Menumbuhkembangkan Student Agency melalui Projek ‘Matematika dalam Berita’

Oleh: Rahmat Sodik

(SMP Darul Falah 2 Cihampelas KBB)

Matematika oleh sebagian besar murid masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit untuk dipahami, para murid belum merasakan secara konkret manfaat dari belajar matematika, mereka baru memahami matematika hanya berupa sekumpulan angka, simbol-simbol atau rumus-rumus yang harus dihapal untuk mengisi soal ulangan atau ujian.

Menurut filosofi Ki Hadjar Dewantara bahwa pembelajaran harus sesuai kodrat alam dan kodrat jaman. Murid sekarang berada dalam era teknologi, sehingga sangat cocok pembelajaran menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Penulis mengamati keseharian murid sebagian besar mereka suka membuat konten-konten berupa video di media sosialnya, dengan projek ini diharapkan selain bisa menyalurkan dan mengembangkan bakat murid juga mereka bisa belajar matematika, bahasa indonesia dan bahasa inggris dengan menyenangkan dan bisa merasakan manfaat konkretnya. Selain itu pembelajaran projek ini diharapkan bisa menumbuhkembangkan student agency (Kepemimpinan Murid).

Apa saja yang dilakukan dalam praktik baik ini?

Program ini merupakan bentuk kolaborasi tiga mata pelajaran, yaitu: Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa inggris. Adapun guru-gurunya, yaitu: Rahmat Sodik – Guru Matematika, Dina Maryani dan Tuti Indrayani – Guru Bahasa Indonesia, Evi Kurniatin – Guru Bahasa Inggris.

Projek ini membutuhkan waktu selama tiga minggu, dengan tiga tahapan membuat perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan (mengumpulkan produk). Para murid bekerja dalam kelompok yang terdiri atas 7-8 orang/kelompok.

program ini termasuk kegiatan intrakurikuler jadi pengerjaan projeknya didalam jadwal pembelajaran, para murid di berikan keleluasaan untuk memilih tempat pengerjaan projek diluar kelas atau didalam kelas dengan pendampingan oleh guru yang bersangkutan.

Dalam rangka menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman sekaligus menumbuhkembangkan kepemimpinan murid, murid diberikan kesempatan untuk menentukan kelompoknya sendiri, mengatur rencana pengerjaan projek, berdiskusi dengan kelompoknya dengan leluasa dan memilih media, aplikasi editor video di smartphone yang akan digunakan serta memajang hasil pekerjaanya di media sosial sebagai bentuk kepemilikan murid

Para murid ditantang untuk mengaplikasikan teori kesebangunan matematika untuk menghitung tinggi bangunan yang berada di lingkungan sekolah tanpa harus menaiki bangunan tersebut kemudian kegiatan tersebut disampaikan dalam bentuk berita, dan didokumentasikan berupa video berita lalu di unggah di media sosial.

Pembelajaran sekolah ini diharapkan bisa membangun karakter profil pelajar pancasila dan kepemimpinan murid (suara, pilihan dan kepemilikan murid):

  • Mampu bergotong royong. Kepemimpinan murid memungkinkan murid untuk terlibat dan berinteraksi dengan orang lain, bekerjasama dan berkontribusi dalam masyarakat yang lebih luas.
  • Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid memungkinkan murid untuk terekspos pada pengalaman belajar otentik yang menuntut mereka untuk mampu melihat permasalahan dan secara kreatif berusaha mencari solusi atas permasalahan tersebut.
  • Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid mendorong murid untuk mengambil kontrol dan bertanggung jawab pada proses pembelajarannya sendiri.
  • Dapat berpikir kritis. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid mendorong murid untuk memiliki kemampuan berpikir kritits karena mereka akan belajar untuk membuat pilihan dan membuat keputusan yang bertanggung jawab.

Pada tahap pelaksanaan projek, murid bergotong royong menjawab tantangan yang diberikan guru mapel yang bersangkutan, mereka terjun ke lapangan mengadakan observasi dan pengerjaan projeknya, mereka dituntut untuk bisa membagi pekerjaan dan waktu pengerjaan projek.

Terakhir di tahap pelaporan, murid mengumpulkan produk berupa video berita dengan memanpaatkan smartphone yang mereka miliki, guru memberikan kebebasan kepada para murid untuk menggunakan aplikasi, bentuk penyampaian, kalimat, situasi atau tema dan tambahan-tambahan lainnya sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Guru melakukan penilaian dan memilih beberapa produk untuk diupload di media sosial dengan terlebih dahulu meminta izin pada murid. Penilaian yang diterapkan berupa penilaian diri/kelompok, penilaian observasi selama pembelajaran dan penilaian produk.

Apa hasil dari praktik baik yang  dilakukan ?

Projek kolaborasi berjalan dengan baik, para murid bekerja dalam kelompok dan mampu menyelesaikan tugas projek yang diberikan. Secara keseluruhan para murid bisa menyelesaikan projeknya sesuai waktu yang telah disepakati, produk yang terkumpul sangat beragam dengan versinya masing-masing.

Walaupun masih ada kelompok yang belum akurat dalam perhitungannya, namun tujuan pembelajaran yang diharapkan terpenuhi murid mampu menghitung tinggi bangunan dengan menggunakan konsep kesebangunan matematika, serta mampu menulis dan menyampaikan berita dan membuat video berita yang informatif dan menarik.

Bagaimana perasaanya setelah menjalankan praktik baik?

Penulis merasa senang pembelajaran kolaborasi pertama bisa terlaksana. Awalnya penulis merasa khawatir apakah program ini bisa berjalan atau tidak, keraguan apakah guru yang akan diajak berkolaborasi bersedia atau tidak, dan terutama murid-murid akan memberikan respon positif atau sebaliknya.

Penulis merasa lega semua kehawatiran tidak terjadi justru sebaliknya rekan-rekan bersedia dan para murid bahkan mereka sangat antusias mengerjakan projek ini. Ketika menjalankan program ini sangat bahagia saat melihat murid bisa bekerjasama dalam kelompok, mandiri dalam mengatur dan merencanakan sesuatu, bisa mengekspresikan minat dan bakat mereka dan yang paling penting mereka menikmati proses pembelajarannya.

Penulis juga merasa takjub ketika melihat anak mampu menciptakan ide-ide kreatif dan bakatnya juga merasa puas saat murid bisa menyelesaikan projek tepat pada waktunya dan produk yang dihasilkan sesuai kriteria dan menarik.

Apa pembelajaran yang didapatkan?

Banyak sekali pembelajaran yang bisa penulis ambil dari pelaksanaan projek. Penulis kaget ada murid yang kalau sedang pembelajaran matematika dikelas secara teori dan menjawab soal secara teks yang berupa angka dan tulisan mereka lancar malah mahir namun pada saat dibawa kedalam dunia nyata dan harus mempraktikannya dia kebingungan, tekniknya bagaimana, apa yang harus dilakukan, butuh adaptasi dan pendampingan sebaliknya ada murid biasa namun saat dibawa ke ranah kontekstual dengan cepat bisa menerjemahkannya.

Dengan kegiatan ini melatih para murid  mengoneksikan antara materi ajar dengan kontekstual. Melebihi dari ekspektasi penlis sebagai guru ternyata kemampuan mereka menggunakan TIK jauh lebih mahir dari gurunya. Penulis banyak belajar dari murid, belajar mengatur para murid selama pendampingan mengerjakan projeknya, karena tidak mudah bisa melayani mereka yang beragam.

Apa rencana perbaikan ke depan ?

Dalam perencanaan ada tiga mata pelajaran yang berkolaborasi namun untuk mata pelajaran bahasa inggris baru muncul di tiga kelompok hasil produk murid, dengan perencanaan dan persiapan yang lebih matang kedepan diharapkan bisa mengajak lebih banyak guru untuk berkolaborasi pengerjaan projek. Membuat jadwal/agenda pengerjaan projek lebih terinci dan tersusun dengan baik, kemudian memperbaiki instrumen penilaian yang bisa menilai sikap, pengetahuan dan keterampilan dan yang paling penting profil pelajar pancasila yang diharapkan tercapai.

Saat perencanaan diawal melibatkan para murid untuk berdiskusi lebih intens agar bisa menggali keinginan dan minat mereka, sehingga mereka bisa lebih banyak kontribusinya. Kedepan penulis akan merencanakan lagi program yang bisa menghubungkan antara teori yang diaplikasikan kedalam dunia nyata karena kegiatan ini bisa menumbuhkembangkan kepemimpinan murid.

Profil Penulis :

Rahmat Sodik, lahir di Cililin, 1 Desember 1979, Lulus kuliah Diploma III Politeknik Negeri Bandung jurusan Teknik Telekomunikasi dan S1 Pendidikan Matematika di STKIP Siliwangi Bandung. Guru Matematika di SMP Darul Falah 2 Cihampelas dan SMPN 1 Cihampelas, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMP Darul Falah 2, Komite Pembelajaran Sekolah Penggerak SMP Darul Falah 2, Calon Guru Penggerak Angkatan 4, Pengurus MGMP Matematika Kabupaten Bandung Barat. Ia pernah mendapatkan penghargaan sebagai The Most Inspiring Teacher SMA Darul Falah Tahun 2012, Best Attendance Teacher SMP Darul Falah Tahun 2015, Guru Inspiratif Pria SMP Darul Falah 2 Tahun 2017, The Inspiring Teacher of the Year by Students SMP Darul Falah 2 Tahun 2019, Finalis Guru Berprestasi Kabupaten Bandung Barat Tahun 2018, Guru Penulis Newsroom Kabupaten Bandung Barat Tahun 2021. Berikut karya yang sudah dihasilkan : Best practice “ Penilaian Tidak Ribet” Tahun 2018, Buku antologi best practice “ Hikmah PJJ” Tahun 2021, Buku antologi puisi warga SMP Darul Falah 2 “Sintasan Pena Guru dan Siswa” Tahun 2021.