SOSIALISASI ‘STEM’ SEBAGAI UPAYA MEMOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR

Berita: Adhyatnika GU

BANDUNG-(NEWSROOM). Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat menyelenggarakan sosialisasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), suatu pendekatan pembelajaran yang diyakini lebih aktif dan bermakna. STEM diyakini dapat membuat peserta didik lebih aktif, termotivasi dan dapat menjadikan pembelajaran yang efektif sehingga dapat mempermudah siswa dalam mempelajari serta memahami suatu konsep. 

“Program sosialisasi STEM dimaksudkan agar memperkaya khazanah para guru dalam mengembangkan pembelajaran di masing-masing sekolah. Pada akhirnya, para siswa  dapat memiliki daya saing tinggi di tataran global,” ungkap Dadang A. Sapardan, Kabid SMP Disdik Kab. Bandung Barat, pada saat membuka sosialisasi STEM di Hotel endah Parahyangan Bandung, Senin (11/3/2019).

Cece Sutia, penyaji materi sosialisasi STEM mengungkapkan bawa pendekatan pembelajaran ini mampu menciptakan sebuah sistem pembelajaran secara kohesif, aktif, serta bermakna. Oleh karenanya, sangat layak untuk digalakkan dalam dunia pendidikan khususnya di Bandung Barat. Pendekatan dalam mengatasi permasalahan di dunia nyata dengan menuntun pola pikir siswa layaknya insinyur dan ilmuwan berpikir.

Melalui STEM ini, masih menurut Cece, siswa dituntun menjadi pemecah masalah, bahkan sebagai penemu. Selain itu siswa diarahkan menjadi seorang inovator, dan juga dibimbing dalam membangun kemandirian. STEM juga mengarahkan para siswa untuk senantiasa  berpikir logis, melek teknologi, dan mampu menghubungkan  STEM dengan dunia kerjanya. STEM pun menerapkan dan menitikberatkan pada pembelajaran berbasis pemecahan masalah yang sengaja menempatkan penyelidikan secara ilmiah dan penerapan matematika dalam konteks merancang teknologi sebagai bentuk pemecahan masalah. Penyelidikan ilmiah jarang terjadi dalam pendidikan teknologi dan kegiatan mendesain teknologi jarang terjadi di kelas sains. Tetapi di dalam kehidupan sehari-hari, desain dan penyelidikan ilmiah secara rutin diaplikasikan secara bersamaan sebagai teknis solusi untuk masalah dunia nyata.

Sementara itu, Dadang A. Sapardan menambahkan bahwa kecakapan yang harus  dikembangkan dalam menjawab tantangan pendidikan pada abad 21, adalah melalui berbagai model kegiatan pembelajaran berbasis pada aktivitas yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran. Oleh karena itu, STEM sebagai salah satu pendekatan pembelajaran sangat layak diaplikasikan dalam proses belajar mengajar, sehingga Bandung Barat dapat sejajar serta tidak ketinggalan dari daerah/kota lain yang sudah terlebih dahulu menerapkannya. ***