SMPN 1 CIPONGKOR DAN DINKES PEDULI KESEHATAN SISWA

Cipongkor-(Newsroom).  SMPN 1 Cipongkor bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Bandung Barat wilayah Citalem memberikan obat penambah darah bagi para siswinya. Kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut, merupakan kegiatan rutin empat bulanan dan diikuti oleh lebih dari 200 siswi,  Kamis (14/1/21).

Kepala SMPN 1 Cipongkor, Dadang Arifin, menyambut baik upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga sekolah. Menurutnya, walaupun dalam kondisi PSBB,  program ini tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami mengapresiasi upaya Pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan siswa. Hal ini, walaupun dalam kondisi PSBB,  mengingat kebutuhan akan suplemen penambah darah ini diperlukan oleh para siswi,  tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tuturnya kepada Newsroom.

Seperti diketahui bahwa menurut Kementerian Kesehatan,  masih banyak remaja yang belum mengetahui dampak anemia. Oleh karena itu,  pemerintah terus berupaya untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada mereka dengan langsung turun ke sekolah-sekolah dan memberikan obat penambah darah.

Pentingnya para remaja diberi tablet tambah darah, karena umumnya mereka, sekitar 23%-30%, mengalami anemia/kekurangan darah yang beakibat kurang semangat,  letih, lemah dan lesu. Hal tersebut diakibatkan di antaranya kurang asupan makanan bergizi dan suplemen tambah darah.

Sementara itu, Yuyung Karningsih,  Pembina UKS, menyampaikan bahwa kegiatan di atas dilaksanakan kepada para siswi seluruh jenjang. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan mereka terutama selepas menstruasi. Ditandaskannya bahwa pihaknya mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung upaya Dinas Kesehatan dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Sehingga para siswi sangat terbantu dalan mrnjaga kesehatan mereka. Semoga tetap berlanjut dengan program berkualitas lannya,” tandasnya. ***

Berita: Adhyatnika Geusan Ulun

Sumber Berita dan Foto: Yuyung Karningsih, S.Pd (Guru SMPN 1 Cipongkor/Pembina UKS)

 

DAPATKAN SEGERA BUKU-BUKU PILIHAN KARYA PRAKTISI,  AKADEMISI,  DAN SEKALIGUS BIROKRAT YANG KONSISTEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

 

 

 

 

 

 

 

 

MGMP IPA BANDUNG BARAT GELAR WORKSHOP TPACK

 

Bandung Barat-(Newsroom). Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)  IPA SMP Kab. Bandung Barat menyelenggarakan workshop Pembuatan Perangkat Pembelajaran Berbasis Literasi, 4C dan TPACK (Technoligical Pedagogical and Content Knowledge). Kegiatan yang diikuti 139 guru IPA se KBB dan sejumlah guru dari Cirebon,  Kuningan serta dari Sumatera Utara tersebut, dilaksanakan secara virtual melalui apikasi zoom meeting, google drive, dan whatsapp grup  berlangsung dari 28 Desember s.d. 4 januari 2021.

Kepala Bidang Pend. SMP, Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat, Dadang A Sapardan. dalam sambutannya, memnyampaikan  pesan kepada seluruh partisipan agar memanfaatkan semaksimal mungkin media IT untuk pembelajaran.
“Saya berharap dengan kegiatan ini guru-guru dapat memanfaatkan berbagai media IT dalam pembelajaran, supaya dapat memfasilitasi dan mendorong siswa untuk tetap bersemangat dan tidak bosan dalam belajar dimasa pandemi,” ungkapnya saat membuka kegiatan.
Sementara itu,  Ketua MGMP IPA Kab. Bandung Barat, Wiwi Marwiyah, berharap bahwa kegiatan workshop meruoakan langkah awal untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran yang ideal di semester genap. Selain itu juga untuk  memudahkan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
“Kami berharap mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan profesionalitas guru dan memudahkan dalam pembuatan perangkat pembelajaran sehingga proses pembelajaran di masa pandemi  ini tetap berjalan sesuai harapan,” tuturnya.

Ditambahkannya bahwa kegiatan di atas didukung penuh oleh Ketua Sanggar IPA KBB, Agus Samsu Permana.

Agus berharap agar hasil kegiatan ini dapat membuat suasana belajar bahagia melalui penggunaan IT dalam pembelajaran.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini dan berharap bahwa guru dapat mengajar dengan memaksimalkan media teknologi yang ada,sehingga siswa senang dalam belajar IPA,” ungkapnya.

Lebih jauh disampaikan bahwa workshop ini dibagi menjadi dua pertemuan. Pertemuan ke-satu dilaksanakan pada  28 Desember 2020 dengan agenda peserta mendengarkan pemaparan materi yang disampaikan oleh Nanang Saiful Anwar, Wiwi Marwiyah, Tuti Siti Fajar, Citra Roska Awaliyah, Tuti Utami, Arnie Riska Amanda.

Kegiatan tersebut dibimbing oleh Host, yakni Desty Badrianti. Semenyara materi yang dibahas, antara lain Asesmen Kompetensi Minimum, cara pembuatan RPP berbasis Literasi, 4C dan TPACK (Pembelajaran yang melibatkan pengetahuan guru tentang bagaimana memfasilitasi siswa melalui pendekatan Pedagogik dan teknologi),membuat bahan ajar berbasis IT,membuat LKPD berbasis TPACK, serta merancang penilaian HOTS berbasis literasi.

Selanjutnya,  peserta melakukan on the job learning dan pendampingan via Grup Whatsapp selama satu minggu dan mengumpulkan tugas-tugas melalui google drive yang diperiksa oleh narasumber untuk diberikan masukan dan perbaikan.

Krmudian pada pertemuan ke dua pada 4 Januari 2021, seluruh peserta mempresentasikan tugas-tugasnya dalam beberapa kelompok. Setiap peserta workshop diberikan sertifikat workshop dan seminar, jika peserta mengikuti kegiatan penuh disertai pembuatan peta pembelajaran.

Workshop di atas  mendapat apresiasi dari salah satu peserta yang merupakan guru di SMPN 2 Ciawigebang Kuningan Jawa Barat, Tatang Suherman. Dirinya merasa bersyukur dan sangat termotivasi untuk mengimplrntasikannya dalam kegiatan pembelajaran.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh panitia atas terselenggaranya workshop yang telah memberikan saya semangat dan gairah serta wawasan pengetahuan baru yang luar biasa, karena narasumber menyampaikan materinya dengan cara interaktif dan mudah dipahami, dan pada akhirnya membuat RPP dan LKPD yang baik itu ternyata membutuhkan ketelitian,, kesabaran dan tak kalah pentingnya adalah team work,” pungkasnya. ***

Berita: Riska Mutoara

Sumber Berita:dan Foto Desty Badrianti (Pengurus MGMP IPA KBB/SMP YP Mustika Padalarang) .

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

DAPATKAN SEGERA BUKU-BUKU PILIHAN KARYA PRAKTISI,  AKADEMISI,  DAN SEKALIGUS BIROKRAT YANG KONSISTEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

 

 

 

 

 

 

NEWSROOM SIAPKAN PROGRAM 2021

Bandung Barat-(Newsroom). Tim Peliput Berita Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat,  Newsroom,  siapkan sejumlah program unggulan di tahun 2021. Hal tersebut diluncurkan pada telemeeting dewan redaksi dan jurnalis Newsroom Senin, (11/1/21).

Pemimpin Redaksi Newsroom,  Dadang A. Sapardan,  mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk memotivasi para jurnalis untuk terus berkarya.  Menurutnya, media online yang dikelolanya tersebut dibangun untuk menumbuhkembangkan budaya menulis di kalangan guru, siswa dan warga sekolah lainnya. Oleh karena itu, pihaknya,  di tahun 2021 ini merancang sejumlah kegiatan unggulan.

“Diskusi  virtual ini dilaksanakan untuk memotivasi para jurnalis Newsroom untuk terus berkarya.  Selain itu, Newsriom dibangun untuk menumbuhkembangkan budaya menulis di kalangan guru, siswa dan warga sekolah lainnya. Oleh karena itu, kami akan meluncurkan  kegiatan-kegiatan yang mrlibatkan guru dan siswa di tahun 2021 ini,” ungkapnya.

Sementara itu,  Nani Sulyani, Koordinator Jurnalis, menyampaikan bahwa terdapat program prioritas yang akan digelar dalam waktu dekat ini,  yakni Diklat Menulis Siswa,  Penerbitan Buku Sekolah Berprestasi, peluncuran E-Paper Newsroom,  dan sejumlah workshop yang mendukung Newsroom sebagai media pendidikan dan wadah kreativitas guru dan siswa.

Seperti diketahui, Newsroom merupakan media daring yang didirikan oleh Bidang pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat untuk me-report,  memotret, serta mendokumentasikan sejumlah karya dan prestasi sekolah,  guru,  siswa dan warga sekolah lainnya.

Tim Peliput Berita Pendidikan tersebut,  didirikan pada 17 Oktober 2018 beranggotakan para guru penulis dan birokrat yang peduli pada pendidikan, yakni Dadang A. Sapardan (Kabid Pend. SMP Disdik KBB), Nani Sulyani (Kepala(SMPN 3 Saguling), Adhyatnika Geusan Ulun (SMPN 1 Cipongkor),  Budi Ruhiat (SMPN 1 Ngamprah), Dian Diana (SMPN 1 Cihampelas),  Elis Lisnawati (SMPN 1 Cililin), Ema Damayanti (SMPN 2 Cililin), N. Mimin Rukmini ( SMPN 1 Cililin). Nuni Fitriarosah ( SMPN 4 Ngmprah) , dan Riska Mutiara) SMPN 2 Batujajar).

Saat ini Newsroom telah menghasilkan lebih dari 700 berita,  artikel,  opini,  features,  dan karya sastra lainnya,  dan sudah daikses oleh lebih dari 68.000 pembaca.

Sekarang,  Newsroom sudah merambah pada usaha penerbitan. Lebih dari 10 karya guru, dan sswa yang telah dibukukan. Sementara,  karya:-karya lainnya siap menyusul dan dalam proses penerbitan.

Selain itu,  Newsroon pun sering diminta untuk menjadi pembicara, narasumber,  dan mendesain serta menjadi panitia kegiatan seminar,  Bimtek,  Workshop,  Diklat oleh Dinas pendidikan hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Di sisi lain,  Dadang menandaskan bahwa semua program yang dirancang pada kegiatan di atas hendaknya dirancang semaksimal mungkin,. Sehingga  hasil yang dicapai sesuai dengan harapan, tepat guna dan berhasil guna, serta membawa dampak positif bagi semua pihak.

“Hendaknya semua program yang dicanangkan  dipersiapkan  semaksimal mungkin,. Sehingga  hasil yang dicapai sesuai dengan harapan, tepat guna dan berhasil guna,” tandasnya. ***.

Berita: Adhyatnika Geusan Ulun

Foto Eksklusif Newsroom. 

 

DAPATKAN SEGERA BUKU-BUKU PILIHAN KARYA PRAKTISI,  AKADEMISI,  DAN SEKALIGUS BIROKRAT YANG KONSISTEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

 

 

 

 

 

 

DINKES BANDUNG BARAT VERIFIKASI PROKES SMPN 1 CIPONGKOR

Cipongkor-(Newsroom).  SMPN 1 Cipongkor Kab.  Bandung Barat dikunjungi Tim Verifikasi Protokol Kesehatan Dinas Kesehatan Kab.  Bandung Barat. Kegiatan yang bertujuan dalam rangka menindaklanjuti permohonan sekolah untuk membuka pembelajaran moda tatap muka tersebut dilaksanakan pada Senin, (11/1/21).

Kepala SMPN 1 Cipongkor, Dadang Arifin,  menyatakan bahwa program tersebut merupakan salah satu upaya pihaknya dalam meningkatkan pelayanan pendidikan bagi warga sekolah. Menurutnya,  permohonan di atas disampaikan sebelum diberlakukan PSBB oleh Pemerintah Kab. Bandung Barat pada 11-25 Januari 2021, untuk merespon kebijakan Kemdikbud yang dikeluarkan pada Desember 2020 tentang diperbolehkannya PTM pada semester genap.

“Sekolah kami,  mengajukan permohonan PTM (pembelajaran Tatap Muka.red) pada bulan Desember. Hal ini merespon kebijakan Kemdikbud yang memperbolehkan PTM. Namun, pada saat PSBB diberlakukan kembali untuk mencegah penyebaran Covid-19, maka kami mengubahnya menjadi moda daring,” ungkapnya kepada Newsroom (11/12).

Lebih jauh disampaikan bahwa sekolah sangat mengapresiasi kunjungan Tim Verifikasi Prokes Dinkes KBB yang sangat merespon posirif permohonan pihaknya.  Hal ini menjadi motivasi bagi sekolah untuk memperbaiki, serta melengkapi kekurangan sarana dan dokumentasi sesusi dengan instrumen yang disampaikan Tim.

Sementara itu,  Rosida,  Tim Verifikasi Prokes,  mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah saru bentuk perhatian pihaknya dalam memberikan edukasi kepada warga sekolah untuk senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan.

Ditegaskannya bahwa perilaku sehat hendaknya diterapkan tidak hanya pada saat pandemi Covid-19 berlangsung, tetapi juga harus dilaksanakan dalam keseharian.

Senanda dengan di atas,  tim lainnya,  Lutfi menambahkan bahwa diperlukan proses pembiasaan hidup sehat. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama. Dan dengan adanya verikisasi ini Tim dapat memotret kondisi nyata kesiapan sekolah dalam hal protokol kesehatan.

Diharapnnya bahwa kegiatan ini dapat memicu sekolah dan para pemangku kebijakkan untuk memfasilitasi kelengkapan sarana dan prasaran kehatan sesuat dengan ketentuan yang berlaku.

Seperti diketahui bahwa terdapat sejumlah ketentuan berkaitan dengan protokol kesehatan di dunia pendidikan, merujuk World Health Organization (WHO), Kemenkes dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), yakni Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi Covid-selanjutnya, menyediakan sarana cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol di berbagai lokasi strategis di sekolah sesuai jumlah dibutuhkan.

Hal lainnya adalah menginstruksikan warga sekolah melakukan cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya seperti: makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, olah raga teratur, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya.

Kemudian  membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin (minimal 1 kali sehari) dengan desinfektan, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, meja, keyboard dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Termasuk Memonitor absensi (ketidakhadiran) warga sekolah, Jika diketahui tidak hadir karena sakit dengan gejala demam/batuk/pilek/sakit tenggorokan/sesak napas disarankan untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat memeriksakan diri.

Hal lainnya yng tidak kalah penting adalah,  memberikan himbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala demam/batuk/ pilek/sakit tenggorokan/sesak napas untuk mengisolasi diri dirumah dengan tidak banyak kontak dengan orang lain. Selanjutnya,  tidak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran (jika ada). Dalam hal ini bukan kewenangan Kementerian Kesehatan untuk menetapkan, sehingga Kementerian Kesehatan tidak memberikan masukan.

Hal di atas merupakan ptokol kesehatan yang tidak boleh diabaikan dalam dunia pendidikan.

Dadang berharap agar kegiatan verifikasi di atas dapat memberikan dampak positif bagi meningkatnya kualitas perilaku hidup sehat semua pihak.

“Semoga kegiatan verifikasi, dengan instrumen yang terdapat di dalamnya yang harus diisi dan dilengkapi sekolah,  dapat memberikan dampak positif bagi warga sekolah untuk meningkatkan kualitas dan periaku hidup sehat, ” tandasnya.***

Berita: Adhyatnika Geusan Ulun

Foto Istimewa Newsroom

DAPATKAN SEGERA BUKU-BUKU PILIHAN KARYA PRAKTISI,  AKADEMISI,  DAN SEKALIGUS BIROKRAT YANG KONSISTEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

 

 

 

 

SELENGGARAKAN IHT, SMPN 3 PADALARANG TINGKATKAN KOMPETENSI GURU

Padalarang (Newsroom). Menyikapi Keputusan Inmendagri No. 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 serta rapat Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat dengan Satgas Covid-19, SMPN 3 Padalarang Kabupaten Bandung Barat pada pembelajaran Semester 2 Tahun Ajaran 2020/2021 masih melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR). Untuk persiapan lanjutan Pembelajan Jarak Jauh ini, guru-guru dibekali materi peningkatan kompetensi terutama dalam teknologi pembelajaran melalui kegiatan In House Training yang diselenggarakan pada hari Kamis-Jumat (7-8/01/2021).
Kepala SMPN 3 Padalarang, Iwan Ridwan Setiadi menyatakan bahwa kegiatan IHT tersebut daintaranya mengevaluasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah dilaksanakan pada semester sebelumnya dan membekali guru-guru untuk meningkatkan kompetensi, terutama mempelajari metode pembelajaran dengan media yang memudahkan peserta didik mengakses informasi yang dibutuhkan, karena dimasa pandemic ini, guru harus lebih kreatif agar peserta didik merasa gurunya selalu mendampingi, walaupun tidak bertemu secara langsung.
“Kegiatan IHT ini pada dasarnya membekali guru-guru SMPN 3 Padalarang untuk menghadapi PJJ yang menuntut peserta didik belajar dari rumah dan guru bekerja dari rumah. Saya berharap, pembelajaran pada semester 2 ini, lebih baik lagi. Kami menerima bantuan media pembelajaran dan media PJJ dari pemerintah yang harus segera dimanfaatkan, karena ini merupakan amanah yang harus ditunaikan. Mendorong guru agar melaksanakan pembelajaran berbasis IT diantaranya melalui Pembelajaran Synchronous (pembelajaran melalui media Online) yang diberikan secara efisien dan efektif. Peserta didik belajar dengan aktif, kreatif, dan merasa senang,” ujar Iwan.
Selanjutnya Iwan menjelaskan bahwa sebelumnya guru-guru sudah menggunakan aplikasi Google Classroom, Whatsupp, dan beberapa aplikasi lainnya. Namun pengembangan untuk mengintegrasikan media belum semua guru dapat menggunakan. Apalagi sekarang kita difasilitasi Kemdikbud dengan diberikan akun pembelajaran dengan domain belajar.id yang menggunakan fasilitas G-Suite for Education. Tentu ini harus segera diberdayakan.
Pemateri yang dihadirkan pada IHT ini, Rondang Okinda, M.Pd., Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat yang memberikan materi kendala yang dihadapi guru untuk media pembelajaran berbasis IT dengan Learning Management System (LMS), akses pembelajaran, pendataan dan analisis. Dibahas pula mengenai gradasi karakter peserta didik, penggunaan aplikasi Vicall seperti Zoom Meet atau Google Meet agar dipahami oleh peserta didik dan guru.
Pemateri lain yang diundang, Dian Diana, M.Pd. dari SMPN 1 Cihampelas menyampaikan materi tentang aktivasi akun belajar.id yang merupakan akun pembelajaran elektronik yang memuat user ID da Password yang diberikan oleh Kemdikbud secara gratis. Akun ini salah satu jalur komunikasi resmi Kemdikbud ke peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan. Akun ini juga digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi resmi Kemdikbud dan informasi terkait bantuan pemerintah dan asesmen nasional. Diberikan juga cara menggunakan salah satu fitur canggih dalam pembelajaran yaitu Google Classroom (GC) dengan fasilitas G-Suite yang memiliki perbedaan dari akun pribadi diantaranya: terdapat G-Meet untuk vicall, link kelas, autograding, dapat mengundang wali peserta didik untuk mengetahui aktivitas belajarnya, dapat mengecek plagiarisme karya peserta didik, dan terintegrasi dengan fitur-fitur google canggih, serta aplikasi lainnya.
“Alhamdulillah…guru-guru menyambut baik dan antusias materi IHT untuk menjadi bekal PJJ di semester 2 tahun pelajaran 2020/2021. Semoga kegiatan belajar mengajar di Masa Pandemi Covid-19 di SMP Negeri 3 Padalahrang semester 2 Tahun ajaran 2020/2021 berjalan dengan lancar, aman, lebih baik dan berkembang lagi,” pungkas Iwan mengakhiri wawancara ini.*** `

Reportase dan Foto: DIAN DIANA

DAPATKAN SEGERA BUKU-BUKU PILIHAN KARYA PRAKTISI,  AKADEMISI,  DAN SEKALIGUS BIROKRAT YANG KONSISTEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

 

 

 

MGMP IPS KBB GELAR WORKSHOP VIRTUAL PEMBELAJARAN

Bandung Barat-(NEWSROOM) Musyawarah Guru Mata Pelajatan (MGMP) IPS Kab. Bandung Barat menyelenggarakan Workshop. Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 200 guru IPS tersebut, mengambil tema Pembuatan Media Pembelajaran Berteknologi Digital,  dilaksanakan secara virtual dan berlangsung selama dua hari (Kamis-Jumat/ 7-8/1/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat,  Asep Dendih, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan MGMP IPS KBB.  Menurutnya, hal ini merupakan kontribusi yang sangat berharga bagi dunia pendidikan.

