TANCAWALA (Tantangan Membaca Dari Wali Kelas)

Oleh: Astini Kuswati, S.Pd
(Guru SMPN 2 Cisarua)

 

Literasi sekolah merupakan fondasi penting dalam menuju pendidikan yang efektif. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan komunikasi, pemahaman informasi, dan pemikiran kritis. Artikel ini akan membahas mengapa literasi sekolah sangat penting dan bagaimana meningkatkannya di lingkungan pendidikan.

Pentingnya Literasi Sekolah.

Membuka akses pengetahuan. Literasi memungkinkan siswa untuk mengakses informasi dari berbagai sumber, termasuk buku, artikel, dan media online. Ini membantu mereka memperluas wawasan dan pemahaman tentang berbagai topik.

Selanjutnya,l pengembangan kemampuan berpikir kritis. Melalui membaca dan menulis, siswa belajar untuk mempertanyakan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi. Ini membentuk kemampuan berpikir kritis yang penting dalam menghadapi tantangan dan memecahkan masalah.

Kemudian, meningkatkan kemampuan komunikasi. Literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang kemampuan menyampaikan ide dan gagasan dengan jelas dan efektif. Ini membantu siswa dalam berkomunikasi secara efektif di berbagai konteks.

Dan, pemahaman yang lebih dalam. Melalui membaca, siswa dapat memperdalam pemahaman tentang budaya, sejarah, dan berbagai perspektif. Ini membuka pikiran mereka terhadap dunia yang lebih luas.

Strategi Meningkatkan Literasi Sekolah

Pertama, peningkatan literasi awal. Mulailah dengan memperkuat literasi awal, seperti membaca untuk memahami, mengidentifikasi huruf, dan mengembangkan kosakata. Ini penting untuk membantu siswa membangun dasar yang kuat.

Kedua, mendorong minat membaca. Buat lingkungan yang mempromosikan minat membaca dengan menyediakan akses ke berbagai jenis buku dan materi bacaan yang menarik sesuai minat siswa.

Ketiga, praktik menulis yang teratur. Berikan kesempatan bagi siswa untuk menulis secara teratur, baik dalam bentuk cerita, esai, atau jurnal. Hal ini membantu mereka mengembangkan keterampilan menulis yang lebih baik.

Keempat, integrasi teknologi. Manfaatkan teknologi untuk memperluas akses ke sumber-sumber informasi, seperti ebook, platform pembelajaran online, dan alat-alat kreatif untuk menulis.

Kelima, kolaborasi dan diskusi. Galakkan kolaborasi antara siswa untuk membaca dan menganalisis teks bersama-sama, serta berpartisipasi dalam diskusi yang mendorong pemikiran kritis.

Keenam, dukungan dari keluarga dan komunitas. Melibatkan orang tua dan komunitas dalam mendukung literasi sekolah dengan mengadakan kegiatan membaca bersama, lokakarya menulis, atau program literasi lainnya.

Seperti diketahui, meningkatkan literasi sekolah adalah investasi masa depan menuju pendidikan yang lebih baik. Dengan membangun kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis, kita membantu siswa menjadi pembelajar yang lebih mandiri, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan dunia modern. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari guru hingga orang tua dan komunitas, sangat diperlukan dalam upaya ini.

Program TANCAWALA adalah sebuah program ko-kurikuler sekolah di bidang literasi dengan pendekatan berbasis asset/kekuatan (Asset Based Thinking) dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan aset yang ada di sekolah. Program ini adalah Tantangan Membaca Wali kelas terhadap siswa, di mana setiap Wali kelas memberikan tantangan kepada siswanya untuk bisa membaca paling sedikit 1 buku dalam sebulan lalu setiap minggu pertama pada setiap bulannya setiap siswa diwajibkan menuliskan reviu buku tersebut dalam sebuah kertas dan membuat daun yang bertuliskan judul bukuc, pengarang dan penerbit untuk kemudian ditempelkan pada pohon geulis kelas. Program ini melibatkan kepemimpinan murid dari mulai perencaan hingga pelaksanaannya.

Adapaun Tujuan dari Program TANCAWALA adalah untuk meningkatkan minat baca murid, mewujudkan budaya membaca, dan mewujudkan siswa yang bernalar kritis. Program inipun disusun dengan melibatkan Voice dan Choise peserta didik sehingga diharapkan akan tumbuh ownership atau rasa kepemilikan/tanggungjawab sehingga tujuan program tercapai. Diskusi ini dimulai dari menyusun ide atau gagasan dari siswa lalu kemudian dari beberapa ide yang dihimpun itu dikerucutkan mencadi sebuah pilihan yang disepakati bersama antara guru dan siswa.

Akhirnya, rekan sejawat dilibatkan dalam perencanaan maupun pelaksanaan hingga pada tahap evaluasi program sebagai pemberi tantangan tentunya perannya cukup penting dan yang tidak kalah pentingnya adalah pelibatan Kepala Sekolah sebagai pemegang kebijakan dan penangggungjawab program. Demikian Program yang penulis rancang. Semoga dapat berjalan sesuai apa yang diharapkan. **