“PENTASMU” – PEKAN KREATIVITAS MURID

Oleh: Yuniar Srimulyati, S.Pd
(SDN 3 Ciharashas)

 

Kurangnya sikap aktif dan kreatif murid di SDN 3 Ciharashas menjadi dasar penulis untuk membuat suatu program yang berdampak pada murid. Program ini diharapkan dapat menggali potensi yang dimiliki, sehingga murid memiliki sikap aktif dan kreatif dalam bidang seni dan keterampilan sesuai dengan bakat, minat, potensi dan kesenangan yang dimilikinya sehingga berdampak positif untuk bekal hidupnya.

Hal tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yaitu untuk “menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya” (Dewantara, 1961: 20).

Dengan mengikuti program guru penggerak, banyak ilmu yang saya dapatkan, berkolaborasi dengan rekan-rekan guru lainnya baik yang ada di sekolah maupun rekan di guru penggerak lainnya. Sehingga saya mulai tergerak, bergerak dan menggerakan untuk menyusun sebuah program yang dapat meningkatkan kreativitas murid yaitu program “pentasmu” (Pekan Kreativitas Murid).

Program Pentasmu adalah program ajang pameran kreasi murid yang dibuka untuk kalangan dalam sekolah yang termasuk kedalam kegiatan kokurikuler. Program Pentasmu ini melibatkan kepemimpinan murid mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program. Murid dapat menghasilkan karya baik itu karya seni lukis, karya dari barang bekas, seni tari dan masih banyak yang lainnya.

Latar belakang program “Pentasmu” adalah untuk mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid dalam menumbuhkembangkan kepemimpinan murid dengan berbasis kekuatan yang dapat menumbuhkan budaya positif di sekolah, memanfaatkan aset yang ada di sekolah dengan optimal, serta menumbuhkan kepemimpinan murid dengan pemanfaatan aset suara, pilihan dan kepemilikan murid yang dimiliki oleh murid yang dapat dikembangkan untuk menciptakan pola pikir positif, menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri pada diri murid dengan cara berkolaborasi.

Tujuan dari program ini adalah melatih keterampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan akademik maupun nonakademiknya dengan mengekspresikan minat dan bakat murid, mengeksplorasi minat bakat murid dan memberikan pengalaman dalam menggunakan pola pikir positif, menumbuhkan dimensi pelajar pancasila dengan melibatkan aspek suara, pilihan dan kepemilikan, dan murid dapat mengembangkan minat dan bakatnya dengan menghasilkan karya yang telah dibuat.

Capaian, langkah-langkah yang diharapkan dalam program ini yaitu murid  menunjukkan sikap berpartisipasi dalam kegiatan pentasmu baik dari segi keterampilan, maupun minat dan bakat yang mereka miliki. Langkah-langkah yang dilakukan adalah menyusun program sesuai alur TIRTA, yang dapat melibatkan murid dan semua warga di sekolah di dalamnya. Hasil yang diharapkan adalah terwujudnya murid yang berprofil pancasila melalui program pentasmu.

Struktur program dan mitra pentasmu  meliputi skala program pentasmu, program ini diikuti mulai dari kelas 1 (satu) sampai dengan kelas 6 (enam). Pengaturan Program ini mencangkup kegiatan pameran hasil karya murid yang telah dilaksanakan dalam proses kokurikuler kemudian  dipamerkan di pentasmu, dalam program ini juga melaksanakan pagelaran tari-tari tradisional oleh murid.

Program ini dilaksanakan dengan memanfaatkan 7 aset yang disudah dipetakan secara optimal, serta melibatkan semua warga sekolah dengan cara berkolaborasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, target pelaksanaan adalah satu tahun sekali di akhir semester pertama. Mitra program pentasmu adalah semua warga sekolah termasuk kepala sekolah, guru, orang tua muri dan murid.

Kapasitas yang dimiliki kelas atau sekolah SDN 3 Ciharashas yaitu :

  1. Modal manusia: KS, guru, orang tua murid dan murid
  2. Modal sosial: berkoordinasi dan berkolaborasi dengan warga sekolah terkait dengan program pentasmu (Pekan Kreativitas Murid)
  3. Modal finansial; dana BOS, kas murid
  4. Modal fisik; bangunan sekolah ruang kelas, laptop, wifi, dan printer, speaker
  5. Modal lingkungan; tanaman
  6. Modal agama/ budaya; pertunjukan seni
  7. Modal politik : kebijakan KS dan aturan sekolah

Adapun rencana evaluasi yang akan dilakukan dalam program pentasmu adalah sebagai berikut:

  1. Monitoring : dengan melakukan wawancara dengan orang tua, rekan guru dan murid berkaitan dengan pelaksanaan program “pentasmu”
  2. Learning : dengan menganalisis dampak positif dan negatif serta tantangan dalam program ini
  3. Evaluasi : dengan melakukan refleksi terkait pelaksanaan program “pentasmu”
  4. Reporting : membuat laporan tentang pelaksanaan program

Kemungkinan tantangan yang dihapadi dalam melaksanakan program pentasmu  adalah berkaitan dengan anggaran karena ada beberapa kebutuhan yang memerlukan biaya seperti sound sistem, panggung dan lain sebagainnya,  konsistensi pelaksanaan program serta dukungan dari berbagai pihak. Berdasarkan tantangan yang dihadapi maka solusi untuk mengatasinya adalah melakukan komunikasi yang baik, berkoordinasi serta berkolaborasi  dengan seluruh warga sekolah. **

 

Profil Penulis
Yuniar Srimulyati, S.Pd, lahir di Bandung pada tanggal 5 Januari 1985, merupakan anak ke 5 dari 6 bersaudara. Penulis telah menyelesaikan program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tahun 2009.  Penulis merupakan guru SDN 3 Ciharashas, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.