NUTRISI (NUMERASI DAN LITERASI)

Oleh: Arifin Hidayat, S.Pd
(SMPN 4 Cikalongwetan)

Membaca-menulis (literasi) merupakan salah satu aktifitas penting dalam hidup. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam dalam diri peserta didik mempengaruhi tingkat keberhasilan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sedangkan dalam kaitannya dengan menulis, Hernowo (2005) dalam bukunya “Mengikat Makna menyebut bahwa menulis dapat membuat pikiran kita lebih tertata tentang topik yang kita tulis, membuat kita bisa merumuskan keadaan diri, mengikat dan mengonstruksi gagasan, mengefektifkan atau membuat kita memiliki sugesti (keyakinan/pengaruh) positif, membuat kita semakin pandal memahami sesuatu (menajamkan pemahaman), meningkatkan daya ingat, membuat kita lebih mengenali diri kita sendiri, mengalirkan diri, membuang kotoran diri, merekam momen mengesankan yang kita alami, meninggalkan jejak pikiran yang sangat jelas, memfasihkan komunikasi, memperbanyak kosa-kata, membantu bekerjanya imajinasi, dan menyebarkan pengetahuan.

Setelah tahap pertama dilaksanakan pada taha buat pertanyaan utama, saya harus mencari lebih mendalam lagi terhadap gambaran maupun kegiatan apa saja yang dapat dilakukan untuk menumbuhkembangkan dan menguatkan karakter murid terutama pada karakter nasionalisme murid. Sehingga saya melanjutkan kepada tahapan kedua, yaitu tahapan Ambil pelajaran. Pada tahapan ini saya mencari referensi dari berbagai sumber mulai dari wawancara dan forum diskusi dengan rekan sejawat di sekolah yang terkait maupun media elektronik.

Kemudian pada kegiatan ini, saya berdiskusi secara langsung dengan murid untuk mengetahui minat murid terhadap pengetahuan numerasi dan literasi. Saya juga melaksanakan forum diskusi dengan Wakasek bidang Kurikulum, Wakasek bidang Kesiswaan
dan Wakasek bidang Humas untuk mengidentifikasi kebijakan sekolah yang dapat menumbuhkembangkan dan menguatkan karakter murid. Serta mencari referensi dengan rekan sejawat dari sekolah lain yang sudah menerapakan kegiatan yang sama.

Selanjutnya saya juga melaksanakan forum diskusi bersama perwakilan murid kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 untuk mengetahui hal apa saja yang dapat membuat murid nyaman dan menyenangkan pada kegiatan pembiasaan sekolah sesuai dengan minat murid.
Seluruh tahapan ini saya laksanakan guna untuk menemukenali kekuatan sumber daya/aset/potensi agar dapat memperoleh data yang relevan. Hasil dari aksi nyata ini saya menemukan gambaran kegiatan apa saja yang menarik minat murid dalam menumbuhkembangkan dan menguatkan karakter murid terutama pada karakternasionalisme.

2. Alasan mengapa melakukan aksi nyata

Melakukan aksi nyata adalah cara yang efektif untuk mengubah ide menjadi kenyataan. Ketika saya melakukan sesuatu secara konkret, saya memperlihatkan komitmen saya terhadap nilai atau tujuan tertentu. Selain itu, tindakan nyata juga memungkinkan saya untuk menciptakan dampak positif secara langsung dalam lingkungan.

Melalui tindakan nyata, saya dapat memberikan bantuan langsung kepada orang-orang yang membutuhkan, memperbaiki
masalah di komunitas saya, atau bahkan menyebarkan kesadaran tentang isu-isu penting. Selain itu, melakukan aksi nyata juga merupakan cara yang efektif untuk mendorong perubahan yang dibutuhkan dalam masyarakat.

Dengan melakukan tindakan nyata, saya membangun momentum untuk perubahan dan menginspirasi orang lain untuk ikut
berpartisipasi. Tindakan nyata dapat menciptakan gelombang positif yang dapat mengubah pandangan orang-orang dan menciptakan perubahan yang signifikan dalam kebijakan atau budaya.

Terakhir, melakukan aksi nyata juga penting karena itu merupakan ekspresi dari nilai-nilai kita sebagai individu dan anggota masyarakat. Dengan bertindak sesuai dengan nilai-nilai saya, saya memperkuat identitas saya sendiri dan memperlihatkan kepada orang lain apa yang saya percayai. Hal ini tidak hanya memberikan rasa kepuasan pribadi, tetapi juga membangun solidaritas dan kebersamaan dengan orang lain yang memiliki nilai-nilai serupa.

Secara keseluruhan, melakukan aksi nyata adalah cara yang kuat untuk membuat perubahan positif dalam dunia ini, mewujudkan nilai-nilai kita, dan membangun masyarakat yang lebih baik bagi semua orang.

• Perasaan (Feeling)

Perasaan yang saya rasakan pada tahap Ambil pelajaran ini adalah sangat antusias dan semangat dalam membangun kolaborasi dan komunikasi dengan rekan sejawat di sekolah, mengidentifikasi minat murid dan mencari berbagai sumber yang relevan dari berbagai
sumber tentang gambaran program yang akan diterapkan dan dilaksanakan dalam menumbuhkembangkan dan menguatkan karakter murid.

Setelah melaksanakan aksi nyata pada tahapan ini, saya lebih bersemangat lagi untuk mewujudkan program yang berdampak positif pada murid untuk menumbuhkan kepemimpinan murid (student agency).

• Pembelajaran (Findings)

Pembelajaran yang saya dapatkan pada tahapan Ambil pelajaran ini adalah ada banyak cara dalam menumbuhkembangkan dan menguatkan karakter murid terutama pada karakter nasionalisme murid.

Selain itu, sebagai guru harus lebih sering melibatkan murid dalam segala aktifitasnya, begitupun dalam menentukan suatu program sekolah, karena murid memiliki wawasan berbeda, pilihan dan kepemilikannya sendiri yang harus di fasilitasi oleh guru dan sekolah
untuk dapat menumbuhkan kepemimpinan murid.

• penerapan (Future)

Melalui kegiatan proses pembelajaran ini, semoga program pembiasaan NUTRISI ini dapat dilaksanakan dengan konsisten dan berkelanjutan dan diharapkan dapatmemunculkan ide-ide pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan bagimurid yang akan mewujudkan program yang berdampak positif bagi murid.

Kekurangan-kekurangan yang ada pada tahap ini, semoga dapat diperbaiki dengan lebih baik lagi pada tahapan selanjutnya yaitu pada tahapan Gali mimpi. Sehingga menciptakan program ini sebagai program yang berdampak positif bagi murid
dalam mewujudkan kepemimpinan murid.

Profil penulis
Arifin Hidayat,S.Pd-Cgp Angkatan 9 – SMPN 4 Cikalongwetan Kec. Cikalongwetan Kab. Bandung Barat