PROGRAM PEMANFAATAN SAMPAH ”FASAH”

Oleh: Anisa Kusuma W. S.Pd
(Guru SDN Cisintok)

 

Program pemanfaatan sampah merupakan program yang dibentuk berdasarkah keresahan di lingkungan sekitar dan berdasarkan diagram Y yang mengakomodir kebutuhan siswa berdasarkan Suara (Voice), Pilihan (Choise) dan Kepemilikan (Ownership).

Menurut hasil suara terbanyak siswa (voice) sampah selalu menjadi momok di semua tempat. Banyaknya sampah di lingkungan terasa mengganggu lingkungan sekitar. Kemudian pilihan siswa (choise) siswa-siswi membuat pilihan program untuk membuat kerajinan tangan dari sampah yang di daur ulang. Selanjutnya yang terakhir adalah kepemilikan (ownership) siswa merasa memiliki terhadap sekolah dan menginginkan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman. Hasil dari produk dari sampah yang dihasilkan nantinya akan bermanfaat bagi siswa dan sekolah.

Aset modal yang dimiliki sekolah yaitu modal manusia yang meliputi guru, kepala sekolah, siswa, wali murid, penjaga sekolah, petugas kebersihan dan keamanan. Aset fisik berupa gedung sekolah, lapangan, halaman sekolah, taman sekolah, wifi, laptop, pengeras suara dan printer. Aset sosial di sekitar sekolah terdapat komunitas peduli sampah yang mengumpulkan sampah dalam bank sampah PHIESAW di Cisasawi yang menerima sampah organik dan an organik dari para warga untuk ditukarkan dengan uang. Tentunya keberadaan bank sampah tersebut sangat mendukung keberhasilan program pemanfaatan sampah di SDN Cisintok.

Sasaran program untuk dilaksanakan di kelas tinggi yaitu kelas 4, 5 dan 6 SDN Cisintok. Namun, tidak menutup siswa kelas rendah untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan. Sampah yang diolah terbagi menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos dan eco enzyme. Sedangkan untuk sampah anorganik bisa menghasilkan produk dari sampah plastik botol minuman, tutup botol, gelas minuman, dan sampah dari kertas yang diolah dari bubur kertas menjadi kerajinan yang menghasilkan nilai seni dan ekonomis. Hal tersebut sesuai dengan visi guru penggerak dan sekolah yaitu “Membentuk Generasi Yang Berkarakter, Berkompetensi dan Berbudaya Lingkungan Sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila”.

Langkah-langkah pelaksanaan program pada tahap pertama menyusun rencana, tahap kedua mendemonstrasikan kepada rekan guru dan siswa, tahap ketiga melaksanakan program di sekolah. Tahap uji coba pelaksanaan program dimulai di tahun pelajaran 2023/ 2024 mulai pelaksanaan pendidikan guru penggerak angkatan 9 dari bulan Agustus 2023 sampai dengan April 2023. Program lanjutannya akan dilaksanakan di tahun pelajaran 2024/ 2025 dan seterusnya. Pengaturan ruangan dilaksanakan di halaman sekolah.

Evaluasi uji coba program perlu penyampaian tugas secara jelas agar hasil produk yang dihasilkan siswa sesuai dengan harapan. Maka dari itu perlu penyeleksian produk yang mempunyai nilai seni dan manfaat. Tantangan dari program ini adalah menggerakkan komunitas yang ada di sekolah seperti siswa, guru dan tenaga kependidikan, dan para pedagang yang ada di lingkungan sekolah untuk aktif dalam pemilahan sampah. Selain itu tantangan untuk menghasilkan produk dari sampah yang memiliki nilai jual yang tinggi sehingga menguntungkan sekolah dan menumbuhkan mindset peduli lingkungan dengan pemanfaatan sampah.

Solusi dari tantangan tersebut diatas diantaranya perlu memanfaatkan semua aset yang ada di sekolah semaksimal mungkin, menambah literasi tentang pengelolaan sampah menjadi barang yang bermanfaat, koordinasi dan kolaborasi dengan semua pihak terkait, mendatangkan narasumber yang kompeten tentang pemanfaatan sampah dan Menggunakan dana seminimal mungkin untuk menghasilkan hasil yang maksimal. *

Profil Penulis
Anisa Kusuma Wahdati merupakan pengajar di SDN Cisintok Kec. Parongpong, Kab.   Bandung Barat yang memiliki  Motto Hidup, “Terus Belajar Sepanjang Hayat”