Pengelolaan Program Berdampak pada Murid dengan BERAKSI (Berbagi Aktualisasi dan Literasi) di SMAN 2 Padalarang

Ai Mulyati, M.Pd 
(SMAN 2 Padalarang)

Tujuan pendidikan menurut filosofi Ki Hadjar Dewantara adalah menuntut segala kekuatan kodrat pada anak agar mereka mencapai kebahagiaan dan keselamatan termasuk ke dalam berpikir berbasis aset atau kekuatan dan selalu berpikir positif terhadap anak.

Guru harus cerdas dalam mengelola dan menggali kemampuan anak sesuai dengan kodratnya agar dapat nyaman dan bahagia dalam proses pembelajaran, Serta mengembangkan potensi yang dimiliki setiap anak.

Seperti diketahui, nilai guru penggerak, yaitu mandiri, berpihak kepada murid, kolaboratif, reflektif dan inovatif. Dan berdasarkan hasil suara murid, mereka rindu untuk mengeksplor dirinya di depan temannya sesuai dengan minat dan potensi yang dimilikinya. Harapan mereka bisa diwujudkan dengan adanya program BERAKSI (Berbagi aktualisasi dan literasi). Di dalam program ini mereka bisa mengaktualisasikan diri.

Tujuan BERAKSI, yaitu menjadikan murid lebih berani mengaktualisasi dirinya sesuai dengan potensi yang dimilikinya, mengembangkan lingkungan yang melatih murid dalam proses pencapaian tujuan akademik maupun non akademik. Murid berliterasi serta berpikir kritis dan kreatif dalam mengembangkan bakatnya, sehingga memunculkan saling menghargai antara yang satu dengan yang lainnya.

Sementaraitu, sktualisasi diri adalah kebutuhan untuk menyadari dan memanfaatkan potensi diri juga pemenuhan diri dan pemahaman akan batasan-batasan serta kekurangan yang ada pada dirinya.

Abraham Maslow (1954) menjelaskan bahwa aktualisasi diri adalah kebutuhan seseorang untuk mampu menjadi apa yang diinginkan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Sedangkan, Kim Egel, seorang dokter jiwa di San Diego, berpendapat bahwa aktualisasi diri adalah kemampuan untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Namun, hal ini bukan berarti kesempurnaan, karena kesulitan dalam menghadapi hidup akan tetap dilalui.

Mengaktualisasi diri berarti murid menampilkan serta memperlihatkan potensi yang ada dalam diri mereka, dan ternyata di SMAN 2 Padalarang banyak sekali potensi yang dimiliki murid, sehingga perlu wadah untuk dapat mengembangkan potensinya tersebut dengan cara membuat program BERAKSI.

Di sisi lain, alasan penulis menggulis BERAKSI adalah untuk menggali minat dan bakat murid sesuai potensi yang dimilikinya, serta meningkatkan kembali minat literasi, dengan pengarahan dari mereka sendiri. Selain itu, mereka membuat pilihan-pilihan, menyuarakan opini, berpartisipasi aktif dan berkontribusi secara langsung lewat aksi yang dilakukan.

Seperti diketahui juga, literasi sangat penting untuk dikembangkan untuk dapat  meningkatkan literat murid yang meliputi tiga aspek utama, yaitu suara, pilihan dan kepemilikan murid.

Dukungan dari berbagai pihak akan dapat mensuskseskan program yang sudah direncanakan. Dukungan tersebut berasal dari kepala sekolah, wakasek, rekan sejabat, tim GLS, murid, orang tua dan sarana prasarana yang memadai.

Capaian BERAKSI
Aksi nyata BERAKSI (Berbagi aktualisasi dan literasi) dapat menumbuhkan kemandirian murid, serta melatih kepercayaan diri  terhadap potensi bakat yang dimilikinya, sehingga mereka bisa berbagi aksi kepada temannya, serta menumbuhkan literasi dalam diri murid dengan membaca, menulis, dan mengikuti kegiatan pelatihan menulis.

Kemudian, BERAKSI juga mampu melatih murid dalam menanamkan jiwa kepemimpinan, rasa saling menghargai, kreatif dan kritis.

Selanjutnya, berbagai macam aksi yang dilakukan murid, yaitu menampilkan aksinya sesuai dengan bakat dan minat mereka, di antaranya bidang tarian tradisional, nyanyian, karya tulis, gambar, penyajian makanan, pagelaran wayang, tarian modern dan lainnya.

Selain itu, program literasi yang sudah dilakukan di SMAN 2 Padalarang, di antaranya dengan pembiasaan membaca buku sebelum pembelajaran, membuat buku antalogi dan tunggal, literasi digital, mengadakan berbagai pelatihan menulis, pembuatan buletin sekolah.

Program BERAKSI sudah dilaksanakan di sekolah secara terprogram dan dilaksanakan dengan baik dan lancar. Hal ini berkat kerjasama antara kepala sekolah, wakasek, guru, murid. Banyak murid juga yang ingin menampilkan aksi  dalam berbagai bidang. Sehingga, penulis bersyukur karena murid menjadi lebih bersemangat dalam mengeksplor dan berbagi aksinya kepada teman-temannya.

Penulis juga merasa termotivasi karena banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang penulis dapatkan dengan melibatkan murid.  Mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Mereka ternyata sangat hebat dan kreatif dalam mengeksplor dan berliterasi.

Simpulan
Pembelajaran yang didapatkan dalam pelaksanaan aksi nyata adalah dapat membuat program yang berdampak pada murid dengan menggunakan lima tahapan BAGJA –Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi.  Kemudian, penulis juga memperhatikan diagram Y, yakni suara, pilihan dan kepemilikan murid. Dan tentu saja  dengan memperhatikan tujuh aset modal sekolah, yaitu aset manusia. lingkungan, fisik, finansial, aset sosial, aset politik dan aset agama budaya.

Akhirnya, rencana perbaikan untuk  pelaksanaan di masa yang akan mendatang tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid supaya terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan murid. dan untuk mewujudkan keberpihakan kepada mereka, serta mengembangkan bakat dan minat yang dimilikinya.*

Profil Penulis

Ai Mulyati lahir di Sumedang 20 September. Lulusan S2 Bahasa Indonesia di IKIP Siliwangi Bandung. Sekarang membaktikan diri menjadi guru di SMAN 2 padalarang. Senang dunia sastra. Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Bandung Barat. Beberapa karya sudah diterbitkan di antaranya Buku Merangkai kata merajut Asa, Antologi Guru dalam Bingkai Cerpen, Pelangi Remaja, Goresan kalam dalam dunia pendidikan, Kumpulan Puisi Akrostik Rembulan merah, The Magic of Inspiration, Meraih Mimpi Menggapai Asa bersama PRASIPURBA, Inilah Pramuka,  Kumpulan Puisi Akrostik LDR (Lelah Disiksa Rindu). Antologi Puisi Akrostik Tangis Indonesia, Seranai Nama Terkasih, Griwa kala Corona, Resep Menulis untuk Pemula, Dalam Renungan Sehimpun Esai Pendidikan Merdeka Belajar Motivasi untuk belajar selalu Melekat dalam Dirinya.

Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun-Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat