SMPN 2 PARONGPONG GANDENG BNN MENGGELAR WEBINAR ANTI NARKOBA

Parongpong (Newsroom).  Memasuki Tahun Pelajaran 2021/2022, SMPN 2 Parongpong menggandeng BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk melaksanakan kegiatan  Webinar  tentang  Sosialisasi Anti Narkoba. Kegiatan bertemakan  Membangun Generasi Muda yang Sehat, Mandiri, dan Berprestasi tanpa Narkoba  di  Era Pandemi Covid -19 tersebut,  menghadirkan Reni Jabar  dan Purnama Wijaya, narasumber yang merupakan Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, dan Penyuluh Narkoba BNN Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/7/21).

Kepala SMPN 2 Parongpong, HJ. Yeti Resmiati, mengapresiasi kegiatan di atas. Menurutnya, di tengah kondisi masa pandemi Covid-19 ini, semuanya tidak boleh lengah dengan penyakit berbahaya  yaitu Narkoba. Sehingga informasi tentang bahaya narkoba perlu terus disosialisasikan.

“Kami memberikan agapresiasi kegiatan webinar ini.  Di tengah kondisi masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, kita tidak boleh lengah dengan penyakit berbahaya,  yaitu Narkoba. Oleh karena itu, pengenalan dan penguatan informasi tentang bahaya narkoba perlu terus digaungkan dan disosialisasikan,” ujarnya.

Lebih jauh ditambahkan, kehangatan dalam keluarga, termasuk kasih sayang orang tua dan guru yang maksimal, adalah hal mendasar yang harus diperhatikan. Menurutnya, jika hal ini tidak menjadi perhatian, maka siswa akan mencari perhatian di luar rumah. Di sinilah narkoba menawarkan kepada anak- anak yang sedang galau dan butuh perhatian dari luar rumah. Oleh karena itu, setiap orang tua, para guru, utamanya BK, untuk tidak pernah bosan dalam memberikan nasihat. Selain itu, setiap guru dan orang tua ditutuntut untuk memiliki kecerdasan dan keuletan, serta ilmu pengetahuan yang memadai, termasuk memiliki trik- trik yang jitu dalam menghadapi cara pergaulan mereka.

Sementara itu, Renny Jabar, narasumber dari BNN  dalam paparannya, menjelaskan pengertian remaja dan dampak pandemi bagi para siswa. Menurutnya, pada masa pandemi ini proses belajar menjadi lebih berat sehingga meningkatkan resiko berbahaya bagi pelajar. Mereka rentan mengakses konten-konten yang tidak seharusnya dan memungkinkan terjadinya peningkatan stress yang lebih tinggi sehingga beresiko terpapar penyalahgunaan narkoba.

Ditambahkannya, dampak yang akan ditimbulkan pada kesehatan para pengguna narkoba, yakni  dapat menyebabkan stroke, kebocoran katup jantung, dan hepatitis C, sampai dengan gangguan kejiwaan. Selain itu, menurut penelitian, sekitar 24% pengguna narkoba berasal dari kalangan pelajar. Sekitar 92,6% penyebabnya berasal dari pengaruh lingkungan pertemanan. Maka sangatlah penting untuk dapat memilih lingkungan pertemanan yang baik dan kondusif dalam membentengi diri dari jeratan narkoba.

Di sisi lain, Purnama Wijaya, narasumber lainnya, mengungkapkan tentang materi Bagaimana Menolak Narkoba di Masa Pandemi.  Dijelaskannya mengenai efek narkoba pada sistem syaraf otak, beserta tips mencegah kejahatan narkoba melalui internet, dan media sosial. Menurutnya, hal ini dapat dilakukan dengan menghindari untuk memposting data diri. Termasuk mengingatkan tentang password akun pribadi untuk tidak menyimpannya sembarangan. Selain itu, untuk selalu mewaspadai orang yang baru dikenal dan selalu berkomunikasi dengan orang tua serta guru.

Lebih jauh disampaikannya, siswa harus memilliki keterampilan untuk menolak segala potensi ke arah yang kurang baik . Skill ini dapat bermanfaat ketika seseorang menekan atau memaksa untuk melakukan hal-hal yang tidak disukai. Purnama membekali mereka dengan  12 cara secara lisan untuk menyatakan penolakan. Diharapkan di kemudian hari mereka dapat lebih kuat menyatakan pendiriannya melawan narkoba.

Di lain pihak,  Rizki Sazna, siswa peserta webinar, menyampaikan bahwa webinar ini sangat bermanfaat bagi dirinya karena dapat mengetahui bahaya narkoba bagi masa depan. Hal ini juga disampaikan Yati Sumiati,  salah seorang perwakilan orang tua siswa, setelah mengikuti  kegiatan ini diperoleh banyak informasi baru, seperti  ketika seseorang sudah terpapar narkoba ternyata meskipun sudah direhabilitasi, kerusakan otak yang sudah ditimbulkan  tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu, sangat penting untuk diketahui agar anak-anak terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Selanjutnya, Asep Kurnia, Komite Sekolah, berpesan pada hakikatnya anak berada dalam tanggung jawab orang tua. Dalam hal ini, sekolah berbagi tanggung jawab dalam hal mendidik mereka bukan hanya menjadi pribadi yang pandai dan berakhlak mulia tapi juga sehat jiwa dan raganya.  Oleh karena itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menggapai tujuan itu.

“Pada hakikatnya anak berada dalam tanggung jawab orang tua. Sekolah pun mengambil tanggung jawab dalam hal mendidik siswa bukan hanya menjadi pribadi yang pandai dan berakhlak mulia tapi juga sehat jiwa dan raganya. Webinar ini salah satu upaya menggapai tujuan tersebut. Semoga langkah kecil ini dapat menginspirasi  para guru, para orang tua, dan peserta didik untuk mengambil langkah besar untuk mengatakan  TIDAK PADA NARKOBA. Maka akan terwujudlah masa depan generasi Indonesia yang cemerlang tanpa narkoba di atas Rida Allah Swt.  Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin,”  tandasnya.***

Berita: Budi Ruhiat 

Sumber Berita dan Foto: Hj. Yeti Resmiati, MM (Kepala SMPN 2 Parongpong)

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun