OPTIMALISASI PEMBELAJARAN MELALUI SIARAN RADIO

Oleh: Emi Kulsum, S.Pd.

(Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Ngamprah)

Walaupun hasil yang didapat tidak maksimal 100% seperti halnya pada saat belajar tatap muka, setidaknya kami sudah memaksimalkan proses pembelajaran dengan baik dan benar. Sehingga siswa bisa belajar secara merata dan memperoleh hak  penilaian sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Latar Belakang

Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hal ini membuat pemerintah menerapkan kebijakan ketat untuk memutus rantai penyebarannya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pembatasan interaksi masyarakat yang diterapkan dengan istilah physical distancing.

Seperti diketahui, pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH) yang berarti bekerja dari rumah. Selain itu, Surat Edaran Mendikbud Nomor: 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus disease ditandatangani pada 17 Maret 2020 di Jakarta. Hal ini membuat pembelajaran harus dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran online atau dalam bentuk pembelajaran daring (dalam jaringan).

Pembelajaran daring ini merupakan sebuah inovasi dalam pendidikan untuk untuk menyediakan sumber belajar yang bervariatif. Pembelajaran ini merupakan terobosan untuk melakukan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien guna melayani kebutuhan peserta didik dalam pendidikan, (Dewi, 2017).

Lebih lanjut Wiryanto (2020) menyatakan guru dan peserta didik di dalam pembelajaran daring dapat memanfaatkan beberapa aplikasi seperti google classroom, zoom, whatsapp grup, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Ernawati (2020) mengutip pendapat L. Dillon dan Gunawardena yang menjelaskan minimal ada tiga hal yang menentukan efektivitas pembelajaran jarak jauh. Pertama teknologi, dalam hal ini guru an peserta didik harus punya akses yang mudah terhadap jaringan dengan waktu seminim mungkin. Kedua, karakteristik pengajar, guru harus berupaya mencakup memegang peranan penting dalam efektivitas pembelajaran secara daring. Ketiga, karakteristik siswa sendiri, setiap siswa memiliki karakteristik spesifik yang harus dipahami oleh guru.

Berdasarkan ketiga aspek di atas, penulis, yang mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia, mencoba menerapkannya di awal proses pembelajaran dengan menggunakan zoomeeting di kelas IX B, hasilnya cukup bagus. Sebanyak 23 orang siswa bisa mengikutinya. Sementara, 13 orang lainnya tidak bisa mengikuti. Artinya terdapat 64 % sudah bisa menggunakan aplikasi tersebut. .

Selain itu, kami juga menggunakan google form, dan google classroom.  Namun, tetap tidak bisa 100% siswa mengikuti pembelajaran. Diperlukan proses pengembangan lebih lanjut guna mencakup pembelajaran siswa secara merata dan berkeadilan disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat di lingkungan sekolah.

Berdasarkan  hasil analisis permasalahan di atas, akhirnya disepakati sekolah menggunakan pembelajaran kombinasi daring dan luring. Pada moda daring, kami menyampaikan materi pembelajaran melalui siaran radio ESTWO frekusnsi 107,5 FM. Pengumpulan tugasnya dengan mengumpulkan modul yang dikerjakan di rumah, dan diskusinya dengan menggunakan aplikasi whatsapp grup. Sementara saat luring, siswa mengumpulkan tugas melalui modul pembelajaran yang telah dibagikan. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Langkah Penyelesaian

Terdapat sejumlah tahap yang dilaksanakan penulis, yakni:

  • Tahap pertama, penulis menerima jadwal siran radio dari sekolah, kelas IX yang dipegang oleh dua Setelah itu, kami melakukan siaran radio berdua pada hari yang ditentukan sesuai jadwal.
  • Tahap kedua, penulis membuat rancangan pembelajaran terkait materi yang akan disampaikan.

Sementara itu, langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan adalah:

A. Kegiatan Pendahuluan:

  1. Mengucapkan salam;
  2. Menanyakan kabar kesehatan peserta didik;
  3. Mengabsen siswa melalui kehadiran yang sudah dituliskannya di whatsapp grup serta mengevaluasi kehadiran pertemuan sebelumnya;
  4. Menyampaikan materi dengan kompetensi dasar mengidentifikasi gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dalam pidato persuasif   yang akan disampaikan pada hari itu;
  5. Menyampaikan tujuan pembelajaran;
  6. Mengaitkan KD yang akan dipelajari dengan relevansi kehidupan di masa yang akan datang (kebermanfaatan);
  7. Menyampaikan prosedur penilaian sikap, spiritual, pengetahuan, dan keterampilan dari KD yang disampaikan pada hari itu, serta teknis pengumpulan tugas secara luring (off line) di masa pandemi

B. Kegiatan Inti

  1. Guru memberikan stimulus materi yang akan disampaikan dengan cara guru memperdengarkan rekaman pidato melalui siaran radio sebagai dasar pemahaman siswa terkait materi yang akan disampaikan;
  2. Siswa menyimak siaran radio di rumahnya masing-masing;
  3. Guru memberikan umpan balik seputar pertanyaan-pertanyaan yang terkait ada di rekaman siaran radio yang akan dikaitkan dengan materi pelajaran yang akan dipelajari dan tersedia di modul halaman 21 sampai 23 serta buku paket halaman 37;
  4. Siswa menuliskan jawaban di buku nya masing-masing dan kangsung dijelaskan oleh pengajar di siaran radio;
  5. Siswa diberi penugasan mengerjakan modul halaman 24 serta buku paket halaman 37 dan 38.

C.  Kegiatan Akhir

  1. Guru menyimpulkan pembelajaran dari KD yang disampaikan;
  2. Guru menyampaikan materi yang akan disampaikan pada pertemuan berikutnya;
  3. Guru menutup pembelajaran.
  • Tahap ketiga

Setelah melaksanakan pembelajaran melalui siaran radio, dua hari berikutnya siswa mengumpulkan modul ke sekolah. Kegiatan pengumpulan tugas modul tersebut dilakukan secara berkala sesuai jadwal mata pelajaran masing-masing dengan protokol kesehatan ketat.

  • Tahap keempat

Setiap guru mata pelajaran mengadakan tes secara kombinasi luring (offline) dan daring (online).

Bagi siswa yang terkendala dengan fasilitas, tes dilaksanakan secara off line di sekolah dengan menggunakan pakaian bebas dan sopan. Bagi siswa yang siap dengan fasilitas, tes dilaksanakan secara on line di rumah masing-masing melalui google form.

Hasil

Hasil yang diperoleh cukup signifiikan dan bisa menjawab dari permasalahan yang telah  dijelaskan sebelum mengunakan modul dan pembelajaran melalui siaran radio. Setidaknya kami merasakan progres ke arah yang positif dari pembelajaran yang dilaksanakan. Selain itu, siswa bisa belajar di rumah dengan aman serta memperoleh nilai dari hasil belajar melalui pengumpulan tugas-tugasnya.

Selanjutnya, dari hasil pembelajaran kombinasi daring dan luring tersebut, semua siswa bisa mendapat nilai pengetahuan juga sikap. Nilai pengetahuan didapat dari hasil pengerjaan tugas-tugasnya melalui luring. Sementara, nilai sikap didapat dari keaktifan mereka dalam mengisi kehadiran di whatsapp grup.

Simpulan

Pembelajaran di masa pandemi di SMPN 1 Ngamprah bisa dilaksanakan dengan baik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Walaupun hasil yang didapat tidak maksimal 100% seperti halnya pada saat belajar tatap muka, setidaknya kami sudah memaksimalkan proses pembelajaran dengan baik dan benar. Sehingga siswa bisa belajar secara merata dan memperoleh hak  penilaian sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.***

Catatan: Tulisan di atas lebih lengkap dapat disimak di Kumpulan Buku Best Practice Guru yang segera akan terbit.

Profil Penulis

Emi Kulsum, S.Pd, Mengajar Bahasa Indonesia di  SMPN 1 Ngamprah, penulis baru membuahkan karya buku antologi di grup MGMP SR 02, dan buku modul pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis digital.

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun