Program “SABER”-Sikap Peduli Siswa Terhadap Kebersihan Lingkungan Sekolah

Oleh: Tuti Sugilestari, S.Pd
(Guru SMP Negeri 4 Ngamprah)

Dilatarbelakangi adanya keluhan dari siswa dan guru terkait kebersihan lingkungan sekolah dan fasilitas sekolah yang kotor dan tidak bisa digunakan, contohnya ruang kelas yang selalu kotor, toilet yang bau dan tidak berfungsi, serta berserakannya sampah hampir di seluruh lingkungan sekolah.  Faktor penyebabnya adalah kurangnya rasa peduli dari managemen dan warga sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas sekolah.

Sebenarnya sekolah memiliki modal aset yang bisa dipergunakan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan asri. Salah satu modal aset tersebut adalah murid, namun pemberdayaannya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan asri belum optimal. Yang menjadi fokus utama dalam mewujudkan hal tersebut adalah harus tumbuhnya rasa kepedulian murid terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Dengan mengacu pada penguatan Profil Pelajar Pancasila maka perlu adanya sebuah program yang dapat turut membantu terbentuknya karakter murid yang peduli, kreatif, mandiri, dan senang bergotong royong. Program yang akan disusun tersebut juga harus dapat memberikan dampak yang positif pada murid terutama dalam mendorong tumbuhnya jiwa kepemimpinan murid.

Untuk itu penulis sebagai seorang Guru Penggerak di SMP Negeri 4 Ngamprah mencoba menggagas sebuah program kegiatan yang akan mendorong tumbuhnya kepemimpinan pada murid dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Program tersebut penulis beri nama “SABER” Satgas Kebersihan .

SABER adalah sebuah program yang bertujuan untuk membentuk tim satgas kebersihan yang akan bergerak untuk memantau, menjaga serta mengevaluasi kebersihan di lingkungan sekolah. Melalui program ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian murid terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Awalnya penulis merasa ragu karena khawatir tidak akan mendapatkan respon atau dukungan dari Kepala Sekolah, rekan sejawat, dan juga para murid. Namun setelah penulis melakukan tahapan-tahapan dalam alur BAGJA ternyata penulis mendapatkan respon positif dari semua pihak. Semua menyambut baik dan antusias ingin turut berkolaborasi. Semua pihak memiliki keinginan yang sama terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan asri sesuai dengan visi SMP Negeri 4 Ngamprah yaitu JUARA, Jujur, Unggul, Agamis, Rasional dan ASRI.

Penulis pun beroleh pembelajaran dari pelaksanaan aksi nyata yaitu pentingnya melakukan diskusi awal dengan pihak-pihak terkait sebelum sebuah program dilaksankan. Hal ini perlu dilaksanakan karena kita dapat berbagi pengalaman dan mendapatkan masukan-masukan positif terhadap program yang kita laksanakan. Melalui kegiatan diskusi pula, segala tantangan yang muncul diharapkan dapat diminimalisir yaitu dengan memanfaatkan aset utama yang ada di sekolah.

Selain itu, penting juga untuk melibatkan murid dalam setiap kegiatan di sekolah agar murid dapat menyuarakan pendapatnya, menentukan pilihan yang mereka inginkan sesuai dengan minatnya dan akan merasa memiliki program yang berguna bagi mereka.

Dengan melibatkan murid dalam menyusun sebuah program kegiatan disekolah telah memberikan sebuah pengalaman baru dan berbeda pada murid. Meraka jadi antusias dan lebih percaya diri dalam memberikan ide serta pendapat.

Dengan dirancangnya program SABER mereka jadi sangat bersemangat untuk melaksanakan program kebersihan padahal biasanya mereka terkesan malas-malasan dalam membersihkan lingkungan sekolah. Muncul pula rasa bangga dalam diri mereka untuk mengemban tugas dan tanggung jawab karena telah diberi kepercayaan untuk dapat mengelola sebuah program sehingga mereka berkomitmen untuk melaksanakannya dengan sepenuh hati dan bersungguh – sungguh.

Semoga Program “SABER” benar -benar menjadi sebuah program yang dapat memberikan dampak posistif pada murid, sehingga murid dengan kesadaran dirinya sendiri dapat bersungguh -sungguh, konsisten, dan berkelanjutan dalam menjalankan program tersebut. Diharapkan pula dengan adanya program SABER di sekolah dapat mewujudkan Profil Pelajar Pancasila terutama pada karakter mandiri, gotong royong dan kreatif  serta dapat mendorong tumbuhnya kepemimpinan pada murid.

 

Profil Penulis
Tuti Sugilestari, lahir di Bandung pada tanggal 06 Oktober 1979. Bertempat tinggal di Perum Cilame Permai, Cilame, Ngamprah Bandung Barat. Penulis adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan telah mengabdi selama 18 tahun masa kerja. Kini penulis bertugas di SMP Negeri 4 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Penulis menyenangi dunia sastra dan tarik suara. Penulis adalah salah satu Calon Guru Penggerak Angkatan 9. Moto hidup penulis adalah “Jalani dan nikmati apa yang yang sedang dialami karena semua itu akan membuat kita menjadi semakin banyak tau dan banyak bisa”.