SMPN 6 Lembang Canangkan Digitalisasi Pembelajaran

Lembang (Newsroom)- SMPN 6 Lembang Kab. Bandung Barat menyelenggarakan proses pembelajaran dengan sistem digital. Digitalisasi pembelajaran yang sudah berlangsung selama dua tahun tersebut, menjadikan sekolah ini sebagai salah satu terdepan dalam kegiatan belajar mengajar.

Kepala SMPN 6 Lembang, Jiono, menerapkan digitalisasi pembelajaran kepada warga sekolah sebagai upaya pihaknya dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Semua warga sekolah dapat mengakses sistem berplatform website tersebut secara gratis.

Ditambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi guru sekolah tersebut yang merancang dan mengoperasikan website smpn6lembang.sch.id yang sangat memudahkan para guru dan warga sekolah lainnya dalam prosespembelajaran. Termasuk seluruh siswa dan orang tua yang dapat menikmati berbagai kemudahan aksesyang disajikan oleh website tersebut.

Sementara itu, Tatang Hairu, pendesain dan operator sistem digitalisasi pembelajaran di atas, mengungkapkan ide merancang website tersebut sebagai salahsatu kepedulian pihaknya dalam peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Menurutnya, di dalam platform yang dibuatnya ini memuat sejumlah aplikasi pembelajaran yang akan memudahkan guru dalam melaksanakan kegiatan berlajar di kelas.

“Saya merancang website sekolah ini merupakan bentuk kepedulian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Dalam platform dibuatnya ini terdapat  banyak aplikasi pembelajaran yang akan memudahkan guru dalam melaksanakan kegiatan berlajar di kelas,” ugkapnya.

Lebih jauh disampaikannya, semua guru dapat menikmati fasilitas-fasilitas yang dikemas dalam sejumlah fitur website. Bahkan, guru dapat mengakses aplikasi-aplikasi tanpa menggunakan kuota internet.  Selain itu, learning management system yang ada di dalam website sekolahnya memberikan kemudahan  para guru di dalam maupun di luar kelas.

“Para guru dapat mengakses aplikasi yang ada di dalam platform yang dimiliki sekolah dengan tanpa kuota. Kawan-kawan guru dapat mengaksesnya di dalam kelas, maupun di luar kelas. Sebagai contoh, guru mata pelajaran olahraga dapat membuat rencana penilaian dan administrasi pembelajaran  di lapangan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Tatang Hairu mengharapkan capaian yang diraih SMPN 6 Lembang saat ini dapat dinikmati juga oleh sekolah lain. Menurutnya, pihaknya siap membantu sekolah lain untuk merancang sistem pembelajaran berbasis digital seperti yang telah dibangunnya.

Disampaikan Tatang hairu, dengan menerapkan aplikasi berbasi digital, maka bukan hanya guru yang dapat menggunakannya, namun siswa juga dapat mengaksesnya, sehingga mereka bisa melihat capaian prestasi selama mengikuti proses pembelajaran. Termasuk orang tua siswa dapat memantau capaian anaknya, dan kegiatan serta program yang dilaksanakan sekolah.

“Semoga apa yang telah dilaksanakan sekolah kami dapat juga diikuti oleh sekolah lainnya. Kami siap membantu mewujudkan keinginan sekolah-sekolah dalam menerapkan digitalisasi pembelajaran,” tandasnya. ***

Sumber Berita: Tatang Hairu, S.Pd- (Guru Seni Budaya/Wakasek Kurikulum SMPN 6  Lembang)- https://kurikulum.smpn6lembang.sch.id/  https://apps.smpn6lembang.sch.id/ Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun-Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ribuan Siswi SMP se-KBB Ikuti Gebyar Minum TTD

Ngamprah (Newsroom)-  Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat (Disdik KBB) dalam rangka mewujudkan generasi  emas yang bebas anemia  dan stunting, mendukung penuh program Kampanye Gizi Seimbang dan Gebyar Minum Tablet Tambah Darah (TTD) yang diluncurkan Pemerintah Prov. Jawa Barat. Kegiatan yang melibatkan ribuan siswi SMP se- KBB tersebut, dilaksanakan serentak pada Kamis (11/8/22).

Kepala Dinas Pendidikan KBB,  Asep Dendih, melalui surat edarannya  mendorong seluruh SMP negeri dan swasta untuk mengikutsertakan siswi-siswinya mengikuti program di atas. Ditegaskannya, program tersebut dalam rangka menuju Generasi Emas Bebas Anemia dan Zero New Stunting (Gemaz).

Disebutkannya, Kampanye Gizi Seimbang dan TTD dilaksanakan di sekolah-sekolah mulai pukul 07.30 WIB.  Hal lainnya adalah seluruh sekolah terlebih dahulu mengisi link pendataan TTD Gemaz di Googleform yang telah disediakan, kemudian membuat banner dan menyiapkan media yang terkoneksi dengan platform zoom dan Youtube yang nantinya akan digunakan untuk menyekasikan launching kampanye tersebut.

Ditambahkan Kadisdik KBB, para peserta kegiatan merupakan bagian dari  1,4 juta remaja putri berusia 12-18 tahun di wilayah Jawa Barat yang meminum TTD yang dibuka secara simbolis di Aula Barat Gedung Sate Bandung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil.

Selanjutnya, program  di atas melibatkan seluruh warga sekolah dalam upaya mendokumentasikannya di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pelaksanaan gebyar minum TTD terbanyak.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, dalam sambutannya menyampaikan penyebab remaja putri mengalami anemia karena berbagai faktor seperti sistem hormon saat menstruasi. Menurutnya, saat ini masih terdapat remaja putri yang menjalani diet ketat,  namun secara gizi tidak terpenuhi dengan baik sehingga tidak seimbang.

“Penyebab remaja putri mengalami anemia karena berbagai faktor seperti sistem hormon saat menstruasi. Saat ini cukup banyak remaja putri yang menjalani diet ketat namun secara gizi tidak terpenuhi dengan baik sehingga tidak seimbang,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkan, secara tidak langsung kurangnya perhatian pada pola hidup sehat juga bisa mengakibatkan anemia di kalangan remaja putri. Hal lainnya adalah dikarenakan banyaknya aktivitas yang dijalani dalam keseharian. Oleh karena itu, dengan TTD diharapkan dapat menghadirkan generasi yang tidak stunting.

“Kurangnya perhatian remaja putri pada polahidup sehat menjadi mereka menderi anemia. Jadi dengan kita berikan TTD ini agar sehat dan menghadirkan generasi yang tidak stunting, jadi sehat mulai dari remaja putri,” imbuhnya.

Di sisi lain, sejumlah SMP di lingkungan Disdik KBB yang menyelenggarakan Kampanye Gizi Seimbang dan Gebyar Minum TTD menyambut baik program tersebut. Beberapa yang berhasil dihimpun NEWSROOM adalah SMPN 3 Ngamprah  dan SMPN 1 Cipongkor  KBB.

Kepala SMPN 3 Ngamprah, Mepi, menyampaikan sebanyak 546 siswinya mengikuti program di atas. Menurutnya, selain sebagai upaya pihaknya mendukung program pemerintah, juga membantu sekolah dalam rangka mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Hal senada disampaikan Nenden Amelia, Guru SMPN 3 Ngamprah, kegiatan TTD yang diselenggarakan pada pagi hari tersebut  sangat bermanfaat bagi peningatan kualitas kesehatan siswi-siswinya. Terlebih program ini sangat membantu sekolah dalam menyosialisasikan pentingnya pola hidup sehat bagi remaja putri.

“Kegiatan TTD yang diselenggarakan pada pagi hari ini benar-benar bermanfaat bagi kami, terutama dalam peningatan kualitas kesehatan siswi-siswidan remaja putri pada umumnya. Program ini pun sangat membantu kami dalam menyosialisasikan pentingnya pola hidup sehat bagi remaja putri,” sampainya.

Di kesempatan terpisah, Kepala SMPN 1 Cipongkor, Deni Jamaludin, mengungkapkan pentingnya sosialisasi gizi seimbang dan TTD bagi remaja putri. Menurutnya, pada usia 12-18 tahun untuk remaja putri merupakan masa yang paling tepat untuk melakukan pola hidup sehat. Salah satunya adalah dengan mencegah anemia dan stunting, sehingga nanti akan terwujud generasi unggul dan berkualitas.

“Sangat penting untuk menyosialisasi gizi seimbang dan TTD bagi remaja putri. Di usia 12-18 tahun untuk remaja putri merupakan masa yang paling tepat untuk melakukan pola hidup sehat. Salah satunya adalah dengan mencegah anemia dan stunting, sehingga nanti akan terwujud generasi unggul dan berkualitas. Oleh karena itu program TTD ini sangat bermanfaat bagi kita semua,” tandasnya.

Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun -Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.- Kontributor: Nenden Amelia,M.Pd (SMPN 3 Ngamprah), Novy Citra Pratiwi, S.Pd (SMPN 1 Cipongkor)

Dinas Arsip dan Perpustakaan KBB Gelar Pelatihan STORY TELLING

Lembang (Newsroom)- Dinas Arsip dan Perpustakaan Kab. Bandung Barat menyelenggarakan pelatihan Story Telling bagi para guru SD. Kegiatan yang  dilaksanakan di Hotel Augusta Lembang tersebut bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab.Bandung Barat dan berlangsung  selama dua hari, Rabu-Kamis (10-11/7).

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kab. Bandung Barat, Avira Nufashihah, mengundang sebanyak 20 guru SD sebagai perwakilah dari masing-masing gugus untuk dilatih Story Telling. Pihaknya menggandeng Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kab.Bandung Barat.

“Kami mengudang 20 perwakilan guru SD untuk mengikuti pelatihan Story Telling. Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan Dinas Pendidikan Kab.Bandung Barat.”

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik KBB, Dadang A. Sapardan, menyambut baik penyelenggaraaan pelatihan di atas.  Menurutnya, pelatihan Story Telling merupakan salah satu upaya dalam mengasah kemampuan agar para guru lebih terampil dalam menyampaikan informasi kepada para peserta didik. Terlebih bentuk dari story telling berupa cerita. Keterampilan ini sangat diperlukan guru dalam menjadikan pembelajaran di kelas lebih kreatif dan menyenangkan.

“Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menjadikan pembelajaran di kelas lebih kreatif dan menyenangkan, salah satunya melalui Story Telling. Oleh karena itu, kegiatan yang diselenggarakan Dinas Arsip dan Perpustakaan ini harus dimanfaatkan para guru untuk meningkatkan keterampilannya, terutama di story telling,” tandasnya.

Di sisi lain, para narasumber di pelatihan Story Telling di atas memberikan sejumlah pemahaman kepada para peserta bahwa storytelling merupakan seni  yang mengajarkan tentang pengalaman dan pengisahan dengan mengalir. Seni tersebut dapat dituangkan dalam bentuk tulisan yang bermanfaat.

Di dalam kegiatan tersebut, para peserta diarahkan untuk menjadi seorang penulis yang dapat menginformasikan tentang tujuan apa yang ingin disampaikan dalam tulisannya. Selanjutnya, produk tulisan dikemas dalam gaya story telling yang nantinya dapat memberikan inspirasi dan bermanfaat kepada para pembacanya.

Selain itu, tulisan-tulisan yang dikemas dalam gaya story telling tersebut bisa memaparkan secara detail maksud yang ingin disampaikan penulis, bukan sekedar mengatakan isi ceritanya. Sehingga pesan-pesan yang sangat bermanfaat dapat disampaikan penulis dengan gaya bahasa yang dimilikya.

Seperti halnya sebuah berita, maka story telling sebaiknya mengandung unsur 5W, dan ditambah dengan SW, yakni What untuk menentukan plot, Who untuk menentukan siapa saja karakteryang ada dalam cerita, When untuk menggambarkan kronologi ceritanya, Where diterapkan sebagai tempat kejadian, Why ditentukan sebagai motif dari cerita yang diangkat, dan So What, yang merupakan simpulan dari cerita yang disusun. ***

Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun -Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.

 

 

SMPN 2 Parongpong Sabet Dua Penghargaan GLN GAREULIS JABAR 2022

Bandung ( Newsroom)– SMPN 2 Parongpong Kab. Bandung Barat  berhasil meraih penghargaan Sekolah Terbaik kategori Tantangan GLS 16 Peserta, dan Sekolah dengan Galeri Terbaik  dan Terkreatif di Festival dan Penganugerahan Literasi tingkat Prov. Jawa Barat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh GLN Gareulis Jawa Barat tersebut diikuti oleh ribuan peserta dan puluhan sekolah, serta merupakan puncak dari tantangan GLN tingkat Prov  Jawa Barat, dilaksanakan di Youth Center, Arca Manik Bandung, Jawa Barat, Sabtu (6/7/22).

Kepala SMPN 2 Parongpong, Dra. Hj. Yeti Resmiati, menyampaikan rasa bahagianya atas keberhasilan memboyong dua piala sekaligus di atas. Menurutnya, prestasi tersebut berkat  kekompakan  Kepala Sekolah, para guru dan tenaga kependidikan, siswa, komite, dan seluruh warga sekolah lainnya.

“Rasa syukur dan bangga serta bahagia atas keberhasilan memboyong dua piala sekaligus di ajang Festival GLN tingkat Prov. Jawa Barat ini Penghargaan tersebut berkat adanya jalinan yang mesra dan kompak antara kepala sekolah, para pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, komite, dan orang tua peserta didik untuk mengarungi tantangan samudra yang luas dalam GLN,”  ujarnya saat menerima penghargaan yang diserahkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat yang mewakili Gubernur Jawa Barat.

Ditambahkan Kepala Sekolah, prosesnya meraih penganugerahan di atas cukup berat. Banyak rintangan yang harus dilalui. Namun, berkat kegigihan warga sekolah, akhirnya dapat meraih penghargaan tersebut

“Banyak badai dan topan yang harus diarungi dan dilalui. Namun, berkat upaya gigihnya dan semangat api yang terus bernyala beserta tim gerakan literasi sekolahnya serta dukungan dari semua warga sekolah, akhirnya dapat bekesempatan meraih penghargaan yang selama ini ditunggu- tunggu, bahkan merasa lebih tertantang dengan mendapatkan penghargaan ini,” imbuhnya.

Hal di atas senada dengan  Eva Marviana,  Ketua GLS SMPN 2 Parongpong yang   menambahkan idak mudah untuk merampungkan semua tantangan. Oleh karena itu, pihaknya mengpresiasi seluruh warga sekolah trlah berjuang meraih prestasi tersebut.

“Apresiasi untuk peserta perwakilan dari SMPN 2 Parongpong, tantangan yang telah dilaksanakan pada masa pandemi Covid  benar- benar sebuah perjuangan. Semua peserta belajar dan diuji daya juangnya hingga akhir tantangan. Mereka yang terkuat selesai hingga garis finish. Oleh karena itu, pantaslah jika gelar juara diberikan kepadanya. Hal ini patut disyukuri oleh seluruh peserta dan seluruh warga sekolah,”  tuturnya.

Di sisi lain, salah seorang peserta yang merupakan orang tua siswa, Cacih, mengutarakan  kegiatan ini merupakan kebanggaan tersendiri untuknya. Menurutnya, dia dapat terlibat dalam berbagai tantangan GLN tingkat Prov. Jawa Barat.

“Kegiatan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami, karena dapat terlibat dalam berbagai tantangan GLN ini. Kami mengakui bahwa tantangan ini telah mendorong untuk berusaha menyelesaikan berbagai tantangan dan hambatan demi mendukung putri kami sendiri sebagai peserta tantangan GLN mewakili teman- temannya,” ungkapnya.

Disampaikannya juga, orang tua akan selalu mendukung kegiatan yang memberikan dampak positif bagi putra-putrinya untuk terus maju.

Di kesempatan lain, Yeti Resmiati menegaskan prestasi yang telah diraihnya  diharapkan mampu mendongkrak semangat dan kreativitas untuk berprestasi lebih jauh khususnya di bidang literasi dan bidang lainnya.

Selanjutnya, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Kab. Bandung Barat beserta jajarannya yang telah menginspirasi, dan memberikan dukungan yang besar.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tiada terhingga serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Plt. Bupati Kab. Bandung Barat yang telah mendukung kegiatan ini. Juga kepada Bapak Kepala Dinas Kab. Bandung Barat, Bapak Sekdis, dan Bapak Kabid, serta Bapak dan Ibu Pengawas, dan berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu atas dukungan penuh selama ini,” pungkasnya.

Sumber Berita: Dra. Hj. Yeti Resmiati, M.M (Kepala SMPN 2 Parongpong)- Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun-Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.

Guru KBB diundang Webinar BKKBN Pusat

Bandung Barat (Newsroom)- Sebanyak tiga orang guru Kab. Bandung Barat mendapatkan kepercayaan menjadi narasumber di Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Ketiga guru tersebut memaparkan teknik dan srategi desain pengintegrasian materi kependudukan, yakni Enung Hodijah dari SMPN 3 Parongpong , N. Mimin Rukmini (SMPN 1 Cililin), dan Mardiah Alkaff (SMPN 3 Padalarang), Kamis (28/7/22).

Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN Pusat, Edi Setiawan,  melaporkan kegiatan ini digelar untuk memberikan pencerahan desain dan teknis serta strategi pengintegrasian materi kependudukan di Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Menurutnya, sudah ada 921 SSK  di seluruh Indonesia. Perinciannya adalah 80 Sekolah Dasar (SD), 389 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 452 Sekolah Menengah Atas (SMA). Dari dari jumlah tersebut 108 sekolah termasuk SSK Paripurna dan sisanya tingkat dasar.

“Bahwa saat ini sudah sudah ada 921 Sekolah Siaga Kependudukan  di seluruh Indonesia. Perinciannya adalah 80 Sekolah Dasar, 389 Sekolah Menengah Pertama, dan 452 Sekolah Menengah Atas. Dari dari jumlah tersebut 108 sekolah termasuk SSK Paripurna dan sisanya tingkat dasar. Kegiatan ini digelar tiada lain untuk memberikan pencerahan desain dan teknis serta srtategi pengintegrasian materi kependudukan di Sekolah Siaga kependudukan,” papar Edi Setiawan yang juga Ketua Penyelenggara.

Disampaikan juga, sesuai dengan amanat UU No. 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, dan PP No. 87 tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, mengamanatkan kepada BKKBN untuk melaksanakan kerjasama pendidikan kependudukan dalam upaya menyelenggarakan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana. Salah satu strategi potensial dalam rangka kerjasama pendidikan adalah melalui jalur formal, khususnya Sekolah Menengah Pertama.

Selanjutnya, latar belakang pembentukan SSK ini tidak lepas dari upaya pemerintah dalam menyikapi akan datangnya era-bonus demografi di Indonesia pada 2020 hingga 2045 mendatang. Pada era itu, jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) proporsinya lebih dari 50 persen dibandingkan dengan kelompok usia non produktif (0-14 tahun dan > 65 tahun). Pada era ini harus disiapkan generasi yang berkualitas, agar tenaga kerja yang melimpah pada saat ini mampu membawa berkah bukan malah menjadi bencana.

Selain di atas, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia unggul, untuk tahun pelajaran baru 2022/2023 dilaksanakan Orientasi Desain Pengintegrasian Materi Kependudukan ke dalam Kurikulum Sekolah yang dilaksanakan dengan menggunakan platform Webinar yang melibatkan seluruh unsur terkait dari sabang sampai Merauke, terdiri dari BKKBN Pusat, seluruh BKKBN Prov di Indonesia, para OPD di dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota, para Kepala Sekolah dan perwakilan Guru dari SSK.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, mengatakan melalui  kurikulum kependudukan, BKKBN berharap anak Indonesia dapat memahami pentingnya wawasan kependudukan sebagai modal dasar pembangunan berkelanjutan.

“Berdasarkan sensus penduduk Indonesia ada 270 juta jiwa, namun sebagian tidak memiliki kualitas daya saing. Pertumbuhan penduduk yang cepat juga akan memperlambat tercapainya kondisi ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk dengan daya tampung lingkungan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, BKKBN melaksanakan pendidikan kependudukan untuk membantu masyarakat memiliki pengetahuan dan pemahaman dan kesadaran tentang kondisi kependudukan melalui jalur formal, khususnya jenjang pendidikan dasar dan menengah diimplementasikan melalui Sekolah Siaga Kependudukan SSK.

Sekolah yang telah ditetapkan sebagai SSK diharapkan terus mengembangkan inovasi melalui kegiatan, penguatan, dan pengembangan SSK baik di internal maupun eksternal organisasi guru,” tuturnya. Selain itu, sekolah juga menyediakan tempat konseling melalui Pojok Kependudukan sebagai pusat informasi siswa dan menjadi media konsultasi terkait isu-isu kependudukan yang meliputi pencegahan stunting, bahaya menikah dini, jarak usia melahirkan yang dikemas dengan menarik oleh guru.

“Terakhir kegiatan kesiswaan soal kependudukan. Kalau dimungkinkan semua bisa dimasukan unsur mau di OSIS, rohani keagamaan, PMR, Paskibra bisa dimasukan isu kependudukan. Jadi tidak hanya di kelas tapi di luar kelas juga masuk dalam isu kependudukan,” tandasnya.

Pada kegiatan di atas, para narasumber menegaskan bahwa materi kependudukan bukan menambah materi pelajaran, tidak menambah waktu pembelajaran ataupun mengeliminir materi pelajaran inti, namun sifatnya pengintegrasian/ insersi disisipkan dalam materi yang bersinggungan atau beririsan serta terkait dengan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik.

Dengan kata lain, penyampaian dalam pembelajaran tiada lain untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik sebagai bagian dari penduduk Indonesia untuk bersama-sama bisa memiliki kesadaran melakuka pengendalian penduduk serta menjadi penduduk yang memiliki kecakapan hidup guna bekalnya di masa depan.

Hal di atas disampaikan juga oleh Enung Hodijah yang mengatakan sebagai seorang guru PPKn, materi yang diajarkan kerap berkaitan dengan permasalahan bangsa baik secara sosial, kenegaraan, isu lokal dan nasional. Menurutnya, pihaknya selalu menanamkan pola pikir kepada siswanya untuk cinta Tanah Air dan menjadikan mereka sebagai bagian dari penduduk Indonesia.

“Saya sendiri, sebagai guru PPKn banyak hal yang menggerus tata nilai terkait perkembangan sikap. Jadi dengan penduduk banyak, karakter yang tidak sesuai dengan kodrat ini merupakan tantangan,” ujar Enung.

