PERINGATI HARI JADI BANDUNG BARAT, MUI KBB GELAR ISTIGOSAH

Bandung Barat-(Newsroom). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Bandung Barat menggelar istigosah. Kegiatan dalam rangka tasyakur binikmat hari jadi Kab. Bandung Barat ke 14 tersebut, diselenggarakan virtual diikuti oleh tokoh agama, masyarakat, serta pejabat dinas dan jajarannya, Sabtu (19/6/21).

Ketua MUI KBB, KH. Muhammad Ridwan, dalam sambutannya mengungkapkan hari jadi Kab. Bandung Barat ke 14 merupakan momentum penting bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kualitas diri di semua bidang. Termasuk menjaga diri dari penyebaran pandemi Covid-19.

“Peringatan HUT KBB yang ke-14 menjadi momentum penting untuk masyarakat KBB bekerjasama untuk menjaga diri dari pandemi Covid-19 dan meningkatkan kualitas diri dalama berbagai bidang, terutama dalam bidang pendidikan,” ungkapnya.

Ditambahkannya bahwa MUI KBB dan jajarannya, setelah bertemu Plt. Bupati Bandung Barat, mengucapkan selamat atas penyelenggaraan acara di atas. Pihaknya berharap agar peringatan hari jadi KBB dapat meneruskan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, yakni di bidang pendidikan.

Seperti diketahui, dalam peringatan hari jadi Kab. Bandung Barat ke 14 pada 2021, Plt. Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, mengelar sejumlah rangkaian kegiatan. Salah satunya adalah istigosah. Program yang diselenggarakan MUI KBB ini dimaksudkan dalam rangka mewujudkan Bandung Barat BERKAH-Bangkit Bergerak Berjuang Bersama.

Sementara itu, kegiatan yang dipimpin oleh KH. Aa Maulana ZA, Ketua Aliansi Ormas Islam tersebut, mengajak semua peserta untuk memanjatkan doa agar Bandung Barat dalam keberkahan Allah Swt. Berkah masyarakatnya, berkah pejabatnya, dan berkah seluruh programnya. Diajaknya semua berdoa agar KBB menjadi daerah yang baldatun thoyyibatun warrabun ghafur– negeri yang sejahtera di bawah naungan dan ampunan Allah Swt.

Di sisi lain, Agus Hidayat D. Idris, Sekretaris MUI KBB, menyampaikan amanat Plt. Bupati Bandung Barat tentang pembangunan KBB sekarang, yakni fokus pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Selanjutnya, Agus mengapresiasi antusias peserta dari unsur dinas, jamaah dan para pemangku kebijakan di bidang pendidikan. Menurutnya, hal ini menjadi energi positif menuju Bandung Barat “BERKAH’-Bangkit Bergerak Berjuang Bersama.

Ditandaskannya bahwa warga Bandung Barat harus mensyukuri nikmat yang telah dianugerahkan Allah Swt. Hal ini karena KBB sebagai kabupaten baru telah menuai sejumlah prestasi yang membanggakan. Diharapkannya agar semua banyak berdoa, supaya segala musibah, terutama pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga sektor ekonomi KBB bangkit kembali.

“Kita telah melaksanakan upacara hari jadi KBB tadi pagi, maka seyogyanya kita semua sama-sama bersyukur. Melalui pertemuan virtual ini, kita bersama berdoa, menengadahkan tangan, memohon kepada Allah Swt, agar seluruh musibah terutama pandemi Corona-19 di dunia, khususnya di Bandung Barat, segera diangkat, segera sirna, dan Allah memberikan perlindungan pada kita semua,” tandasnya.***

Berita dan Foto: Dian Diana

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

SMPN 1 SINDANGKERTA GELAR IHT GOOGLE WORKSPACE FOR EDUCATION

Sindangkerta-(Newsroom). SMPN 1 Sindangkerta menggelar in house training (IHT) Google Workspace for Education. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru dan dilaksanakan pada 21-30 Juni 2021 tersebut, menampilkan narasumber dari Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat, dan Google Certified Educator.

Kepala SMPN 1 Sidangkerta Kab. Bandung Barat, Aan Bambang Setiyadi, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan di atas untuk menjawab tantangan era Society 5.0. Menurutnya, hal ini akan berdampak positif untuk kondisi saat ini. Sehingga akan tercipta seuasana pembelajaran kontekstual, menyenangkan dan bermakna.

“Alhamdulillah, saya bangga kepada guru-guru di sini, yang selalu  dan telah menggunakan teknologi dalam pembelajaran, mengembangkan potensi dirinya untuk menjawab tantangan di era yang serba digital dan menghadapi segala tantangan belajar siswa-siswi di masa pandemi baik secara daring maupun luring. Semoga kegiatan ini mampu memperkuat kemampuan menggunakan IT, memberi semangat, dan mengaktualisasikan segenap kemampuan pedagogiknya, agar tercipta suasana pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan dan menyenangkan,” sambutnya.

Sementara itu, Dadang A. Sapardan, Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum dan Bahasa Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat, dalam presentasinya tentang Kebijakan Implementasi Kurikulum, memaparkan pendidikan akan berhasil menurut konsep Merdeka Belajar, jika terdapat sinergitas antara keluarga, guru, institusi pendidikan, dunia usaha/industri, masyarakat dan seluruh pemangku pendidikan. Menurutnya, semua harus menjadi agen perubahan, bekerjasama mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas di Indonesia.

“Kita semua harus bahu-membahu memberikan pengaruh dan memotivasi agar anak-anak dapat bersekolah dari jenjang dasar sampai perguruan tinggi, mendorong pembelajaran berkualitas dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, dan distribusi pendidikan yang merata.  Semua itu dapat dicapai melalui perbaikan pada  infrastuktur dan teknologi, kebijakan prosedur dan pendanaan, kepemimpinan masyarakat dan budaya, serta kurikulum, pedagogi, dan asesmen yang terukur,” papar Dadang.

Di sisi lain, Sri Sunarti, Wakasek Kurikulum selaku pembawa acara, menyampaikan kegiatan IHT interaktif Google Workspace for Education Level 2 (GWE L2) ini berlangsung secara luring pada Senin (21/6), dan tujuh hari ke depan (23-30/6) dilaksanakan tugas mandiri dengan moda daring. Menurutnya, kegiatan di atas diselenggarakan sebagi upaya sekolah dalam mendukung pembelajaran jarak jauh.

Ditambahkannya, materi yang disampaikan oleh narasumber tentang fitur-fitur canggih lanjutan dari Google Workspace for Education yang sebelumnya sudah dipelajari pada pelatihan Google Level 1. Sementara, pada GWE L2 ini, materi dan praktik mencakup pendalaman Google Docs, Blogger, Google Slide, Youtube, Google Sites, Gmail, Google Group, Google Calender, Google Meet,Google Form, Google Sheet, Add On, Google Classroom, Google Drawing, Jamboard, Google Chrome, Google Search, Google Scholar, Google Translate, Maps, My Maps, Street view, Earth, Art and Culture, dan Ekspedisi.

Di sisi lain, Dian Diana, narasumber Google Certified Educator, mengpresiasi kegiatan di tas. Menurutnya, SMPN 1 Sindagkerta sudah menjadi jembatan, untuk memfasilitasi pengimbasan Google Workspace for Education dengan penggunaan akun belajar.id kepada guru-guru dan menginformasikan kegiatan selanjutnya.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terimakasih kepada panitia IHT SMPN 1 Sindangkerta yang telah memfasilitasi saya untuk bisa mengadakan pengimbasan Google Workspace for Education dengan akun belajar.id kepada guru. Senang rasanya melihat peserta yang sangat antusias, dari awal sampai akhir karena banyak hal baru yang mereka peroleh dalam pelatihan. Saya berharap, setelah kegiatan ini, semua peserta dapat menerapkan berbagai aplikasi Google untuk pembelajaran dan kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.***

Berita dan Foto: Dian Diana

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

 

DISDIK BANDUNG BARAT GELAR BIMTEK KEPALA LAB IPA

Lembang-(Newsroom). Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat menggelar bimbingan teknis kepala laboratorium IPA SMP. Kegiatan yang diikuti 90 guru IPA se-KBB tersebut diselenggarakan selama dua hari dari Selasa-Kamis (15-17/6/21) di Gumilang Regency Hotel Lembang Bandung Barat.

Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMP Disdik KBB, Samid Rusmana, dalam sambutannya menyampaikan bimbingan teknis tersebut dilaksanakan dalam upaya peningkatan kompetensi guru IPA dan kepala laboratorium. Menurutnya, hal ini sangat penting dilaksanakan mengingat pengelolaan pembelajaran dan laboratorium memerlukan tenaga terampil dan memiliki kompetensi di bidangnya.

“Kegiatan bimbingan teknis ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru IPA dan kepala laboratorium agar lebih terampil, baik dalam menggunakan maupun memelihara alat-alat laboratorium yang sudah ada,” sambutnya, (15/6/21).

Sementara itu, Ketua MGMP IPA KBB, Wiwi Marwiyah, mengapresiasi penyelenggaraan di atas. Menurutnya, tujuan kegiatan untuk menjawab kebutuhan yang diperlukan oleh guru IPA di Kab. Bandung Barat. Selain itu, juga untuk peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan. Terutama dalam hal manajemen kepala Laboratorium.

“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada Dinas Pendidikan KBB yang sudah memfasilitasi kegiatan ini, sehingga kami dapat mengembangkan kualitas khususnya dalam manajemen laboratorium IPA. Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut secara periodik dengan peserta yang berbeda agar terjadi pemerataan kualitas PBM IPA di KBB,” tuturnya.

Kegiatan yang melibatkan Nanang Saiful Anwar, Wiwi Marwiyah, Iyon Suyana, dan Dadang Machmudin sebagai narasumber tersebut, berisikan materi kebijakan Disdik KBB tentang  manajemen dan administrasi laboratorium IPA. Hal ini terkait keahlian dalam mengelola laboratorium IPA sangat dibutuhkan seorang kepala laboratorium. Sehingga, pemeliharaan alat dan bahan untuk menunjang pembelajaran dapat digunakan secara optimal.

Di sisi lain, materi penggunaan kits IPA, seperti listrik, optik dan magnet juga disampaikan narasumber. Selain itu, mereka juga memberikan contoh inovasi pembelajaran IPA, yakni pembuatan mikroskop dari lensa yang berasal dari pointer laser yang biasa digunakan untuk mainan anak-anak, juga virtual lab dengan berbagai content local, dan material dengan berbagai content bioplastik. Kegiatan diakhiri dengan pembuatan RTL (rencana tindak lanjut) dan refleksi.

Apresiasi positif datang dari guru SMPN 3 Cihampelas, Fajar Pagun Saepudin. Menurutnya, kegiatan di atas memberikan ilmu dan pengalaman baru. Sehingga hal ini memotivasinya untuk terus berinovasi.

“Alhamdulillah, kegiatannya keren. Kami mendapat banyak ilmu baru, teman baru dan pengalaman baru. Kegiatan seperti ini adalah yang pertama untuk saya pribadi. Mengikuti MGMP di luar sekolah dengan pemateri dan materi yang sangat menginspirasi juga fasilitas yang lengkap dan memuaskan,” ungkapnya.

Senada dengan di atas,  Imas Halimatus Sa’diyah, SMPN 4 Gununghalu, menambahkan bahwa kegiatan tersebut sangat ditunggunya. Hal ini dapat meningkatkan kompetensi. Selain itu disampaikan bahwa dikarenakan sekolahnya belum memiliki tenaga terampil dan memiliki kompetensi, membuat laboratoriumnya belum bisa digunakan secara optimal.

“Alhamdulillah, saya ucapkan terimakasih kepada panitia penyelenggara dan narasumber atas segala ilmu dan fasilitas yang diberikan. Ini merupakan kegiatan yang ditunggu-tunggu, khususnya yang berkaitan dengan laboratorium, karena sebagian besar alat-alat lab di sekolah masih belum dioptimalkan penggunaannya karena keterbatasan kompetensi,” pungkasnya.***

Pewarta: Riska Mutiara

Sumber Berita dan Foto: Desty Badrianti (Guru IPA SMP YP Mustika Padalarang)

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

SMPN 3 PADALARANG LOLOS SEKOLAH INSPIRATIF


Padalarang (Newsroom). Gerakan Literasi Sekolah Membaca dan Berkarya Kabupaten Bandung Barat (GLS Mekar KBB) yang menggulirkan Program Tantangan Membaca Bandung Barat (TMBB) telah memberikan penghargaan kepada 32 sekolah Inspiratif. SMPN 3 Padalarang patut berbangga karena berhasil menjadi salah satu sekolah unggul dalam bidang literasi. Penganugerahan penghargaan ini berlangsung di Villa Lemon-Lembang yang dihadiri oleh para kepala sekolah, pengawas, dan para fasilitator GLS, Senin (8/6/21).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih, sangat mengapresiasi kesuksesan yang telah dicapai oleh para peserta dari berbagai sekolah di KBB ini. Tantangan yang telah diberikan tak menyurutkan semangat mereka, untuk berjuang menuntaskan tantangan. Menurutnya, mereka yang sudah menyelesaikan TMBB dan berhasil melahirkan buku antologi ber-ISBN, diharapkan dapat memotivasi sekolah lain.

“Kami mengapresiasi sekolah-sekolah yang sudah menyelesaikan tantangan membaca dan berhasil melahirkan buku antologi dari warga sekolah, baik kepala sekolah, guru maupun siswanya. Semoga penghargaan ini dapat memotivasi sekolah lain di KBB, untuk mengikuti jejak sekolah-sekolah yang sudah berhasil menyelesaikan tantangan Membaca Bandung Barat,” sambutnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik KBB, Asep Nirwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi Dinas Pendidikan terhadap sekolah yang sudah menyelesaikan TMBB sesuai dengan kriteria. Adapun kriteria sekolah inspiratif adalah mereka yang lolos semua tantangan siswa, guru, kepala sekolah ditambah dengan membuat buku antologi ber-ISBN warga sekolah. Beliau sangat menghargai perjuangan peserta yang sudah bersinergis antara siswa, guru, dan kepala sekolah.

Salah satu sekolah yang berhasil memboyong penghargaan sekolah inspiratif yaitu SMPN 3 Padalarang. Kepala SMPN 3 Padalarang, Iwan Ridwan Setiadi menyambut gembira hasil perjuangan sekolahnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, koordinasi untuk penyelesaian tantangan mudah dilakukan karena langsung bertemu dengan para peserta. Namun, di Masa Pandemi ini, perencanaan, pelaksanaan, sekaligus penyelesaian harus menggunakan strategi jitu untuk menyemangati peserta menuntaskannya.

“SMPN 3 Padalarang selalu berpartisipasi aktif dalam kegiatan literasi, baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi. Pernah lolos sebagai sekolah tertangguh kedua se-Jawa Barat periode tahun 2016-2017 pada Program WJLRC, Tahun 2018 lolos dalam TMBB dengan predikat Sekolah Inspiratif untuk periode 2017-2018. Disusul tahun berikutnya, lolos lagi dalam tantangan yang sama untuk periode 2018-2019. Di setiap akhir tantangan, selalu mengikuti pameran pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat. Dan terakhir di masa pandemi ini pun tak menyurutkan semangat kami untuk terus berjuang setidaknya mempertahankan predikat yang menempel di belakang nama sekolah kami, Kami berhasil membuat buku antologi peserta TMBB yang ber-ISBN dengan judul “Pelangi Literasi di Masa Pandemi Covid-19” ,” papar Iwan.

Selanjutnya, salah satu pembimbing TMBB SMPN 3 Padalarang Ina Mulatsih mengungkapkan keharuannya karena perjuangan untuk menyelesaikan tantangan tidak mudah dilakukan. Para pembimbing selalu berupaya untuk menggerakkan para siswa, agar tidak terlena segera menuntaskan tugas-tugas tantangannya. Ada hal menyedihkan setelah perjuangan usai. salah seorang peserta, siswa yang mengikuti TMBB, meninggal dunia, karena sakit.

“Salah satu peserta terbaik, pejuang TMBB tahun ini, ternyata harus gugur setelah menyelesaikan tantangan ini. “Selamat jalan, Nak….kami persembahkan karya ini untuk Ananda tercinta. Namamu tetap terukir dalam karya kita bersama,’ pungkas Ina.***

Sumber berita: Iwan Ridwan Setiadi, S.Pd., M.Pd. (Kepala Sekolah SMPN 3 Padalarang) dan Ina (Wakasek Kesiswaan SMPN 3 Padalarang).
Editor: Dian Diana, M.Pd.

PRAKTIK KEWARGANEGARAAN MELALUI ZOOM MEETING

Oleh: Samsul Buchori, S.Pd,, M.Pd

(Guru PPKn SMPN 3 Ngamprah)

Pembelajaran PPKn dengan menggunakan model pembelajaran belajar praktif kewarganegaraan melalui media zoom meeting dapat menghadirkan suasana pembelajaran yang tidak kalah dengan pembelajaran tatap muka dengan metode diskusi.

Latar Belakang

Merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia, memaksa kegiatan belajar mengajar di kelas berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kondisi ini mendorong guru untuk berkreasi supaya kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dan nilai-nilai, serta kualitas pembelajaran tetap terjaga. Termasuk dengan peningkatan kompetesi diri di bidang teknologi informasi. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari situasi yang seperti sekarang ini.

Sejumlah aplikasi telah dicoba dan digunakan oleh guru di PJJ. Semuanya dilakukan agar siswa tidak tertinggal di mata pelajarannya. Termasuk penulis yang mengampu mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn) berupaya untuk mengaplikasikan sejumlah flatform agar agar pembelajaran praktik belajar kewarganegaraan yang biasa dilaksanakan pada PTM juga tetap bisa dilaksanakan pada PJJ.

Seperti diketahui, PPKn adalah mata pelajaran yang bertujuan membentuk warga negara yang cerdas, terampil, berkarakter serta memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan pembelajaran yang mengusung pengalaman belajar.

Model pembelajaran yang menggunakan praktik  pada mata pelajaran PPKn yaitu model pembelajaran Praktik Belajar Kewarganegaraan (PBK). Hal ini dikarenakan model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam aktivitas selama pembelajaran berlangsung. Sehingga hal ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal di atas mendorong penulis untuk berbagi pengalaman selama PJJ dengan menggunakan zoom meeting. Sebuah flatform yang familiar selama ini. Selain mudah dilaksanakan, juga dapat mendorong siswa dan guru untuk interaktif selama pembelajaran. Sehingga kegiatan belajar mengajar ini menarik, menyenangkan dan bermakna. Terlebih di era globalisasi yang menuntut semua pihak untuk melek terhadap teknologi informasi.

Langkah Penyelesaian

Seperti yang disampaikan Maksum (2015: 7) bahwa model PBK atau yang sering dikenal dengan istilah project citizen merupakan model pembelajaran portofolio. Pada model ini siswa bukan hanya diajak untuk memahami konsep dan prinsip keilmuan, tetapi juga mereka didorong untuk mengembangkan kemampuannya untuk bekerja secara kooperatif melalui kegiatan belajar praktik empirik. Sehingga pembelajaran tersebut akan semakin menantang, mengaktifkan siswa dan yang lebih penting proses pembelajaran menjadi lebih bermakna

Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan PBK menurut Handayani (2014: 5) adalah:

  1. Mengidentifikasi masalah kebijakan publik dalam masyarakat;
  2. Mengumpulkan informasi masalah yang akan dikaji;
  3. Mengembangkan portofolio kelas.

