju ke tengah laut, dengan jarak 3-5 km dari pantai. Nelayan lokal dengan ramah bisa mengantar para pengunjung ke tengah laut untuk menyaksikan pertunjukan alami atraksi lumba lumba berenang ria di laut lepas.

Dengan perjalanan pulang pergi 3-4 jam di pagi hari, pengunjung dapat menikmati atraksi sensasional alami. Serombongan Lumba lomba seolah “menyapa” para pengunjung dengan gaya, gerakan, dan liuk tubuh gempal yang menggoda. Mereka berenang dan bercanda di laut lepas.

Dolphin falls in love
Lumba lumba ternyata binatang mamalia yang memiliki romantisme tinggi. Lumba lumba merupakan jenis binatang yang senang bercinta sepanjang waktu (all seasons). Ia mahluk hidup mamalia yang sangat romantis. Seekor Lumba lumba jantan rela menghabiskan waktu berhari-hari, atau puluhan jam, hanya untuk mencari dan mendapatkan rumput laut (seaweed) terbaik, guna dipersembahkan kepada calon kekasihnya lumba-lumba betina.

Rob Pilley (2013) melaporkan, bahwa male dolphin will swim away in the ocean, to search the best seaweed bouquet to give to his female. After getting it, the male dolphin will wear it and show off his skills in playing a bouquet of seaweed in the tail, fins, and nose.

Setelah rumput laut didapat, lumba lumba jantan memamerkan kepiawaiannya “memainkan” karangan rumput laut tadi di antara ekor, sirip dan hidungnya. Apabila lumba lumba betina menyukainya, ia akan menerima “pinangan” dan mendekat dengan sirip yang bergerak menuju lumba lumba jantan. Gayungpun bersambut. Ia tak bertepuk sebelah tangan. Afair ala lumba lumba dimulai. Itulah perjalanan panjang petualangan cinta dua sejoli lumba lumba.

Lagi lagi ini bukan fitnah. Ternyata, lumba-lumba betina bukan tipe binatang yang setia pada pasangannya. Female dolphin is not the kind of loyal creature on her partner. When the mate season, the female dolphins could have date with multiple males within a day. Bila sudah merasa puas, sang lumba-lumba betina dengan enteng menghentikan kencannya. Ia lalu mencari pasangan lain. Sang lumba-lumba betina tak henti hentinya berenang dengan mengibaskan kedua siripnya yang ramping. Ia terus menggerakkan lekuk tubuhnya yang gemulai untuk “menggoda” lumba lumba jantan lainnya.

Jalak Bali
Bali sangat spektakuler. Pulau dengan sebutan Pulau Dewata ini menyisakan sejuta kenangan dan impian. Bali tak hanya hanya kaya ragam budaya dan kearifan lokal, Bali juga kaya akan flora dan fauna. Salah satu fauna yang terkenal adalah Jalak Bali (Bali Starling).

Menurut IUCN (2018), Jalak Bali termasuk satwa yang terancam punah (threatened), dengan status “extinct in the wild“. Artinya burung Jalak Bali sudah punah di alam liar, dan hanya ada di tempat penangkaran atau hanya terdapat di habitat Taman Nasional.
Jalak bali is uniquely endemic on the island of Bali and found nowhere else in Indonesia.

Bila sahabat penasaran ingin melihat burung Jalak Bali di alam bebas, menginaplah di Pelataran Menjangan Resort and Spa di Kawasan Taman Nasional Bali Barat. Para tamu akan disuguhi berbagai satwa liar langka antara lain ayam hutan, rusa, hingga Jalak Bali yang langka. Bila beruntung, para tamu bisa melihat dan kicauan jalak bali di hutan kawasan Taman Nasional Bali Barat.

Singaraja: Kota Pendidikan
Singaraja sebagai kota pendidikan (the City of Education) sudah melekat sejak dulu. Kota ini sangat cocok disebut kota pelajar. Masyarakat dan warga kotanya sangat ramah. Kota adem, jauh dari kebisingan, jauh dari hiruk pikuk masyarakat urban seperti hal nya kota kota dan lokasi wisata di wilayah Bali Selatan.

Di kota ini telah berdiri Universitas yang legendaris. Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan beberapa perguruan tinggi lainnya, seperti Universitas Panji Sakti, dan STKIP Agama Hindu. Kehidupan malam warga kota yang tak glamour seperti di Bali Selatan.

Bagi para generasi muda yang ingin belajar dengan suasana yang nyaman, dan hening, tak salah apabila menetapkan tujuan untuk belajar di berbagai satuan pendidikan menengah, SMA/SMK termasuk Universitas di Singaraja.

Itulah selintas Menjemput asa di Singaraja. Kota pendidikan dengan spirit lokal yang mendunia: Singa Ambara Raja! ****

Pewarta: Adhyatnika Geusan ULun-Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.