ATASI MASALAH SISWA SELAMA PJJ, SMPN 1 LEMBANG HADIRKAN PSIKOLOG

Lembang-(Newsroom). SMPN 1 Lembang Kab. Bandung Barat menyelenggarakan bimbingan dan konsultasi kepada orang tua siswa. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut, menghadirkan para pakar di bidangnya dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, Selasa (24/11/2.).

Kepala SMPN 1 Lembang, Tetty Rosmiati Miharja, mengapresiasi dan bersyukur atas terselenggaranya kegiatan di atas. Menurutnya, hal ini sangat bermanfaat bagi sekolah dalam menyikapi pembelajaran jarak jauh selama ini. Sehingga dampak psikologis yang mungkin timbul dapat dipecahkan permasalahannya.
“Sekolah mendapat fasilitas untuk memberikan pelayanan dan konseling secara langsung kepada peserta didik yang mengalami masalah selama masa BDR oleh para psikolog yang dihadirkan ke sekolah. Selain itu, pelayanan konseling secara daring, memberikan bimbingan psikologis kepada guru dan kegiatan webinar parenting ini merupakan pemberian bimbingan psikologis kepada seluruh orang tua/wali peserta didik,” ungkapnya kepada Newsroom (25/11).

Lebih jauh disampaikan bahwa selama masa pandemi Covid-19, kegiatan pembelajaran di sekolah mayoritas melaksanakan pembelajaran Jarak Jauh. Menurutnya, dibutuhkan waktu yang cukup panjang bagi stakeholder untuk menerima dan beradaptasi dengan kondisi ini. Sehingga, selama proses tersebut tekanan psikologis kemungkinan dialami, baik oleh guru maupun siswa.

Diungkapkannya juga bahwa kegiatan di atas bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi para siswa,  dan memfasilitasi mereka. Oleh karena itu pihaknya menghadirkan para orang tua siswa kelas 7, 8, dan 9, untuk berkonsultasi dengan para ahli di bidangnya.

Seperti diketahui,  Kegiatan di atas merupakan bentuk pengabdian dari Ikatan Psikologi Klinis Indonesia. SMPN 1 Lembang merupakan satu-satunya sekolah yang mendapatkan bantuan secara cuma-cuma selama kurun waktu tiga bulan proses pelayanan. Hal ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah.

Terdapat, tiga orang siswa yang dikategorikan dalam kasus yang memerlukan bimbingan langsung mereka dan orang tuanya. Selain metoda konseling tatap muka, siswa tersebut diberikan user id sehingga dapat berkonsultasi secara daring kapan saja jika dibutuhkan.

Sementara sejumlah siswa, yang termasuk dalam kategori sedang, diberikan layanan konsultasi gratis secara daring.
Namun demikian, secara umum, keseluruhan orang tua diberikan pembekalan parenting yang dilaksanakan melalui kegiatan webinar.

Di sisi lain, narasumber, Renita Agustyani, Mellisa Luckyanti, dan Sovia Eprinita, yang merupakan para psikolog handal, juga memberikan materi yang mencakup kiat-kiat belajar di masa pandemic, cara berkomunikasi yang sehat dan pembekalan serta pendampingan untuk para guru.

Dalam kegiatan tersebut mereka memperkenalkan aplikasi d’funstation merupakan salah satu produk online dari salah satu bidang usaha terkait hiburan anak dan keluarga. Sebuah aplikasi dan Website yang menyajikan informasi tentang dunia anak dan juga parenting. Semua hal tentang anak, ibu dan ayah.

Dalam presentasinya para narasumber menyampaikan bahwa terdapat tiga poin penting yang perlu ditekankan kepada orang tua, yaitu Pertama, perlu bimbingan ekstra dari orang tua yang memiliki anak remaja di masa pandemi. Ke dua, orang tua harus memahami karakteristik anak saat remaja; dan ke tiga, orang tua harus banyak meluangkan waktu bersama anak remaja dan menjaga kualitas komunikasi antara orang tua dan anak.***

Berita: Nani Sulyani
Sumber berita dan foto : Dra. Hj. Tetty Rosmiati Miharja, M.M (Kepala SMPN 1 Lembang) 

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

SEJUMLAH SMP DI CIPONGKOR GELAR PKG

Cipongkor (Newsroom). Sejumlah sekolah menengah pertama di Kecamatan Cipongkor menggelar penilaian kinerja guru (PKG).  Kegiatan yang melibatkan seluruh guru tersebut dipandu oleh pengawas pembina,  Dr.  Hery Taryana, dilaksanakan di SMPN 2 Cipongkor,  Senin,  (23/11/20).

Dr.  Hery Taryana dalam presentasinya menyampaikan bahwa program di atas merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Negara RB dan PAN Nomor 16 Tahun 2009. Menurutnya,  Penilaian Kinerja Guru adalah evaluasi yang dilaksanakan setiap poin dari aktivitas kewajiban utama guru dengan tujuan bimbingan kepangkatan, karir dan jabatan.

"Penilaian Kinerja Guru, sesuai dengan Permen RB dan PAN adalah evaluasi yang dilaksanakan setiap poin dari aktivitas kewajiban utama guru dengan tujuan bimbingan kepangkatan, karir dan jabatan. Hal ini harus disikapi oleh semua guru dalam meningkatkan komoetensinya," ungkapnya.

Lebih jauh disampaikan bahwa implementasi kewajiban utama guru saling berkaitan erat dengan kapabilitas guru dalam memahami dan mempraktekan kompetensinya. Oleh karena itu,  pemahaman dan praktik kompetensi sangat berpengaruh dengan kesuksesan dan kualitas dari aktivitas bimbingan, pembelajaran dan implementasi pada siswa yang dilakukan di Sekolah.

Sementara itu,  Adhyatnika,  guru SMPN 1 Cipongkor,  menyampaikan bahwa kegiatan di atas merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.  Sehingga program ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang penilaian kinerja guru.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Program ini juga merupakan upaya pemerintah,  dalam hal ini Dinas Pendidikan KBB,  dalam meningkatkan kualitas pendidikan,  khususnya kompetensi guru. Sehingga diharapkan dapat berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran,"  katanya.

Ditandaskan oleh Dr.  Hery, bahwa sistem penilaian kinerja guru merupakan manajemen kinerja yang berfokus pada guru yang dirancang untuk menilai level kinerja guru secara kelompok maupun individu. Hal ini pun merupakan sebuah upaya efektif untuk menjadikan kinerja sekolah menjadi optimal. Sehingga akan berimbas pada kualitas siswa dan proses pembelajaran yang lebih baik.

"Sistem PKG, dalam pelaksanaanya,  merupakan manajemen kinerja yang berfokus pada guru. Hal ini dirancang untuk menilai level kinerja mereka secara kelompok maupun perorangan. Sehingga hal ini akan menjadikan kinerja sekolah menjadi optimal dan bisa berefek pada kualitas siswa yang lebih baik, " tandasnya. ***

Berita dan Foto: Eksklusif Newsroom. 

YAYASAN BINGKAI CENDIKIA CILILIN TERIMA BANTUAN AMBULAN DARI BRI PEDULI

Cililin-(newsroom)- Yayasan Bingkai Cendikia (YBC) Cililin Kab. Bandung Barat, selaku lembaga yang peduli pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat, menerima sumbangan berupa satu buah unit mobil ambulan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan BRI Cabang Cimahi, Anditya Mahendra Krishna, di Cimahi, Jumat (13/11/20).

Ketua Yayasan Bingkai Cendekia, Aceng Supriatna, pada saat menerima sumbangan di atas, mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan melalui program BRI Peduli ini merupakan harapan pihaknya selama ini. Menurutnya, hal tersebut akan sangat membantu di dalam salah satu program yasasan pada bidang  kesehatan masyarakat.

“Alhamdulillah, rupanya doa saya dikabulkan Allah SWT di penghujung tahun ini dengan mendapat bantuan dari BRI Peduli berupa satu unit ambulan yang lengkap dengan peralatannya. Padahal saya tidak pernah membuat proposal ke Bank BRI. Tiba-tiba saja pihak BRI tiga bulan ke belakang mendatangi yayasan sekaligus bertanya fasilitas kesehatan yang diperlukan,” ungkapnya kepada Newsroom.

Acep Supriatna yang juga adalah Guru Matematika SMPN 2 Cililin ini, menyampaikan bahwa yayasan yang didirikan sejak 2011 ini memiliki visi dan misi untuk membantu masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial. Menurutnya, hal ini dirintisnya sejak membebaskan lahan seluas 126 meter persegi yang diperuntukkan untuk menampung sejumlah siswa tingkat pendidikan dasar.

Lebih jauh disampaikannya bahwa setelah mendapatkan bantuan PNPM Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat, lembaga yang dipimpinnya ini, selain menaungi PAUD, RA, dan TK, juga telah mewujudkan SD, SMP dan SMA sebagai bentuk peningkatan pelayanan pendidikan. Menurutnya, sebanyak 500 siswa saat ini mengikuti program pendidikan.

Aceng menandaskan bahwa pihaknya mengapresiasi program BRI Peduli. Hal ini menunjukkan bentuk perhatian lembaga keuangan pemerintah kepada lembaga yang peduli pada masyarakat. Sehingga satu demi satu kendala yang dihadapi pihaknya mulai terselesaikan.

Ditambahkannya juga bahwa, pihaknya  berharap agar bantuan di atas dapat membawa manfaat untuk masyarakat. Menurutnya, apa yang dilaksanakan oleh BRI juga memberikan keberkahan bagi seluruh pimpinan dan karyawannya.

“Terimakasih BRI. Semoga bermanfaat dan bisa digunakan untuk semua orang yang membutuhkan. Serta do’a kami semua, semoga BRI semakin maju dan semakin berkembang serta semua pimpinan dan karyawannya sehat selalu diberi kecukupan rizki, dan senantiasa ada dalam lindungan Alloh SWT. Amiin,” pungkas Aceng.

Berita dan Foto: Ema Damayanti

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PERLU DILAKUKAN

NGAMPRAH, (NEWSROOM).Kepala Bidang Pendidikan SMP, Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat, Dadang A. Sapardan mengungkapkan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba merupakan langkah yang harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan sekolah. Dengan demikian, siswa dapat terjauhkan dari penyalahgunaan narkoba yang bisa berakibat fatal. Sebagai lembaga yang memiliki tugas pokok untuk menyiapkan generasi masa depan bangsa agar mereka dapat survive dalam mengarungi kehidupan ini.

“Pencegahan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba mutlak perlu dilakukan sedini mungkin oleh semua pihak,” Demikian disampaikan oleh Dadang A. Sapardan dihadapan peserta Workshop Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan yang diselenggarakan BNN Kab. Bandung Barat di Bumi Makmur Indah, Lembang (12/11/20).

Sebagai SKPD yang mentreatment calon penerus bangsa, Dinas Pendidikan dapat berperan aktif untuk menekan perluasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan warga sekolah, terutama siswa. Langkah itu perlu dilakukan karena mengacu pada berbagai temuan, ternyata peredarannya sudah pula merambah pada ranah pendidikan. Karena itu, seluruh unsur pendidikan perlu bekerja sama untuk melakukan pencegahan terhadap semakin meluasnya peredaran narkoba.

Disampaikan pula bahwa melalui penyelenggaraan workshop yang digagas oleh BNN Kab. Bandung Barat, dapat menjadi stimulus bagi seluruh sekolah di Kab. Bandung Barat untuk dapat berinovasi guna melakukan berbagai program pencegahan penyalahgunaan narkoba. Inovasi program bisa dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler di sekolah. Kegiatan yang diinisiasi sekolah tersebut bisa disubstitusikan dengan program Penguatan Pendidikan Karakter yang selama ini telah pula dilakukan sekolah.

“Program inovasi pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat disubstitusian dalam program Penguatan Pendidikan Karakter,” papar Dadang A. Sapardan yang diamini oleh seluruh peserta dari sekolah jenjang SMP, SMA, dan SMK di Kab. Bandung Barat.

Pada kesempatan itu disampaikan pula bahwa sekalipun saat ini tengah merebak pandemi covid-19, program pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan melalui berbagai alternatif moda, terutama moda daring (dalam jaringan). Penggunaan moda ini menjadi pilihan utama karena adanya pandemi covid-19 melarang kegiatan yang mengumpulkan peserta dengan jumlah banyak dalam satu tempat dan waktu yang sama. Selain itu, disampaikan pula bahwa efek dari pandemi Covid-19 seluruh sekolah harus membangun komunikasi intensif dengan setiap orang tua siswa. Komunikasi dibangun untuk mensinergiskan program sekolah dengan langkah orang tua siswa, salah satu substansi komunikasi di antaranya sosialisasi penguatan peran orang tua siswa dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Workshop yang diselenggarakan BNN Kab. Bandung Barat tersebut selain diisi oleh Dadang A. Sapardan, diisi pula oleh AKBP Yulian S., Kepala BNN Kab. Bandung Barat, Ester Miori, Kepala KCD VI Disdik Prov. Jawa Barat, serta Sam Noorati, unsur BKPSDM Kab. Bandung Barat. Pada kegiatan tersebut para narasumber menyampaikan beberapa gagasan yang sesuai dengan latar belakangnya. Dengan demikian, kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk talk show tersebut sangat hidup karena diisi oleh narasumber dari beragam latar belakang.****

Berita: DasARSS

PEKAN KREATIVITAS DI SMPN 2 PARONGPONG

Parongpong-(Newsroom). SMPN 2 Parongpong Kab. Bandung Barat menggelar sejumlah kegiatan. Program yang dikemas dalam Pekan Kreativitas tersebut, diisi dengan aneka lomba, yakni  murottal Alquràn, menulis cerpen, musikalisasi, dan baca puisi tersebut, dilaksanakan secara daring dan luring (19- 26/10/20).

Kepala SMPN 2 Parongpong, Yeti Resmiati, mengungkapkan bahwa Oktober adalah bulan yang sarat dengan momen bersejarah. Oleh karena itu, pihaknya merasa tepat menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas warga sekolah dalam bidang pendidikan dan kebangsaan.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa bulan Oktober merupakan momen yang paling tepat bagi kegiatan  kreativitas dan aktivitas civitas akademika, khususnya di SMPN 2 Parongpong. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas  diri dalam rangka mengharumkan nama baik sekolah menuju generasi yang kreatif dan aktif di masa depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yeti menjelaskan, berbagai lomba ini dilakukan untuk mengasah daya imajinasi, kreativitas, dan kemampuan berbahasa  dalam kegiatan menulis dan membaca. Selain itu, juga untuk menggali dan meningkatkan potensi seluruh warga sekolah, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Sementara itu, Eva Marviana menyampaikan bahwa peserta lomba tidak hanya siswa, tetapi juga guru dan tenaga administrasi sekolah. Menurutnya, mereka mengikuti lomba menulis cerpen dan baca puisi yang berjudul Hujan Bulan Juni, Puisi Putih, dan Atas Kemerdekaan, karya pujangga terkenal Sapardi Djoko Damono.

Disampaikannya juga bahwa yang bertindak sebagai juri adalah Yetti Resmiati, sebagai kepala sekolah, Velayeti Nurfitriana, dan Dr. Andoyo Sastromiharjo, yang keduanya merupakan dosen jurusan Bahasa Indonesia pasca sarjana  UPI Bandung.

Di kesempatan lain, Dr. Andoyo menyampaikan tentang pembelajaran yang bermanfaat dan  makna yang tersirat dan tersurat dalam puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono. Menurutnya, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan di atas, dan mengatakan bahwa membaca puisi adalah sebuah keterampilan membaca estetik yang dapat menyeimbangkan potensi otak kanan dan otak kiri sehingga pada akhirnya akan mengoptimalkan kemampuan dari otak tengah.

“Tak kalah pentingnya, kegiatan ini juga turut mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan  terhadap karya sastra dari pujangga kenamaan Indonesia khususnya Sapardi Djoko Damono yang pada akhirnya dapat menginspirasi seluruh warga sekolah untuk belajar membuat dan menghasilkan sebuah karya bermutu,” tambahnya.

Yetty menandaskan bahwa dari penyelenggaraan Pekan Kreativitas tersebut tergambar serta telihat potensi warga sekolah. Diharapkannya bahwa program ini  akan bermanfaat  bagi semua pihak.

“Penyelenggaraan kegiatan Pekan Kreativitas ini dapat tergambar, serta telihat potensi-potensi yang dimiliki oleh sekolah,  baik  bagi peserta didik, tenaga pendidik, maupun tenaga kependidikan. Hal ini sangat bermanfaat agar secara terus menerus kompetensi yang dimilikinya diasah, dan dioptimalkan. Demikian juga hasil karya, terkumpul sejumlah tulisan orisinil dari seluruh warga sekolah yang dapat dijadikan sumbangsih nyata bagi tumbuh kembangnya kegiatan literasi di sekolah,” Tandasnya.***

Berita: Nani Sulyani
Sumber berita dan foto: Hj. Yeti Resmiati, M. Pd. (Kepala SMPN 2 Parongpong)
Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

STRATEGI EFEKTIF GERAKAN LITERASI DI SMP YP MUSTIKA PADALARANG

Padalarang-(Newsroom). SMP YP Mustika Padalarang Kab. Bandung Barat dalam upayanya mendukung gerakan literasi nasional,menyelengarakan sejumlah kegiatan. Program yang dikemas dalam wadah ekstrakurikuler ini diikuti oleh para pegiat literasi dan siswa sekolah tersebut.

Pembimbing literasi SMP YP Mustika Padalarang,  Desty Badrianti, mengungkapkan bahwa program di atas merupakan salah satu kegiatan unggulan sekolah. Menurutnya, walaupun di awal menemui tantangan yang cukup berat, namun pihaknya berusaha agar kegiatan ini dapat diikuti oleh siswa tanpa terbebani.  Hal ini pun sebagai salah satu upaya dalam menumbuhkembangkan budaya baca bagi warga sekolah.

“Bukan tidak ada hambatan. Apalagi sekolah kami, selain di daerah perkampungan, latar belakang siswa juga memang kebanyakan dari orang tua yang kurang mampu. Maka dari itu kami berinisiatif untuk mengadakan ekskul literasi, untuk membuat mereka tidak merasa terbebani oleh kegiatan ini,” ungkapnya kepada Newsroom, (6/11/20).

Disampaikannya juga bahwa pihaknya bersama para pembimbing lainnya, yakni Rizki Septiani Suwandi, dan Aisyah Sifa Nurfauziyah, bersama 13 siswa lainnya berharap agar program ini dapat mengantarkan mereka untuk lolos sebagai sekolah inpiratif dalam Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB).

Lebih jauh diungkapkan, kegiatan ekstra kurikuler literasi tersebut diselenggarakan sekali dalam seminggu, dan dimulai pada awal Nopember 2020 dengan mengambil tema membuat video dari me- review-nya. Menurutnya, hal ini di atas diprogramkan sebagai sebagai salah satu syarat TMBB, setelah sebelumnya di bulan yang lalu para peserta membuat tulisan cerita pendek. Hasil karya berupa video itu, nantinya akan di share ke akun media sosial tim GLS sekolah. Hal ini dimaksudkan agar segala kegiatan tersebut dapat terdokumentasikan  untuk selanjutnya dapat menjadi motivasi sekolah dan para pegiat literasi lainnya.

Di sisi lain, ekstrakurikuler ini dirasa sangat efektif dalam mengatasi keterlambatan setor review kepada Fasilitator Daerah TMBB. Hal tersebut dikarenakan bahwa segala permasalahan dalam tugas dan tantangan TMBB dapat teratasi.

Hal lain yang dirasakan manfaatnya adalah para peserta dapat menambah kosakata baru, menambah informasi dan wawasan. Selain  menyenangkandan dapat menjadi wadah untuk menggali potensi dan bakat terpendam mereka.

Desty menandaskan bahwa pihaknya mewakili para pembimbing ekstrakurikuler literasi, sangat mengapresiasi atas dukungan penuh Kepala Sekolah dan para guru lainnya. Sehingga kegiatan di atas dapat berjalan sesuai dengan harapan semua pihak.

“Kami bersama para pembimbing ekstrakurikuler literasi, sangat mengapresiasi atas dukungan penuh Bapak Kepala Sekolah dan para guru lainnya. Hal ini membuat kegiatan kami dapat berjalan sesuai dengan harapan, demi menyebarkan pesan kebaikan kepada generasi muda sekarang supaya menjadi lebih literat,” tandasnya.***

 

Berita: Riska Mutiara
Sumber Berita/Foto: Desty Badrianty (Guru/Pembimbing GLS SMP YP Mustika Padalarang)

Editor: Adhyatnika geusan Ulun

GURU SMPN 2 CILILIN GELAR PROGRAM PEDULI ANAK YATIM

Cililin-(Newsroom). SMPN 2 Cililin Kab. Bandung Barat menggelar program peduli anak yatim. Kegiatan yang diikuti oleh 50 siswa yatim tersebut, dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kepedulian warga sekolah, Senin (2/11/20).

Kepala SMPN 2 Cililin, Jumardi, sangat mendukung kegiatan di atas. Menurutnya, hal tersebut merupakan program mulia sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW agar senantiasa mencintai dan menyantuni fakir, miskin, dan anak yatim.

“Program Peduli Anak Yatim ini adalah program yang mulia. Dalam sebuah riwayat dari Sahl bin Sa’ad radiallahuanhu disampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini. Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya,” katanya kepada Newsroom, sambil mengutip sebuah hadits.

Disampaikan juga bahwa pihaknya berencana akan bekerja sama dengan yayasan kemanusiaan untuk menjamin masa depan belajar anak yatim yang berprestasi, melalui program beasiswa.

Seperti diketahui, sekitar 50 siswa yatim menerima bantuan sembako dari guru-guru SMPN 2 Cililin. Kegiatan yang disponsori oleh Tuti Hermayati, guru Matematika, tersebut, juga didukung penuh oleh Ahmad Kosasih, Komite Sekolah. Program ini dirasakan manfaatnya oleh para siswa dengan kategori yatim, dan piatu.

Sementara itu, acara yang dihiasi dengan siraman rohani dari Ustaz H. Ahlan Hamid, guru PAI, tersebut, para penerima manfaat diberikan motivasi bahwa seorang yatim bisa sukses seperti halnya Nabi Muhammad SAW. Dalam tausyiahnya, disampaikan bahwa Nabi dilahirkan dalam keadaan yatim. Namun dengan kekuatan mental dan motivasinya yang kuat untuk maju, maka Nabi menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat.

Nabi pun dilahirkan dalam keadaan yatim. Usia enam tahun beliau jadi yatim piatu. Namun, tetap tegar dan bersabar hinga menjadi rahmatan lil alamin. Oleh karena itu, meskipun kalian yatim piatu dirawat oleh paman, kakek atau siapapun, janganlah bersandar terhadap pemberian orang tapi harus tetap tawakal kepada Allah. Yatim bukan untuk dikasihani, yatim bukan untuk jadi pemalas, yatim bukan untuk jadi pengemis, tapi yatim harus jadi motivasi untuk meraih kesuksesan. Jadilah anak-anak yang soleh solehah dengan tetap mendoakan orang tua yang telah ada di alam Barzah, semoga diberikan kenikmatan kubur. Aamiin,” nasihatnya.

Di sisi lain, Nayla Nazelina, salah satu siswa yatim piatu yang mewakili 49 lainnya, menyatakan rasa syukurnya atas program tersebut. Siswa yang selalu berprestasi dalam bidang akademik ini juga berharap bisa melanjutkan sekolah sampai ke perguruan tinggi.

Pada kesempatan terpisah, E. Nurhayati, salah seorang penggagas program, mengungkapkan bahwa program ini sudah berjalan sejak awal pandemi Covid-19. Menurutnya, bentuk bantuan tersebut berupa beras, mie, gula, dan minyak goring yang diberikan kepada warga sekolah, khususnya siswa yatim dan piatu.

Ditandaskannya bahwa program di atas akan diupayakan terus dilakukan. Oleh karena itu, diharapkan akan semakin banyak warga sekolah yang berpartisipasi.

“Harapan kedepannya semakin banyak guru yang ikut berpartisipasi dalam program peduli anak yatim ini, dan bantuan yang diberikan bisa bersifat jangka panjang,” tandasnya,***

Berita/Foto: Ema Damayanti
Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

MANFAATKAN ALAT MULTIMEDIA UNTUK PENINGKATAN MUTU SEKOLAH

NGAMPRAH-(NEWSROOM)-Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat, Asep Dendih mengemukakan bahwa alat multimedia yang telah diterima oleh sekolah jenjang SMP agar dapat dijadikan sarana peningkatan mutu pembelajaran di sekolah masing-masing. Dengan demikian, keberadaan alat tersebut dapat berkontribusi untuk peningkatan mutu sekolah karena peningkatan mutu sekolah merupakan langkah yang harus dilakukan terus-menerus oleh sekolah dengan memanfaatkan potensi internal dan eksternal.

“Kiriman alat multimedia pada sekolah jenjang SMP harus dijadikan sarana peningkatan mutu pembelajaran yang muaranya pada peningkatan mutu sekolah,” ungkap Asep Dendih di depan peserta Sosialisasi Alat Multimedia yang dilaksanakan di The Radiant Hotel Lembang, Rabu, (04/11/20).

Pada kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh para guru jenjang SMP yang menerima alat multimedia tersebut dipaparkan bahwa perangkat alat multimedia yang sudah diserahkan merupakan bantuan keuangan dari Prov. Jawa Barat. Penyediaan alat multimedia tersebut dilakukan dalam upaya merespons era revolusi industri 4.0 yang menuntut sekolah untuk dapat membiasakan seluruh warga sekolah agar dapat memanfaatkan perangkat digital. Dengan upaya tersebut seluruh warga sekolah diharapkan memiliki kepiawaian dalam memanfaatkan perangkat digital untuk menghadapi fenomena kehidupan masa kini dan masa depan.

“Untuk menghadapi kehidupan era revolusi industri 4.0, seluruh warga sekolah harus terbiasa dengan pemanfaatan perangkat digital karena kompetensi itu merupakan modal yang harus dimiliki dalam mengarungi kehidupan saat ini dan masa depan,” tutur Asep Dendih.

Dalam kesempatan yang sama Dadang A. Sapardan, Kepala Bidang Pendidikan SMP menyampaikan bahwa tuntutan akan kepemilikan perangkat digital pada sekolah merupakan hal yang wajib. Sekolah menjadi agen perubahan yang harus care dalam menyiapkan generasi masa depan handal. Untuk itu, pembiasaan atas seluruh warga sekolah sehingga mampu memanfatkan perangkat digital manjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi handal. Karena itulah, Bidang Pendidikan SMP menstimulasi dengan alat multimedia agar sekolah dapat melahirkan warga sekolah yang melek perangkat digital

“Untuk melahirkan warga sekolah yang piawai dalam memanfaatkan perangkat digital, Bidang Pendidikan SMP menstimulasi sekolah dengan alat multimedia,”

Agar perangkat yang dikirim ke sekolah dapat fungsional, seluruh unsur warga sekolah yang mendapat bantuan harus memiliki pemahaman komprehensif terkait dengan pengoperasionalan dan pemanfaatan alat. Melalui sosialisasi yang diselenggarakan tersebut peserta diharapkan memiliki pemahaman dalam pengoperasionalan dan pemanfaatannya. Hasil sosialisasi wajib didiseminasikan kepada warga sekolah lainnya agar tidak terjadi maloperasional yang berdampak pada kerusakan perangkat. Langkah sosialisasi ini dilakukan karena perangkat multimedia memiliki tingkat sensitifitas tinggi sehingga sangat rentan mengalami kerusakan bila terjadi maloperasional.

“Alat yang diterima sekolah memiliki diharapkan dapat berfungsi sangat lama sehingga semua pihak harus menghindarkan diri dari maloperasional,” tutup Dadang A. Sapardan.

Sementara itu, Ipin Sudrajat, Kasi Sarana dan Prasarana menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan merupakan sosialisasi atas pengiriman alat multimedia pada beberapa sekolah yang pada tahun 2020 ditunjuk untuk menjadi penerimanya. Idealnya, alat tersebut bisa dimiliki oleh seluruh sekolah jenjang SMP di Kab. Bandung Barat. Namun, baru beberapa sekolah saja yang dikirimi alat tersebut karena keterbatasan anggaran. Karena itu, sekolah yang menarima alat tersebut harus memanfaatkannya dengan optimal. Selain itu, disampaikan pula bahwa seluruh sekolah penerima harus melengkapi dan mengarsipkan seluruh administrasi yang berkenaan dengan alat tersebut. Dengan demikian, saat ada pemeriksaan dari pihak tertentu, seluruh administrasi sudah lengkap dan siap.

“Seluruh sekolah penerima wajib melengkapi dan mengarsipkan seluruh administrasi yang berkenaan dengan alat multimedia ini,” jelas Ipin Sudrajat di depan seluruh peserta sosialisasi.

Berita: DasARSS

MANFAATKAN BANTUAN KE SEKOLAH DENGAN OPTIMAL

NGAMPRAH-(NEWSROOM)-Asep Dendih, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat menyampaikan bahwa seluruh bantuan yang diterima oleh sekolah jenjang SMP baik melalui APBD kabupaten dan provinsi, maupun APBN pada tahun anggaran 2020 agar dimanfaatkan seoptimal mungkin terutama untuk proses pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, berbagai bantuan yang diberikan bisa menjadi sarana pembantu peningkatan kompetensi siswa yang pada akhirnya dapat menjadi pemicu peningkatan mutu sekolah.

“Seluruh bantuan yang diberikan melalui beberapa sumber anggaran, baik APBD maupun APBN agar dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, terutama untuk proses pembelajaran,” papar Asep Dendih saat pembukaan Sosialisasi Penerima Bantuan Gubernur tahun anggaran 2020 di The Radiant Hotel Lembang, Selasa, (03/11/20).

Dalam sosialisasi yang diikuti oleh para guru dan operator jenjang SMP tersebut disampaikan pula bahwa berbagai bantuan yang diberikan merupakan aset pemerintah yang dititipkan di sekolah. Karena itu, keberadaan aset tersebut harus difungsionalkan dan dirawat dengan baik sehingga dapat berfungsi untuk pelaksanaan pembelajaran dalam jangka waktu yang sangat lama. Dengan demikian, seluruh bantuan yang diberikan dapat menjadi alat bantuk dalam upaya meningkatkan kualitas sekolah.

“Keberadaan aset tersebut harus difungsionalkan dan dirawat dengan baik sehingga dapat berfungsi untuk pelaksanaan pembelajaran di sekolah,” pungkas Asep Dendih.

Pada kesempatan yang sama Dadang A. Sapardan, Kepala Bidang Pendidikan SMP menyampaikan bahwa seluruh guru yang pada sekolah yang mendapat bantuan harus memiliki pemahaman komprehensif tentang pengoperasionalan alat. Tugas untuk memberi pemahaman terhadap para guru merupakan tugas para peserta yang hadir saat sosialisasi. Hal itu dimungkinkan karena perangkat yang diberikan merupakan perangkat digital dengan tingkat sensitifitas tinggi sehingga rentan sekali mengalami kerusakan bila terjadi maloperasional. Untuk itu, bila terjadi malfungsi atas alat yang diterima agar berkonsultasi dengan pihak terkait, terutama penyedia.

“Perangkat yang disampaikan pada sekolah memiliki tingkat sensitifitas tinggi sehingga pemanfaatannya harus dibarengi dengan kehati-hatian tinggi pula,” ungkap Dadang A. Sapardan yang diamini oleh seluruh peserta.

Pada kesempatan yang sama, Ipin Sudrajat, Kasi Sarana dan Prasarana menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan merupakan sosialisasi atas beberapa alat yang yang telah diserahterimakan pada sekolah. Berbagai alat yang dimaksud di antaranya alat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), alat monitoring command, alat laboratorium bahasa inggris, dan alat trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Berbagai alat tersebut sudah disampaikan pada sekolah penerima sehingga untuk mengoptimalkan pemanfaatannya, unsur dari sekolah penerima harus memiliki kemampuan untuk mengoperasionalkannya.

“Untuk dapat mengoptimalkan pengoperasionalannya, seluruh personal sekolah harus memiliki komptensi pengoperasionalannya melalui sosialisasi yang diselenggarakan saat ini,” pungkas Ipin Sudrajat. ***

Berita: DasARSS

SMPN 3 PARONGPONG RAIH PRESTASI DI DAARUT TAUHIID ONLINE FESTIVAL 2020

Parongpong-(Newsroom). SMPN 3 Parongpong Kab. Bandung Barat kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan kategori video favorit di ajang Daarut Tauhid Online Festival 2020, baru-baru ini. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (26-28/10) tersebut, diikuti oleh 613 siswa dari 213 sekolah jenjang PG-TK-SD dan SMP dari berbagai daerah di 50 Kab/Kota, sembilan provinsi serta dua negara.

Kepala SMPN 3 Parongpong, Efni Iriani, menyampaikan bahwa hal di atas merupakan keseriusan para pembimbing dan siswa dalam mengikuti pelombaan. Sehingga berbuah prestasi. Oleh karena itu, pihaknya senantiasa berpesan agar selalu bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan apapun.

“Jika akan mengikuti lomba, kita harus bersunguh-sungguh, serta menanamkan semangat dan motivasi yang kuat dari pembimbing dan siswa. Sehingga akan berbuah prestasi,” ungkapnya.

Disampaikannya juga bahwa pada even tersebut, pada awalnya sekolah tidak mencanangkan target apapun. Hal tersebut, mengingat para peserta berasal dari sekolah-sekolah yang berbasis IT. Namun, perjuangan siswa dan pembimbing tidak sia-sia.

Seperti diketahui, sejumlah siswa SMPN 3 Parongpong berpartisipasi dalam festival pendidikan di Daarut Tauhiid. Terdapat lima siswa yang mengikuti kompetisi dari enam mata lomba yang digelar, yakni Ninda Listiani (Speech), Rendy Agustian (Orasi), Nuriyani Fitriana (Video Kreatif), Zaskia (Ranking 1) dan  Aghniya  Al Ajriya dan Milanisty Priangan, dalam lomba Tahfidz.

Kegiatan yang bertemakan Mengembangkan Potensi serta Meningkatkan Kemampuan Berkompetensi Dan Motivasi Berprestasi di Masa Pandemi tersebut menyedot perhatian banyak siswa dari banyak daerah di wilayah Indonesia. Termasuk dari luar negeri. Sehingga hal ini menjadi penambah motivasi untuk berprestasi bagi seluruh peserta.

Pada Closing Ceremony yang dilaksanakan pada 31 Oktober. 2020, dan dihadiri oleh pendiri Daarut Tauhiid, Aa Gym, Nuryani Fitriana diumumkan sebagai Juara Favorit pada lomba Video Kreatif. Hal ini sangat membanggakan para pembimbing dan warga sekolah. Mengingat harus bersaing di antara ratusan peserta lainnya.

Di sisi lain, Enung Hodijah, pembimbing, menandaskan bahwa kegiatan di atas menyadarkan semua tentang pentingnya semangat untuk berprestasi di situasi pandemi sekalipun. Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi capaian anak didiknya yang telah membanggakan sekolah, orang tua dan daerahnya.***

“Kegiatan festival di atas, seharusnya menyadarkan semua pihak tentang pentingnya semangat berkarya dan berinovasi untuk berprestasi di situasi pandemi sekalipun. Oleh karena itu, kami mengapresiasi capaian para siswa yang telah membanggakan sekolah, orang tua dan daerahnya,” tandasnya.***

Sumber Berita/Reportase dan Foto: Enung H (Guru SMPN 3 Parongpong)
Editor: Adhyatnika Geusan Ulun