Hal senada disampaikan N.Mimin Rukmini yang memaparkan pengintegrasian materi kependudukan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, dan Mardiah alkaff yang mendesain pengintegrasian materi kependudukan ke dalam mata pelajaran IPA.

Ragam materi pembelajaran banyak yang bersinggungan dengan materi kependudukan, fungsi reproduksi, stunting karena gagal pertumbuhan dengan aneka penyebab turut mewarnai penyampaian dan cara pencapaian pemahaman yang harus dikuasai siswa sebagai hasil perubahan tingkahlakunya, dimonitor dengan beragam asesmen yang menarik melalui flattporm quiz, game, TTS, Monopoli, Cerita mini, Poster dan masih banyak lagi.***

Sumber Berita: Enung Hodijah (SMPN 3 Parongpong)-Editor: N.Mimin Rukmini-Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun-Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.

 

Tingkatkan Kompetensi Guru, SMPN 2 Parongpong Gelar IHT

Parongpong (Newsroom)- SMPN 2 Parongpong menyelenggarakan In House Training (IHT). Kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para pendidik dan tenaga kependidikan tersebut, diikuti oleh seluruh guru dan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, diselenggarakan dua hari dari Kamis-Jumat (21-22/7).

Kepala SMPN 2 Parongpong, Hj. Yeti Resmiati, menyampaikan tujuan IHT di atas  adalah memperkuat komitmen seluruh warga sekolah untuk kinerja dan kompetesi. Menurutya, hal tersebut dapat diukur dari penyusunan perangkat pembelajaran.

“IHT ini diselenggarakan untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah untuk bersama-sama meningkatkan kinerja, etos kerja, dan kompetesi, serta kedisiplinan. Salah satu nya adalah  penyusunan perangkat pembelajaran dengan kerangka kurikulum merdeka belajar.  Kebijakan merdeka belajar menjadi salah satu  langkah untuk mentransformasi dalam persiapan  pendidikan masa kini dan masa yang akan datang,” ujarnya.

Ditambahkannya, IHT tersebut juga dilaksanakan pihaknya agar warga sekolah beroleh ilmu pengetahuan yang mumpuni dalam menghadapi Era Globalisasi, Transformasi,  Digitalisasi, dan Era Revolusi Industri 4.0. Selain itu, kegiatan tersebut juga dipersiapkan dalam menghadapi Kurikulum Merdeka.

Lebih jauh disampaikan Kepala Sekolah,  seperti diketahui pada tahun pelajaran 2022/2023  ini, Kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan untuk menerapkan Kurikulum Baru dengan nama Kurikulum Merdeka bagi setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu, pihaknya memandang IHT ini sangat penting dilakukan sebagai salah satu langkah perwujudkan transformasi pendidikan demi penguatan SDM yang profesional dan unggul.

“IHT ini tentu saja sangat penting dilakukan sebagai salah satu dari pengembangan  profesionalisme yang berkelanjutan bagi setiap guru dan tenaga administrasi di SMPN 2 Parongpong. Di samping itu,  tentu saja merupakan kompetensi  yang harus dimiliki dan  dikuasai serta senantiasa dilakukan untuk menjaga kualitas para pendidik sebagai tenaga guru dan tenaga kependidikan sebagai tenaga administrasi sekolah agar tidak tertinggal dari berbagai informasi dengan selalu meng-update informasi kekinian,” imbuhnya.

Sementara itu, Narasumber yang merupakan Koordinator Pengawas Kab. Bandung Barat, Rondang Okinda, dalam presentasinya menyampaikan sejumlah materi,yakni Keunggulan  Kurikulum Merdeka, kapan Kurikulum merdeka diterapkan, langkah-langkah Penyusunan RPP Kurikulum Merdeka, dan Pengembangan Karakter Profil Pelajar Pancasila.

Selanjutnya, narasumber menugaskan setiap guru membuat produk yang dihasilkan berupa perangkat pembelajaran (RPP yang lengkap). Semua guru bidang studi harus mampu membuat RPP yang ditugaskan. Sebanyak dua RPP untuk didiskusikan dengan MGMP sekolah. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang lainnya masih berbasis Kurikulum 2013.

Disampaikan juga, manfaat kegiatan penugasan RPP Merdeka Belajar ini agar  saat memasuki  tahun pelajaran baru 2023, guru sebagai pendidik dan pembelajar sudah punya gambaran dan pedoman program yang jelas dan dapat digunakan serta dipahami sehingga dijadikan sebagai acuan dalam kegiatan menghadapi pelaksanaan pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Parongpong pada masa yang akan datang.

Di sisi lain, PKS Kurikulum, Retno Widijawati, menyampaikan, selain bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan optimalisasi peran para pendidik  khususnya guru mata pelajaran, juga IHT ini dilakukan agar dapat menyajikan materi pelajaran berbasis merdeka Belajar untuk tahun pelajaran 2022/ 2023 dengan mudah, tidak rumit, serta benar -benar sesuai dengan kebijakan yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.

Di samping itu, pihaknya berharap IHT ini dapat  menumbuhkan komitmen profesional tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan penguasaan materi pembelajaran dan penyusunan RPP. Kemudian, guru dapat  meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan dalam pengelolaan pembelajaran serta menyajikan materi pelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekolah.

Di kesempatan terpisah,Yeti Resmiati menandaskan IHT tersebut dapat  menghasilkan produk pembelajaran yang bermanfaat bagi semua pihak. Selain itu, seluruh guru bisa membuat praktik pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka Belajar, dan  menggunakan pembelajaran diferensial, sehingga mampu membawa perubahan proses pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik.

“Diharapkan melalui IHT ini, seluruh para pendidik bisa membuat praktik pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka belajar. Menggunakan pembelajaran diferensial, dan mampu membawa perubahan proses pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik,” pungkasnya.***

Sumber Berita: Dra. Hj.Yeti Resmiati, M.M (Kepala SMPN2 Parongpong)-Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun –Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.

DISDIK KBB Gelar RAKOR Pembinaan CKS

Ngamprah (Newsroom)- Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat (Disdik KBB) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Salah satu kebijakan yang diambilnya adalah dengan mempersiapkan para kepala sekolah yang akan menempati sejumlah satuan pendidikan, mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di lingkungan Disdik KBB dalam waktu dekat. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan KBB, Asep Dendih, dalam kegiatan Rapat Koordinasi terkait Pembinaan Kepegawaian bagi para Calon Kepala Sekolah (CKS) SD/SMP di Aula PGRI KBB, Rabu (27/7/22).

Dalam sambutannnya dihadapan 219 CKS, Kepala Disdik KBB menyampaikan juga pentingnya para CKS untuk selalu bersikap bijak dalam menghadapi dinamika kebijakkan. Hal tersebut tidak terlepas dari dua moda rekruitmen CKS yang dilaksanakan Disdik KBB, yakni APBN dan APBD. Menurutnya, moda tersebut sebagai salah satu upaya pihaknya dalam memenuhi kebutuhan sejumlah satuan pendidikan yang belum ada kepala sekolahnya.

“Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan calon kepala sekolah yang akan ditempatkan di sejumlah SD dan SMP yang saat ini masih kosong. Oleh karena itu, rekruitmen yang kami lakukan yakni melalui APBN dengan program Guru Penggeraknya, dan APBD dengan Diklat CKS-nya, semuanya untuk memembuhi kebutuhan akan kepala sekolah yang setiap tahun sangat diperlukan, seiring dengan bertambahnya para kepala sekolah yang pensiun,” sambutnya.

Lebih lanjut Kadisdik menegaskan, pihaknya berharap agar para CKS selalu menjaga integritasnya sebagai aparatur sipil negara yang disiplin, loyal, dan senantiasa menjaga kehormatan diri, intitusi dan kewibawaan instansi dimana dia berada. Hal tersebut sangat diperlukan dalam mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin satuan pendidikan nanti.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan KBB, Dadang A. Sapardan, menambahkan keberadaan para CKS dilingkungan Disdik KBB sangat membantu pihaknya dalam menyosialisasikan sejumlah program dan kebijakan pendidikan. Menurutnya, dukungan dari para CKS tersebut hendaknya terus berlanjut hingga memimpin sekolah nantinya.

Dinas Pendidikan KBB, masih menurut Dadang A. Sapardan, mendorong para CKS untuk selalu berkontribusi dalam memajukan pendidikan dengan melakukan inovasi, kreatif, dan selalu menjadi pelopor dalam perubahan. Sehingga saat menjadi kepala sekolah, satuan pendidikan yang dipimpinnya menjadi lebih maju dan berkualitas.

“Para CKS hendaknya selalu meningkatkan kompetensi diri, dengan selalu berinovasi, dan senantiasa kreatif  dalam segala hal, sehingga kelak, sekolah yang dipimpinnya menjadi pelopor dalam perubahan yang lebih maju dan berkualitas,” imbuhnya.

Senada dengan Kepala Bidang Pembinaan SMP, Rustiyana, menegaskan kepeloporan para CKS sebagai agen perubahan sangat diperlukan oleh dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, para CKS yang nantinya akan ditempatkan di sejumlah sekolah, hendaknya mendorong tempatnya untuk menjadi bagian dari program sekolah penggerak. Sehingga percepatan pendidikan yang berimbas pada peningkatan kualitas pelayanannya akan semakin dapat dirasakan oleh warga sekolah dan lingkungan sekitarnya.

“Kami mendorong para CKS untuk menjadikan sekolah yang dipimpinnya nanti menjadisekolah penggerak. Sehingga hal ini akan berimbas pada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan yang dapat dirasakan oleh warga sekolah dan warga sekitarnya,” tandasnya.

Selain itu, Kabid SMP menyampaikan untuk menyikapi sejumlah dinamika yang menuntut perhatian semua pihak, maka harus disikapi dengan bijak oleh para CKS. Selain bijak dalam menghadapi sejumlah dinamika kebijakan, juga bijak dalam menyampaikan aspirasinya. Termasuk bijak dalam bermedia sosial.

Hal di atas juga ditegaskan oleh Plt. Kepala Seksi Tendik SMP, Edy Saprudin. Menurutnya, sebagai bagian dari ASN dan berada dalam lingkungan pendidikan, maka sikap untuk menjaga marwah pendidikan harus selalu dimiliki oleh para CKS. Hal ini hendaknya menjadi perhatian semua CKS agar dalam menjalankan fungsi manajerial nantinya selalu mengedepankan sikap bijak dalam menghadapi berbagai situasi dan permasalahan.

“Sebagai bagian dari ASN dan berada dalam lingkungan pendidikan, maka sikap untuk menjaga marwah pendidikan harus selalu dimiliki oleh para CKS. Semuanya harus menjadi perhatian para CKS agar dalam menjalankan fungsi manajerial nantinya selalu mengedepankan sikap bijak dalam menghadapi berbagai situasi dan permasalahan. Semoga harapan ini dapat terwujudkan dan pendidikan di KBB semakin baik dan dapat dibanggakan semua pihak,” pungkasnya. ***

Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun- Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.                              

SMP DAARUT TAUHIID GELAR ‘MATABA’

Patongpong (Newsroom)– SMP Daarut Tauhiid Boarding School menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan atau biasa dikenal dengan istilah MATABA (Masa Ta’aruf Santri Baru) pada 16-23 Juli 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 120 siswa baru kelas VII.

Kepala SMP Daarut Tauhiid Boarding School, Duden Aminudin, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan di atas akan diisi dengan beragam acara yang edukatif, kreatif dan menarik. Menurutnya, program ini untuk menumbuhkan semangat dalam mengawali tahun ajaran baru. Selain itu, juga mendorong siswa untuk selalu memaksimalkan potensi dan partisipasinya di setiap agenda yang dilaksanakan sekolah.

“Terselenggaranya kegiatan ini juga ditujukan agar seluruh siswa SMP Daarut Tauhiid Boarding School memiliki semangat juang untuk menjadi pribadi yang lebih baik diawali dengan monitoring ibadah wajib dan sunnah seperti Tahajud, Duha serta tilawah di pagi hari, khidmat kepada orang tua dan dilanjut dengan menyimak pematerian inspiratif secara kolosal,” sambutnya.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama 3 hari di lingkungan sekolah dengan pemaparan materi mengenai budaya Daarut Tauhiid, adab dalam menuntut ilmu, dan pembiasaan ibadah. Kegiatan kemudian dilanjutkan di lokasi kemah yaitu Nyawang, Bandung. Melalui kegiatan di luar sekolah, siswa difasilitasi untuk mengimplementasikan karakter khas Daarut Tauhiid yaitu baik dan kuat.

Selama di lokasi tersebut, siswa belajar ilmu dasar membuat kemah serta dinamika kelompok. Dalam kesempatan terpisah, Alvies Khairiy sebagai perwakilan siswa SMP Daarut Tauhiid Boarding School menyampaikan kesannya selama mengikuti MATABA adalah sangat berkesan dan seru.

“Alhamdulillah senang bisa bertemu teman-teman baru dan mendapatkan pengalaman baru yang tidak terlupakan,” ujarnya.

KH. Abdullah Gymnastiar selaku Pembina Pondok Pesantren Daarut Tauhiid turut serta hadir dalam upacara penutupan MATABA. Beliau menyampaikan penguatan sekaligus tausyiah kepada seluruh siswa untuk senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.

“Tidak ada orang yang bodoh, yang ada hanyalah orang yang tidak mau disiplin belajar. Tiada prestasi tanpa disiplin. Semua kekuatan dikumpulkan oleh Allah bagi orang yang disiplin, maka nikmatilah hidup disiplin,” tambahnya.

Sumber Berita: Ka Dyantie-HUMAS SMP DAARUT TAUHIID BOARDING SCHOOL.-Pewarta: Budi Ruhiat -Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat.

Pelangi MPLS SMPN 2 Parongpong

Dra. Hj. Yeti Resmiati, M.M 

Tahun Pelajaran 2022-2023 telah dimulai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, MPLS akan mewarnai kegiatan awal di sekolah khususnya bagi peserta didik baru. Kegiatan ini mengacu pada Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat  No : 421.3/Kep.1232 -2022. MPLS ini dilaksanakan selama 3 hari mulai Senin, 18 juli sampai dengan Rabu, 20 Juli 2022.

Penulis, selaku Kepala SMPN 2 Parongpong,  dalam sambutan pembukaan MPLS menyampaikan bahwa keputusan peserta didik untuk bersekolah di SMPN 2 Parongpong adalah keputusan yang cerdas dan pintar. Hal ini dikarenakan sekolah ini termasuk sekolah favorit yang cukup banyak diminati oleh calon peserta didik.

Selain di atas, penulis sampaikan juga SMPN 2 Parongpong memiliki sederet prestasi, baik prestasi yang diraih oleh para peserta didik maupun para pendidiknya yang cukup membanggakan. Di antara prestasi tersebut yang paling dikenal adalah sebagai Sekolah Inspiratif dan Inovatif bidang Gerakan Literasi Nasional.

Sementara itu, Eva Marviana, selaku Wakasek Bidang Kesiswaan menuturkan bahwa antusiasme peserta didik baru ketika mengikuti MPLS, tampak sekali sangat antusias dan semangat. Bahkan tercatat dalam jadwal, kegiatan MPLS dimulai pada pukul 07.00 WIB,  namun, banyak peserta didik yang sudah hadir di sekolah dari pukul 06.00 WIB. Hal ini kemungkinan saja karena untuk pertamakalinya setelah 2 tahun, kegiatan MPLS kembali lagi dilakukan secara tatap muka, tegasnya.

Lebih lanjut, Eva menyampaikan Program MPLS tahun ini mengusung tema “Menggali Potensi Diri dalam Membangun Prestasi”. Kegiatan ini diisi dengan sejumlah materi, di antaranya: Wawasan Wiyata Mandala, Pendidikan Karakter, Cara Belajar Efektif, Pengenalan Budaya Lokal, dan Gerakan Literasi.

Pada kesempatan kegiatan ini, materi literasi dianggap penting untuk disampaikan. Program GLS ini merupakan program wajib dari pemerintah yang harus diikuti oleh semua peserta didik. Terlebih lagi posisi SMPN 2 Parongpong sebagai salah satu sekolah literasi tingkat Kabupaten Bandung Barat.

Peserta didik baru akan dikenalkan pada konsep-konsep dasar literasi, seperti kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Selain itu, diperkenalkan pula jenis-jenis Reviu Bacaan yang dapat digunakan peserta didik setelah membaca sebuah buku. Hal lain yang tak kalah pentingnya disampaikan pula program-program khusus di sekolah sebagai penguatan literasi sehingga peserta didik dapat seutuhnya memahami dan terarah.

Diharapkan dengan mempelajari dan mengenal berbagai kaidah litetasi, mereka menjadi para literat yang cakap dan mahir sesuai dengan tujuan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Selain penyampaian materi, kegiatan MPLS diisi pula dengan pembiasaan – pembiasaan. Setiap pagi sebelum masuk kelas, peserta didik dan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan melakukan pembiasaan dengan melaksanakan shalat Dhuha bersama dan dilanjut dengan membaca Asmaul Husna, serta doà- doa sehari- hari atau do’a untuk memulai belajar. Pada sesi terakhir tepat pukul 12.00 WIB, kegiatanpun selalu ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah.

Hari terakhir kegiatan pelaksaan MPLS dimeriahkan oleh demo ekstrakulikuler. Semua ekskul menampilkan seluruh kemampuannya di hadapan seluruh warga sekolah. Riuh rendah penonton semakin membuat semarak fengan berbagai demonstrasi peserta didik kelas VIII dan kelas IX tersebut. Dengan penampilan yang memukau ini, diharapkan seluruh peserta didik baru dapat ikut serta dalam berbagai kegiatan ekskul. Dwngan demikian, waktu dan potensi mereka dapat dikembangkan dan diarahkan kepada hal- hal yang bersifat positif, afirmatif, dan aktual.

Akhirnya, penulis berpesan pada penutupan bahwa Kegiatan MPLS ini akan menjadi langkah awal bagi sekolah dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang memang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Pun bagi peserta didik, MPLS merupakan titik awal mereka untuk mereguk sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan, wawasan, dan pengalaman yang terbaik.

Sejalan dengan pengalaman itu, pada akhirnya akan hadir generasi-generasi yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, dan memiliki keterampilan, serta pengetahuan luas. namun, mereka tetap mesti memiliki warna dan warni kearifan lokal. Aamiiin Yaa Rabbal Aalamiin.

Penulis adalah Kepala SMPN 2 Parongpong Kab. Bandung Barat. – Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun- Newsroom Tim Peliput Berita Pendidikan Bandung Barat 

SMPN 2 PARONGPONG JALIN KERJASAMA DENGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Oleh: Dra. Hj. Yeti Resmiati, M.M

(Kepala SMPN 2 Parongpong)

Parongpong (Newsroom)-Mengawali tahun ajaran baru, SMPN 2 Parongpong kembali menggelar sosialisasi anti narkotika dan obat- obat terlarang dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari ketiga dalam kegiatan MPLS, Rabu, 20 Juli 2022 dengan menghadirkan narasumber yang profesional dari BNN Kabupaten Bandung Barat.

Penulis, selaku Kepala SMPN 2 Parongpong, dalam kesempatan ini membuka acara kegiatan sekaligus memberikan sambutan dan arahan kepada para pendidik, tenaga kependidikan, maupun kepada peserta didik kelas VII, VIII, dan Kelas IX.

Dalam arahanya, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tiada terhingga serta penghargaan yang setinggi- tingginya kepada para pemateri dari BNN Kabupaten Bandung Barat yang telah berkenan hadir. Sudah barang tentu pemateri BNN adalah sebagai mentor-mentor yang spesialis dan profesional dalam bidangnya yang akan menyampaikan pentingnya kegiatan sosialisasi Narkoba ini. Hal ini dapat menambah wawasan dalam upaya menghindarkan para pelajar dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba atau narkotika ini.

Adapun tujuan utama dilaksanakannya kegiatan ini adalah dalam rangka memberikan informasi yg sangat penting akan bahaya narkoba atau narkotika dan obat- obat terlarang kepada para pendidik, tenaga kependidikan, dan para peserta didik serta komite yang akan menyampaikan dan mengonfirmasikan kepada orang tua peserta didik, tegas penulis

Sementara itu, Asep Kurnia, S.PdI, selaku Komite sekolah menambahkan melalui kegiatan ini, BNN tentunya akan berupaya memberikan wawasan dan pengetahuan, serta pemahamannya untuk memberikan sosialisasi bahaya Narkoba/Narkotika apabila disalahgunakan.

Komite Sekolah mengajak agar sekolah bersih dari Narkoba yang salah satu programnya adalah Sekolah Bersih Narkoba (SEKOLAH BERSINAR). Hal ini dilakukannya sebagai peran aktif komite dalam ikut mensukseskan dan mendukung Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan serta Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotikaa.

Dipihak lain, Mira Desinta Nathalia sebagai salah satu penyuluh anti narkoba sangat mengapresiasi konsistensi SMPN 2 Parongpong dalam menjalin kerjasama dengan BNN Kabupaten Bandung Barat. Beliau mengungkapkan bahwa BNN akan selalu siap dan sigap untuk membantu sekolah dalam berbagai upaya, cara, dan ikhtiar penyalahgunaan, jika dibutuhkan.

Di kesempatan terpisah, Eva Marviana, S.Pd, selaku Bidang Kesiswaan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun di SMPN 2 Parongpong. Tahun lalu kegiatan serupa pun dilaksanakan. Namun, secara daring karena kondisi Pandemi Covid-19.

Alhamdulillaah pada tahun ini sosialisasi dapat dilakukan secara langsung, sehingga peserta didik dapat lebih mudah memahami paparan materi dan juga lebih aktif, dan interaktif”.

Eva juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk menjaga seluruh warga sekolah khususnya para peserta didik dari bahaya ketergantungan narkoba.

Semoga langkah sekolah untuk tetap menjadi mitra BNN dapat menjadi motivasi dan solusi praktis bagi seluruh warga sekolah untuk tetap mengatakan TIDAK PADA NARKOBA. Sehingga pada masa depan nanti akan hadir generasi yang cerdas dan berakhlak mulia serta sehat lahir dan bathin, pungkasnya. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin..

Penulis:  Dra. Hj. Yeti Resmiati, M.M.,  dkk 

Pewarta: Adhyatnika Geusan Ulun