SEMBADA – Senang Membaca Bahasa Sunda

Oleh: Nandang Rukmana, S.Pd
(Guru PJOK di SDN 2 Cicangkanghilir Cipongkor)

 

SEMBADA (senang membaca bahasa Sunda) adalah program literasi untuk mewujudkan generasi yang literat dan mencintai budaya daerah. Program ini digagas karena melihat rendahnya kecintaan murid terhadap budaya dan bahasa sunda berdasarkan data yang objektif dikehidupan sehari-hari.

Latar Belakang

  1. Sebagai respons terhadap kurangnya minat baca murid pada bacaan yang berbahasa Sunda
  2. Merupakan inisiatif pendidikan yang mengedepankan prinsip-prinsip Ki Hadjar Dewantara, dirancang untuk mendorong dan menumbuhkembangkan kepemimpinan murid melalui eksplorasi minat dan bakat mereka.
  3. Memberi kesempatan untuk menghadapi berbagai pilihan dan tantangan, yang pada akhirnya akan membantu mereka dalam mengembangkan keterampilan berbahasa sunda.
  4. Mengakomodasi kebutuhan sekolah dengan karakteristik unik yaitu potensi dan minat bakat yang bervariasi.

Tujuan Program

  1. Untuk menumbuhkan Budaya Positif Sekolah.
  2. Menumbuhkan minat baca murid terhadap buku bahasa Sunda.
  3. Menumbuhkan kecintaan murid terhadap bahasa daerah (Sunda)

Capaian langkah-langkah dan hasil yang diharapkan untuk setiap tujuan

  1. Mendiskusikan rancangan program “SEMBADA”bersama Kepala Sekolah dan Guru-Guru.
  2. Mengkoordinasikan rancangan jadwal pelaksanaanprogram dengan wali kelas 4, 5, dan 6
  3. Membuat catatan perkembangan dan evaluasikegiatan setiap murid.
  4. Menyusun tim pemantau (yang terdiri dari Kepala Sekolah, dan Guru/wali kelas 4, 5, dan 6.
  5. Menyusun jadwal pelaksanaan.

Struktur program dan Mitra

Program ini merupakan program ko-kurikuler yang menggunakan pendekatan Inquiri Apresiatif (IA) melalui desain BAGJA. Sasaran program “SEMBADA” pada jenjang sekolah dasar kelas 4, 5, dan, 6, melalui program ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan kecintaan murid terhadap Bahasa dan budaya daerah dengan memanfaatkan aset-aset yang

dimiliki sekolah. Program “SEMBADA” ini dilaksanakan setiap hari kamis. sebelum masuk jam sekolah. Upaya untuk menempatkan murid dalam perencanaan dengan memperhatikan Voice, Choice, dan ownership. Mitra program kepala sekolah, guru, murid, orang tuamurid, komite sekolah.

.Aset Modal yang Dimiliki

Sekolah memiliki beberapa aset yang dapat mendukung program “SEMBADA” , aset-aset tersebut antara lain:

  1. Modal Manusia Kepala Sekolah, Guru-guru, Murid, Komite Sekolah.
  2. Modal Sosial Menjalin kolaborasi dengan orang tua murid.

Rencana Evaluasi

Evaluasi program akan dilakukan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan program sehingga dapat dilakukan perbaikan-perbaikan kedepannya. Lini masa evaluasi program kegiatan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Sumber data untuk bahan evaluasi yaitu dapat berupa hasil observasi, survey, atau wawancara dengan murid, serta akan dilaksanakan diskusi antara kepala sekolah, guru-guru, komite sekolah terkait program yang sedang dilaksanakan.

Kemungkinan tantangan

Kurangnya minat murid dalam membaca buku Bahasa Sunda.

Rencana solusi untuk menghadapi tantangan

Memberikan motifasi kepada murid, untuk selalu bersemangat dalam menjalankan program dengan jadwal yang telah disepakati, serta memberi penguatan kepada murid bahwa dengan membaca bahasa sunda dapat menambah wawasan keilmuan serta akan menemukan nasehat-nasehat yang baik tentang kehidupan.

 

Profil Penulis
Nandang Rukmana, S.Pd adalah Guru PJOK di SDN 2 Cicangkanghilir kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat, bertugas dari tahun 2009 sampai sekarang. Program yang berdampak positif pada murid  telah disusun selama mengikuti PGP angkatan 9 Kabupaten Bandung Barat, yaitu program “SEMBADA” (Senang Membaca Bahasa Sunda).