Tingkatkan Motivasi Belajar dengan Pembelajaran Berdiferensiasi

Oleh: Sopa Marwah S.Pd
(Guru SMAN 2 Lembang)

 

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang memungkinkan guru untuk mengakomodasi kebutuhan belajar yang berbeda-beda dari setiap siswa di kelas. Konsep ini menekankan pada pengenalan bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar, kebutuhan, dan kecepatan belajar yang berbeda-beda. Dengan demikian, melalui pembelajaran berdiferensiasi, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan seluruh siswa.

Salah satu manfaat utama dari pembelajaran berdiferensiasi adalah adanya peningkatan motivasi dan partisipasi siswa dalam proses belajar. Ketika siswa merasa dipahami dan diakui keunikan mereka, mereka cenderung lebih termotivasi untuk belajar dan terlibat aktif dalam pembelajaran. Selain itu, dengan pendekatan ini, siswa juga memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, sehingga mereka dapat mencapai potensi belajar maksimal.

Pembelajaran berdiferensiasi juga dapat membantu guru untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar individual setiap siswa dan menyediakan intervensi yang sesuai. Dengan memahami gaya belajar dan kebutuhan belajar masing-masing siswa, guru dapat memberikan bantuan tambahan, penyesuaian materi pembelajaran, dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan setiap siswa. Hal ini akan membantu siswa untuk mengatasi kesulitan belajar dan mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih efektif.

Namun, untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan berhasil, diperlukan komitmen dan keterampilan yang baik dari guru. Guru perlu memahami keberagaman siswa di kelas, mengidentifikasi kebutuhan belajar individu, dan merancang pengalaman pembelajaran yang relevan dan menarik bagi setiap siswa. Selain itu, kolaborasi dengan rekan guru dan dukungan dari sekolah juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi.

Dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, kita dapat memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan bagi mereka. Ini akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendukung pertumbuhan dan perkembangan seluruh siswa, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tuntutan dunia yang semakin kompleks dan beragam.

Tugas guru adalah menyediakan lingkungan belajar yang sesuai bagi setiap murid agar mereka bisa bertumbuh kembang secara maksimal sesuai kodratnya dan memastikan dalam prosesnya murid- murid merasa selamat dan bahagia. Dan pada akhirnya pembelajaran akan berjalan dengan optimal. Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran murid di kelas sesuai kebutuhan belajar mereka. Mengidentifikasi kebutuhan murid sangat penting karena kita bisa menyesuaikan pembelajaran dengan tepat sehingga murid kita sukses dalam proses belajarnya.

Tujuan Aksi nyata dalam pembelajaran berdiferensiasi penulis adalah:

  1. Mewujudkan pembelajaran berdiferensiasi dengan memerhatikan kebutuhan murid
  2. Mewujudkan strategi pembelajaran berdiferensiasi sesuai kesiapan belajar, minat, dan gaya belajar murid.
  3. Mewujudkan murid berkarakter sesuai profil pelajar Pancasila.

Tolok ukur:

  1. Menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk
  2. Melakukan penilaian sesuai kriteria penilaian formatif dan sumatif

Tindakan yang dilakukan:

  1. Menyusun RPP berdiferensiasi sesuai pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan KI dan KD
  2. Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas
  3. Melaksanakan penilaian pembelajaran berdiferensiasi
  4. Melaksanakan refleksi penerapan pembelajaran berdiferensiasi

Dukungan yang dibutuhkan:

  1. Kepala sekolah sebagai penanggung jawab setiap kegiatan di sekolah
  2. Rekan sejawat yang memberikan umpan balik atas penerapan pembelajaran berdiferensiasi
  3. Murid sebagai pelaku utama dalam aksi nyata ini.
  4. Sarana dan prasarana sekolah yang mendukung penerapan pembelajaran berdiferensiasi.

Langkah Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Berdiferensiasi

  1. Memetakan kebutuhan belajar murid dengan interview pada murid
  2. Kuesioner bagi guru dan wali kelas untuk memetakan kebutuhan belajar murid
  3. Menyiapkan RPP berdiferensiasi sesuai pemetaan murid
  4. Menyiapkan media pembelajaran yang menarik dan interaktif

Adapun pembelajaran yang didapatkan oleh penulis adalah pembelajaran yang penulis dapat. setelah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah rasa senang. Meskipun pada awalnya ada beberapa tantangan, tetapi pembelajaran berdiferensiasi patut diterapkan.

Berdasarkan pengamatan saat aksi nyata murid-murid terlihat antusias mengenal potensi, kekuatan, dan kemampuan diri mereka. Mereka mendapat peluang untuk memikirkan cara-cara terbaik mereka dalam belajar dan meningkatkan kualitas belajarnya. Rencana ke depan penulis adalah akan lebih sering berkolaborasi dengan rekan guru untuk memberikan saran dan umpan balik untuk penerapan pembelajaran berdiferensiasi selanjutnya. Selain itu, kerja sama antar kepala sekolah, rekan sejawat, murid, wali murid, dan komite sekolah untuk mendukung memajukan setiap kegiatan pembelajaran peserta didik dan tujuan pendidikan dapat tercapai. **

 

Profil Penulis
Sopa Marwah adalah nama yang diberikan pasangan suami istri, Ai Lukman Hakim dan Iyo Rodiah . Penulis lahir di Bekasi pada tanggal 2 Desember 1977. Anak pertama dari tiga bersaudara ini mengawali jenjang pendidikan di SDN Cikarang IV dan lulus pada tahun 1989. Pada jenjang berikutnya, penulis berhasil menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 1 Cikarang pada tahun 1992. Setelah lulus SMP, penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Cikarang dan lulus pada tahun 1995. Selama duduk di bangku sekolah, penulis aktif di beberapa kegiatan ekstrakulikuler, khususnya ekstrakulikuler Paskibra dan seni. Bidang seni Musik merupakan salah satu bidang yang diminati penulis, sehingga pada jenjang SMA penulis berhasil menjuarai Lomba vokal Solo pada tahun 1993. Oleh karena itulah, penulis mencoba mengikuti Jalur PMDK di IKIP Bandung. Berdasarkan hasil seleksi tersebut, penulis berhasil diterima di dua jurusan sekaligus yaitu Pendidikan Biologi dan Pendidikan Fisika, namun penulis memilih untuk melanjutkan di jurusan Pendidikan Biologi dan berhasil lulus pada tahun 2000.