“Kami mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan webinar ini.  MGMP IPS KBB telah mampu menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat dan berkontribusi positif bagi dunia pendidikan. Dimanapun berada, bagaimanapun kondisinya, kita harus bisa memberikan yang terbaik sebagai bentuk tanggung jawab terhadap profesi yang diemban,” ungkap Asep Dendih saat membuka resmi kegiatan.

Kegiatan yang dipandu oleh Rani Risnawati selaku Sekretaris MGMP IPS KBB dan Hilman Latief yang merupakan Ketua FKG IPS KBB, menghadirkan sejumlah praktisi,  dan pemegang kebijakan di lingkungan Dinas Pendidikan KBB, yakni Kabid Pend. SMP, kabid BPTK,  dan para guru yang kompeten di bidangnya.

Salah satu pemateri, Rustiyana,  Kabid BPTK Disdik KBB,  memaparkan tentang Kebijakan Bidang Bina Pendidik dan tenaga Kependidikan (BPTK). Menurutnya, regulasi kebijakan Dinas Pendidikan berkaitan dengan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Hal tersebut  dijelaskan secara rinci mulai dari profil pendidikan, kegiatan yang dilakukan bidang BPTK, termasuk harapannya di tahun 2021.

Di sisi lain,  Dadang A Sapardan, Kepala Bidang Pend. SMP Disdik KBB, mempresentasikan tentang kebijakan Bidang SMP terkait proses pembelajaran di masa pandemi. Menurutnya,  pembelajaran jarak jauh yang telah dilaksanakan selama satu semester kemungkinan besar tetap berlangsung di semester genap dengan melihat kondisi saat ini. Hal ini dikarenakan kasus penyebaran COVID-19 masih terus meningkat.

Namun demikian,  masih kata Dadang,  meski belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, namun sekolah harus terus mencoba memfasilitasi siswa yang terkendala fasilitas.

Di kesempatan terpisah,  Iwan Hermawan, Pengawas dan Pembina MGMP IPS KBB,  memaparkan tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Termasuk bagaimana teknis pelaksanaan, tujuan dan manfaat dari AKM itubsendiri. Menurutnya,  yang menjadi resposden dari pelaksanaan AKM ini tidak hanya siswa, namun guru dan kepala sekolah pun menjadi responden, semuanya dipilih secara random oleh Kemendikbud .

Sementara itu. Abdul Cholik, Guru IPS SMPN 2 Padalarang sekaligus Instruktur Nasional Kurikulum 2013, menyajikan materi tentang pembuatan video pembelajaran dari Power Point dan pembuatan video pembelajaran menggunakan aplikasi KineMaster.

Hal di atas sangat menarik, karena sangat dibutuhkan dalam pembelajaran di masa pandemi, selain sebagai salah satu bentuk inovasi pembelajaran yang bisa dipraktikkan langsung kepada siswa selama PJJ.

Hal yang menarik pun sama terjadi pada saat Dian Diana selaku Ketua MGMP IPS KBB memaparkan akun belajar.id yang menggunakan akun G-Suite For Education. Menurutnya,  akun ini merupakan fasilitas dari Kemdikbud yang baru digulirkan. Materi yang disajikan dengan praktik langsung ini begitu menarik perhatian peserta workshop hingga tanya jawab pun berlangsung selama kegiatan.

Tetkait dengan penyelenggaran kegiatan,  Dian Diana mengatajan bahwa program ini menjadi ajang berbagi pengalaman para guru dalam rangka menghadapi kegiatan belajar mengajar di semester genap tahun pelajaran 2020/2021, selain untuk meningkatkan kompetensi masing-masing.

“Pembelajaran jarak jauh yang telah dilaksanakan selama satu semester memberikan pembelajaran berharga bagi kita selaku guru,” ungkapnya.

Lebih jauh disampaikan bahwa tantangan pembelajaran yang dihadapi pada masa pandemik ini tidaklah mudah. Oleh karena itu kreativitas dan inovasi pembelajaran mutlak diperlukan. Selain itu, guru juga dituntut untuk senantiasa mengasah kemampuannya terutama di bidang IT. Hal ini diperlukan karena pembelajaran yang dilakukan berbeda dari pembelajaran sebelumnya.

Pada sisi lain,  Ketua Forum Komunikasi Guru IPS KBB,  Hilman Latief,  menandaskan bahwa kegiatan ini sangat memotivasi para guru untuk meningkatkan kualitas diri. Selain itu,  diharapkan dapat berdampak positif pada kualitas pembelajaran.

“Kegiatan semacam ini sangat memotivasi kami untuk senantiasa bisa terus belajar dan menjadi ajang berbagi hingga kami bisa melangkah dan maju bersama untuk dapat meningkatkan kualitas diri yang mudah-mudahan bisa memiliki dampak baik bagi peserta didik,” tandasnya.***

Reportase dan Foto: Elis Lisnawati,  M.Pd. ( Guru IPS SMPN 1 Cililin/ Reporter Newsroom) 

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

DAPATKAN SEGERA BUKU-BUKU PILIHAN KARYA PRAKTISI,  AKADEMISI,  DAN SEKALIGUS BIROKRAT YANG KONSISTEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

 

PEMBUATAN APLIKASI PEMBELAJARAN ONLINE ALA MGMP SR 01 LEMBANG

Lembang-(Newsroom). Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP Sub Rayon 01 Lembang menyelenggarakan seminar virtual. Kegiatan yang diikuti oleh para ketua dan pengurus dari 11 MGMP tersebut,  dilaksanakan pada 7-8 Januari 2021, serta menghasilkan aplikasi pembelajaran berbasis website, Jumat (18/1/21).

Ketua MGMP Seni Budaya SMP SR 01, Tatang Heru,  mengungkapkan bahwa program di atas digelar sebagai bentuk kepedulian pihaknya dalam membantu para guru pada pelaksanaan moda pembelajaran jarak jauh yang diberlakukan pemerintah di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Webinar pembuatan aplikasi pembelajaran berbasis website ini diselenggarakan untuk membantu para guru dan siswa dalam pembelajaran jarak jauh,” ungkap Tatang Heru kepada Newsroom, (9/1).

Ditambahkannya bahwa kegiatan yang melibatkan para pengurus MGMP tersebut merupakan inovasi strategis dalam menjawab tantangan pembelajaran berbasis digital.

Selain bertujuan membantu para guru dan siswa dalam melaksanakan PJJ, aplikasi ini memuat materi-materi pelajaran serta tugas-tugas untuk siswa dari masing-masing mata pelajaran.

Tatang Heru  yang juga merupakan pemrakarsa kegiatan,  mengapresisi atas dukungan para pengurus MGMP SR 01, juga kepada Pengawas Pembina,  dan Kepala SMPN 2 Lembang, sehingga kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan harapan.

“Kami mengapresiasi support dari Bapak Pengawas dan Ketua SR 01 Lembang, Bapak Kusnadi,M.Pd, Kepala Sekolah SMPN 2 Lembang, aerta rekan-rekan pengurus MGMP SR 01 yang telah ikut mendukung kegiatan, sehingga dapat berlangsung sesuai dengan harapan semua,” tuturnya.

Ditandaskannya bahwa program ini pun merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang IT. Sehingga diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi diri dalam meraih harapan dan cita-cita.

“Semoga program ini dapat memotivasi para guru dan siswa agar tetap melaksanakan pembelajaran. Sehingga proses belajar mrengajar tetao berlangsung dan tidak terkendala suaru apapun,” tandasnya. ***

Berita: Adhyatnika Geusan Ulun

Sumber Berita: Tatang Heru,  S.Pd (Wakasek Kesiswaan SMPN 6 Lembang) 

DAPATKAN SEGERA BUKU-BUKU PILIHAN KARYA PRAKTISI,  AKADEMISI,  DAN SEKALIGUS BIROKRAT YANG KONSISTEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

 

MKKS SMP BANDUNG BARAT LUNCURKAN PROGRAM INOVATIF

Bandung Barat-(Newsroom). Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat menyelenggarakan diskusi ringan bertemakan Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Tapi Covid-19 Masih Mengancam. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual dan salah satu agendanya adalah meluncurkan program khataman Alquran tersebut, diikuti oleh para kepala SMP di lingkungan Disdik KBB,  Jumat (25/12/20).

Plt. Ketua MKKS SMP KBB, Jaka Supriatna, mengungkapkan bahwa program khataman Alquran di atas merupakan inovasi dari bidang kerohanian. Oleh karena itu pihaknya mengapresiasi dan berharap agar dapat terlaksana sesuai dengan harapan.

“Program khataman Alquran ini merupakan salah satu inovasi dari bidang kerohanian. Kami sngat mengapresiasi atas diluncurkannya program ini.  Semoga kegiatan ini dapat terlaksana sesuai dengan harapan, ungkapnya.

Seperti diketahui,  MKKS SMP KBB dalam webinar yang host meeting nya adalah Ati Rusmiati,  Kepala SMPN 3 Cipatat, dan  moderatornya  dipegang oleh Agus Samsu, Kepala SMPN 2 Ngamprah, meluncurkan program Khataman Alquran. Program ini digagas  oleh Bidang Kerohanian yang dijabat  Agus HD Idris, Kepala SMP 2 Darul Falah.

Pada program di atas,  setiap kepala sekolah mendapat jatah membaca ayat Alquran sampai bacaannya selesai atau khatam. Hal positif ini, menjadi semangat baru bagi para kepala sekolah untuk menggali Alquran sebagai tuntunan hidup.

Sementara itu, diskusi lainnya adalah membahas tentang kebijakan-kebijakan terbaru yang berkaitan dengan pendidikan atau hal aktual yang harus segera diinformasikan.

Di sisi lain,  Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdik KBB, Dadang A. Sapardan, dalam sambutannya menyampaikan dukungan atas dicanangkannya program ini. Menurutnya, hal ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi para kepala sekolah.

“Ini kegiatan yang luar biasa Tidak ada kegiatan seperti ini di Disdik yang lain di Jawa Barat. Saya sangat medukung agar program ini dilanjutkan. Saya termotivasi sekali. Di rumah saya ajak istri untuk berbagi ayat melaksanakan khataman Quran. Ada keasikan dan ketenangan tersendiri. Terima kasih Pak Agus dari bidang kerohanian yang telah menggulirkan program ini,” kata Dadang.

Lebih jauh disampaikan bahwa kerjasama dan kolaborasi yang terwujud dalam berbagai bidang, termasuk di dalamnya kegiatan religius akan menjadi sorotan menarik. Hal ini hanya ada di Bidang SMP Disdik Kabupaten Bandung Barat.

Disampaikan juga bahwa terkait pembukaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada awal tahun 2021 yang menurut rencana akan dilaksanakan di empat kecamatan zona hijau, yakni Kecamatan Gununghalu, Rongga, Sindangkerta, dan Cipongkor. Namun, hal ini dipertimbangkan,  mengingat kenyataannya pada bulan ini angka penderita Covid-19 bertambah, bahkan ada penderita di wilayah-wilayah yang tadinya berstatus zona hijau.

“Kondisi status zona fluktuatif. Empat kecamatan berubah dari hijau ke merah, tidak mungkin kita membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka dengan segera. Takutnya 1-2 orang guru atau siswa terjangkiti, nanti terjadi kepanikan. Hari selasa depan akan men treatment pengawas untuk memverifikasi sekolah yang menyatakan sudah siap PTM. Tapi tetap harus ada rekomendasi dari Satgas Covid, Jika satgas tidak mengizinkan untuk dibuka, maka maka sekolah tersebut tetap PJJ. Kita siapkan saja berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk membuka PTM pada Masa Pandemi ini. Kabupaten yang satu KCD dengan kita yaitu Kabupaten Cianjur yang sepertinya memberi signal, pada bulan Januari PTM tidak akan dulu dilaksanakan. Bupati Bandung Barat pun mengatakan bahwa jangan memaksakan membuka sekolah kalau belum siap. Kita di wialayah kegamangan, tapi kita siapkan saja, sekarang fokus dulu untuk PJJnya. IKuti SOP dari Kemdikbud. Siswa boleh tidak mengikuti PTM jika orangtua tidak mengizinkan. Guru yang memiliki riwayat penyakit atau kormobid diperbolehkan mengajar secara daring,” lanjut Dadang.

Di kesempatan lain,  Agus HD Idris mengemukakan bahwa program khataman Alquran yang digagasnya sebagai rasa cinta kepada kitab suci ini,  serta mengimplementasikan kalimat para ulama, yakni Mening ngaji atanapi dipangngajikeun.

Oleh karena itu,  pihaknya mengajak  diri dan lainnya untuk membaca Alquran dengan metode one day one page. Satu hari satu halaman. Hal ini berarti sepuluh hari sudah satu juz. Menurutnya,  semakin banyak yang kita baca hati akan menjadi tenang.

Selain itu,  digagas juga “Prohatiku” yaitu Program Halaqah Tilawatil Quran. Agus menyampaikan bahwa ‘hati suka berkarat’. Sehingga program ini dimaksudkan agar selalu mengingatkan Alquran sebagai tuntunan hidup.

“Semoga Corona segera dicabut. Mudah–mudahan rekan kita yang sakit, beliau segera disehatkan dan ada dalam magfirah Allah SWT. Baca dan amalkan Alquran setiap hari. Semoga kegiatan ini berlanjut menjadi ibadah bagi kita semua. Mudah-mudahan khatam baca Alquran kita menjadi syafaat pada hari kiamat. Aamiin….” pungkas Agus.***

Berita: Dian Diana

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

Foto Ekslusif Newsroom.

DAPATKAN SEGERA BUKU-BUKU PILIHAN KARYA PRAKTISI,  AKADEMISI,  DAN SEKALIGUS BIROKRAT YANG KONSISTEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

 

 

SMPN 1 BATUJAJAR GELAR LOMBA KREATIVITAS SISWA

Batujajar.-(Newsroom). SMPN 1 Batujajar Kab. Bandung Barat menggelar lomba kreativitas siswa. Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual tersebut,  mengambil tema Menumbuhkan Sikap Keagamaan dan Nasionalisme.

Kepala SMPN 1 Batujajar,  Atang Kurniawan,  mengungkapkan bahwa kegiatan di atas merupakan program rutin yang diselenggarakan selepas pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS). Menurutnya, hal ini sangat positif dalam membangun kebersamaan dan kreativitas warga sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi dilaksanakannya  kegiatan ini. Lomba ini dapat menumbuhkembangkan kreativitas siswa dan kebersamaan di antara warga sekolah,” ungkapnya kepada Newsroom. (23/12/20).

Lebih jauh disampaikan bahwa lomba yang diselenggarakan adalah Lomba Menyanyi Tanah Airku, Hapalan Asmaul Husna, dan Hapalan Surat An-Naba. Semuanya dilaksanakan melalui media online.

Sementara itu,  Aji Jehan Felani,  Tim Kesiswaan,  menyampaikan bahwa semua lomba tersebut dilaksanakan pada tanggal 7-11 Desember 2020. Menurutnya,  siswa dari kelas 7, 8, dan 9 membuat video yang diunggah ke Youtube atau Instagram.

Selnjutnya,  mereka menyerahkan tautan video yang sudah diunggah tersebut ke form yang sudah disiapkan panitia dan juri yang terdiri dari tim kesiswaan dan beberapa guru untuk diseleksi dan dinilai.

Di sjsi lain,  penjurian yang dilaksanakan pada 14 – 15 Desember 2020 ini menghasilkan para pemenang,  yakni untuk kategori menyanyi Tanah Airku, juaranya adalah Shalsa Billa Ajudin, Nadia Wahyu, dan Nazwa Azzahra.

Sementara untuk kategori menghapal asmaul husna, para juaranya adalah Jaisy Nuri, Aulia R, dan Umu Kulsum. Dan pada kategori hapalan surat An-Naba terpilih Naila Syakirah, Adinda, dan Dea Kusuma, masing-masing sebagai juara 1, 2, dan 3.

Atang Kurniawan, menandaskan bahwa lomba semcam ini penting dilaksanakan karena akan terus memacu para siswa untuk berkreasi dan menunjukkan kemampuannya meskipun dalam kondisi pandemi. Selain itu,  lomba yang dilaksanakan daring seperti ini juga sangat sesuai dengan tuntutan kecakapan abad 21.

“Lomba ini sangat penting dilaksanakan karena akan terus memacu para siswa untuk berkreasi dan menunjukkan kemampuannya meskipun dalam kondisi pandemi. Selain itu, lomba yang dilaksanakan secara daring seperti ini juga akan menambah kecakapan abad 21 bagi mereka. Hal ini dikarenakan mereka harus mengunggah video dengan menggunakan aplikasi. Dengan begitu secara tidak langsung para siswa akan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi di masa ini,” tandasnya. ***

Berita: Riska Mutiara

Sumber Berita dan Foto : Aji Jehan Felani (Tim Kesiswaan SMPN 1 batujajar) 

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

DAPATKAN SEGERA BUKU-BUKU PILIHAN KARYA PRAKTISI,  AKADEMISI,  DAN SEKALIGUS BIROKRAT YANG KONSISTEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

 

 

TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN SMPN 1 CIPONGKOR BAGIKAN E-RAPORT

Cipongkor-(Newsroom). SMPN 1 Cipongkor Kab. Bandung Barat dalam upayanya meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, melaksanakan pembagian rapor dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan yang dilangsungkan secara bertahap sesuai dengan jenjang kelas tersebut, diadakan pada  hari Sabtu, (19/12/20).

Kepala SMPN 1 Cipongkor, H. Dadang Arifin, mengungkapkan bahwa program rutin tahunan tersebut merupakan akhir kegiatan pembelajaran pada semestet ganjil di tahun pelajaran 2020/2021. Menurutnya,  sekolah menerapkan aturan ketat dalam pelaksanaan kegiatan rapor mengingat kondisi pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Pembagian rapor merupakan program rutin tahunan. Kegiatan ini pun merupakan salah satu pertanda berakhirnya rangkaian kegiatan pembelajaran  di semestet ganjil pada tahun pelajaran 2020/2021. Di kegiatan ini kami menerapkan aturan ketat dalam pelaksanaan kegiatan rapor mengingat kondisi pandemi yang belum berakhir,” ungkapnya kepada  Newsroom (19/12).

Disampaikannya juga bahwa pada pembagian rapor tahun ini, pihaknya mengundang para orang tua dan wali untuk mengambilnya. Menurutnya,  hal ini dilaksanakan untuk mempermudah penerapan protokol kesehatan.

Selain itu,  pihaknya pun menerapkan jadwal pembagian rapor sesuai jenjang dengan waktu yang berbeda. Sehingga meminimalisasi potensi kerumunan.

Sementara itu,  Adhyatnika,  Wakasek Kurikulum, menyampaikan bahwa laporan pendidikan yang diberikan kepada siswa menggunakan moda e-rapor.  Hal ini merupakan tahun ke tiga pelaksanaannya.

Seperti diketahui,  e-rapor adalah sebuah sistem aplikasi berbasis web yang di harapkan dapat mengubah pola kerja guru dari pola manual ke pola digital. Selain itu, e-rapor dapat mempermudah guru dalam melakukan penilaian siswa, bahkan sampai ke pencetakan rapor dan evaluasi nilai hasil belajar siswa.

Di sisi lain,  Lani Mulyani,  Guru Bahasa Indonesia,  menyatakan bahwa terkait rencana pembelajran tatap muka pada semester genap di awal Januari 2021, pihaknya berharap agar program tersebut dikaji secara cermat dan komprehensif.  Sehingga pada pelaksanaannya sesuai dengan harapan,  dan tidak menimbulkan kluster penyebaran covid-19 yang baru.

Senada dengan di atas,  Kiki Karmila,  Guru Matematika, menandaskan bahwa apapun keputusan para pemegamg kebijakkan akan diikuti selama untuk kemajuan pendidikan dan terjaminnya kesehatan guru dan siswa,  serta warga sekolah

“Sebagai seorang guru,  apapun keputusan pemerintah dalam pencanangan PTM di semester nanti, pasti akan kami taati, selama untuk kemajuan pendidikan dan terjaminnya kesehatan warga sekolah,” tandasnya ***

Berita : Adhyatnika Geusan Ulun

Foto Eksklusif Newsroom

DAPATKAN SEGERA BUKU-BUKU PILIHAN KARYA PRAKTISI,  AKADEMISI,  DAN SEKALIGUS BIROKRAT YANG KONSISTEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN