Pembelajaran yang Berpihak pada Murid

Oleh: Milda Sari, S.Pd
(SDN 2 Gunung Bentang)

 

Dunia pendidikan terus berupaya menciptakan metode pembelajaran yang efektif dan efisien. Salah satu konsep yang semakin mengemuka adalah pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembelajaran yang berpihak pada murid bertujuan menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kekhasan tersebut sehingga menghasilkan pengalaman belajar yang berkualitas dan menyenangkan. Konsep ini mendasarkan pada pemahaman bahwa setiap murid memiliki kebutuhan dan potensi yang berbeda-beda.

Ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid, yaitu:

  1. Fokus pada murid: Proses belajar mengajar tidak lagi hanya berpusat pada guru, melainkan mengutamakan keterlibatan aktif murid. Murid didorong untuk mencari tahu sendiri, berdiskusi, dan menemukan jawaban atas permasalahan yang diajukan.
  2. Memahami gaya belajar murid: Setiap murid memiliki gaya belajar yang berbeda, ada yang menyukai belajar visual, kinestetik, atau auditori. Dengan memahami gaya belajar murid, guru dapat menyusun materi dan metode pembelajaran yang sesuai sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.
  3. Menghormati keberagaman: Murid berasal dari latar belakang yang beragam. Pembelajaran yang berpihak pada murid menghargai keberagaman tersebut dan menyediakan kesempatan belajar yang setara untuk semua murid.
  4. Mengedepankan asesmen yang berkelanjutan: Penilaian pembelajaran tidak hanya terpaku pada ujian akhir semester, tetapi dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai metode seperti penilaian harian, penugasan, dan observasi.
  5. Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas: Pembelajaran yang berpihak pada murid menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menggairahkan rasa ingin tahu murid. Murid didorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri.

Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan yang berpihak pada murid masih sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Beliau menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada murid dan memperhatikan kebutuhan serta potensi setiap murid. Prinsip-prinsip Trilogi Pendidikan dalam proses belajar mengajar yaitu Ing ngarso sung tulodo yang berarti Guru menjadi teladan dalam hal sikap belajar yang positif, seperti rasa ingin tahu, ketekunan, dan sportivitas. Ini menginspirasi murid untuk mengembangkan sikap yang sama dalam proses belajar mereka.

Ing Madya Mangun karsa yang berarti Guru bukan lagi sebagai pengajar yang mentransfer ilmu secara pasif, melainkan berperan sebagai fasilitator yang membimbing murid dalam proses belajar mereka.Guru menciptakan berbagai kesempatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar murid.dan yang terakhir adalah Tut Wuri Handayani Semboyan ini memiliki arti “Di belakang, memberi dorongan”.artinya Guru mendorong murid untuk menemukan bakat, minat, dan potensi diri mereka melalui eksplorasi dan pengalaman belajar yang beragam.

Berikut beberapa penjelasan Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan yang berpihak pada murid:

  1. “Pendidikan adalah taman siswa, tempat anak-anak bermain dan berkembang, bukan penjara yang mengikat mereka.” Hal ini menunjukkan bahwa proses belajar mengajar harus menyenangkan dan tidak membuat murid tertekan.
  2. “Guru bukan pengajar yang mengetahui segala hal, tetapi sebagai pembimbing yang membantu murid untuk belajar.” Guru harus mau belajar bersama murid dan tidak memposisikan diri sebagai sumber pengetahuan tunggal.
  3. “Kodrat anak itu seperti benih yang perlu ditanam dan dirawat agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.” Guru harus memahami keunikan setiap murid dan membantu mereka untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal

Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, pembelajaran yang berpihak pada murid dapat membawa manfaat sebagai berikut:

  1. Meningkatkan motivasi dan minat belajar murid
  2. Mengembangkan potensi dan kompetensi murid secara optimal
  3. Menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri murid
  4. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan inklusif
  5. Mempersiapkan murid untuk menghadapi tantangan masa depan

Pembelajaran yang berpihak pada murid merupakan konsep yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan mengutamakan kebutuhan dan potensi setiap murid, proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Para guru memiliki peran penting untuk menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang berpihak pada murid sehingga dapat menghasilkan generasi pembelajar yang mandiri, kreatif, dan berprestasi.

Profil Penulis
Milda Sari,S.Pd Lahir di Kuningan, 5 Agustus 1985 dan bertugas sebagai Guru Kelas 5 di SDN 2 Gunung Bentang Kabupaten Bandung Barat.