SADIKA-Sampah Menjadi Karya

Oleh: Neneng Siti Komalasari, S.Pd
(SD Negeri 3 Cisomang)

 

Salah satu gagasan Kemendikbudristek dalam rangkaian Program Merdeka Belajar adalah Guru Bergerak Indonesia Maju. Guru merupakan garda terdepan pendidikan. Kemendikbudristek mencanangkan Program Guru Penggerak untuk membentuk seorang tenaga pendidik menjadi pemimpin pembelajaran Abad 21. Program PGP ini menjadi salah satu inovasi yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Program yang berdampak positif pada murid yang disusun pada Modul 3.3 di SD Negeri 3 Cisomang adalah Program “SADIKA” (Sampah Menjadi Karya) yakni program kokurikuler yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan murid melalui kegiatan pelestarian lingkungan bersih dan indah dengan mendaur ulang sampah non organik menjadi sebuah karya. Dengan program ini, dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap limbah sampah yang berada di sekeliling mereka terutama di sekolah dan tempat tinggal mereka. 

Program ini dilaksanakan setiap hari sabtu oleh murid kelas IV, V dan VI. Program ini melibatkan murid dari mulai perencanaan pelaksanaan evaluasi hingga refleksi sehingga diharapkan program ini dapat mempromosikan suara (voice), pilihan (choice) dan kepemilikan murid (ownership).

Latar Belakang:

  • Mengelola sampah dengan benar adalah salah satu cara penting untuk menjaga lingkungan sekolah agar tetap bersih dan sehat.
  • Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengelola sampah. Prinsip ini bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan memanfaatkan kembali sampah yang dapat didaur ulang.
  • Kepemimpinan murid harus dikembangkan dengan program yang berpihak pada murid untuk membangun karakter profil pelajar Pancasila. Sadika merupakan program yang dilakukan untuk mengelola dan menghasilkan karya dari sampah yang dalam penerapannya harus dilakukan secara konsisten dan terus-menerus.
  • Semua warga sekolah dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta lingkungan yang kondusif untuk belajar. 

Tujuan Program:

  • Menumbuhkan budaya positif di sekolah
  • Meningkatkan kesadaran murid terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan
  • Menumbuhkan sikap mandiri dan kreatif dalam mewujudkan pemimpin pembelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran akademik dan non akademik
  • Menguatkan interaksi sosial antara murid secara positif, arif dan bijaksana sekaligus meningkatkan rasa gotong royong dan kepemimpinan murid

Aset dan Sumber daya:

  • Modal manusia : murid, guru, wali murid, dan kepala sekolah
  • Modal social : kolaborasi dengan warga sekolah
  • Modal politik : melibatkan murid sebagai pemimpin pembelajaran (student agency) dan kebijakan kepala sekolah
  • Modal agama dan budaya : siswa beragama islam dan 100% merupakan suku sunda
  • Modal fisik : sarana dan prasarana untuk mendaur ulang sampah non organik 
  • Modal lingkungan : sekolah yang aman dan nyaman
  • Modal finansial : Bantuan Oprasional Sekolah (BOS)

Rencana Evaluasi Program :

Kegiatan evaluasi program akan dilaksanakan setiap selesai pelaksanaan dan setiap bulannya menggunakan angket maupun wawancara. dari umpan balik yang diberikan murid, akan dijadikan bahan diskusi dan refleksi bersama kepala sekolah dan rekan guru demi perbaikan program agar lebih baik dan lebih berdampak.

Solusi Tantangan :

  • Membuat kesepakatan dan keyakinan kelas dengan menerapkan disiplin positif
  • Berkolaborasi dengan kepala sekolah untuk memfasilitasi dan melengkapi sarana dan prasarana
  • Melibatkan murid dalam melakukan evaluasi program
  • Pemberian apresiasi dan motivasi baik kepada murid maupun guru
  • Memaksimalkan kolaborasi dan komunikasi dengan wali murid.

 

  • Peristiwa (Fact)

Guru berdiskusi dan melakukan survey kepada murid tentang kegiatan apa saja yang menarik serta karya apa saja yang bermanfaat dari daur ulang sampah non organik. Selanjutnya saya mencari informasi di internet melalui youtube, tiktok atau media lainnya, dan juga mencari informasi kepada rekan yang ada disekolah tentang karya apa yang menarik untuk meningkatkan kreatifitas murid sehingga menjadi murid yang inovatif, mandiri dan bergotong royong. Dalam kegiatan berdiskusi saya berusaha menggali ide atau gagasan dari murid mengenai kegiatan yang menarik yang dapat menghasilkan karya dari sampah non organik sehingga kemandirian murid dan kerjasama murid dapat meningkat.

  • Perasaan (Feeling) 

Saya merasa sangat senang dan bersemangat, karena dapat melakukan survei terhadap murid tentang kegiatan apa yang menarik bagi murid dan karya apa yang akan dibuat dari program SADIKA ini. Selain itu, ketika saya berdiskusi terkait rancangan program yang diinginkan untuk mendukung program SADIKA, murid sangat antusias untuk berkolaborasi menyusun karyanya yang terbaik. Oleh karena itu, saya merasa sangat optimis melalui program “SADIKA” ini dapat berjalan dengan maksimal karena murid merasa suaranya, pilihannya dan memiliki program ini serta dapat mengetahui manfaat dari program tersebut.

  • Pembelajaran (Finding)

Pembelajaran yang diperoleh yaitu:

  • Murid antusias mengenai kegiatan apa yang akan dilakukan karena murid diberi kebebasan untuk memilih karya yang sesuai dengan keinginannya 
  • Murid merasa dihargai karena dilibatkan secara langsung mulai dari perencanaan dan pelaksanaan program sehingga dapat menyuarakan pendapatnya, menentukan pilihan sesuai minatnya, dan memiliki program sehingga rasa tanggung jawabnya timbul dari dirinya sendiri.
  • Guru memiliki peran yang penting dalam menggali mengapresiasi ide atau gagasan agar setiap program selalu berpihak pada murid.

 

  • Penerapan (Future)

Melalui penerapan pengembangan kreativitas dan apresiasi dalam program ini, diharapkan mampu meningkatkan potensi murid untuk menumbuhkan kemampuan literasinya baik itu melalui tulisan dan video untuk memperdalam pemahamannya secara langsung serta dapat menumbuhkan kemampuan, minat, bakat, keterampilan, kepemimpinan, dan percaya diri murid dalam mengembangkan kemampuan akademik dan non akademik sehingga murid terlibat aktif dalam proses belajarnya dan dapat menumbuhkan jiwa gotong royong melalui kegiatan berkolaborasi dalam membuat karya. Diharapkan program ini dapat menumbuhkan karakter murid sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. **