Dalam naskah ini, penulis mengambil materi pelajaran di kelas yang diampu yaitu di kelas VIII semester genap, yakni Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908. Materi ini dikaitkan dengan Indonesia Emas di tahun 2045.

Selanjutnya, masalah yang dimunculkan adalah faktor-faktor yang dapat menghambat dan yang dapat mewujudkan Indonesia Emas tersebut. Untuk medianya, penulis menggunakan zoom meeting.

Media di atas digunakan penulis untuk berkomunikasi dengan siswa. Selain itu, video dan audio di dalamnya memudahkan interaksi penulis dengan mereka. Hal ini sangat bermanfaat untuk kegiatan belajar mengajar tanpa perlu bertatap muka secara langsung.

Hasil

Pembelajaran PPKn dengan menggunakan model pembelajaran belajar praktif kewarganegaraan melalui media zoom meeting dapat menghadirkan suasana pembelajaran yang tidak kalah dengan pembelajaran tatap muka dengan metode diskusi.

Dalam kegiatan belajar mengajar tersebut, siswa tetap semangat melaksanakan diskusi. Mereka aktif menyampaikan pendapatnya. Kemudian, dalam aktivitas ini terjadilah penambahan pendapat dan sanggahan dari siswa lainnya.

Simpulan

Pandemi Covid-19 yang memaksa pembelajaran dilaksanakan dengan PJJ,  sejatinya tidak menyurutkan semangat bagi guru untuk tetap berkreasi, inovasi untuk tetap memberikan pembelajaran yang berkualitas.

Penggunaan zoom meeting dalam pembelajaran model praktik belajar kewarganegaraan merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru PPKn.

Model belajar praktik kewarganegaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam aktivitas pembelajaran dapat terlaksana dengan baik, walaupun pembelajaran tidak dilaksanakan dengan tatap muka.***

Catatan: Tulisan di atas lebih lengkap dapat disimak di Buku Kumpulan Best Practice Guru yang segera akan terbit.

Profil Penulis.

Samsul Buchori, S.Pd., M.Pd., adalah ASN guru yang bertugas di SMP Negeri 3 Ngamprah Kab Bandung Barat dan mengajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Instruktur Nasional (IN) PPKn pada Program Guru Pembelajar. Pernah menulis buku yang berjudul Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Sekolah yang diterbitkan oleh Haura Publishing (2021), Novel yang berjudul Nala yang diterbitkan oleh Farha Pustaka (2021) dan Antologi Membangun Generasi Cerdas Berkarakter (Tim Penguat Pendidikan Karakter KBB) yang diterbitkan oleh Newsroom.

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

SMPN 3 PARONGPONG GELAR WISUDA VIRTUAL

Parongpong-(Newsroom). SMPN 3 Parongpong menggelar acara pelepasan siswa IX angkatan X tahun pelajaran 2020/2021. Kegiatan yang dihadiri oleh para guru, wakil kepala sekolah, dan staf TU digelar secara virtual tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai salah satu bentuk apresiasi atas capaian siswa selama menempuh pendidikan di sekolah, Kamis  (18/6/21).

Kepala SMPN 3 Parongpong, Efni Iriani, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan di atas digelar, selain sebagai salah bentuk apresiasi atas capaian siswa yang telah lulus menempuh pendidikan di sekolah, juga memberikan pembekalan kepada mereka untuk terus beprestasi. Menurutnya, salah satu modal utama meraih prestasi adalah karena mereka telah berhasil mengatasi segala rintangan dan hambatan selama belajar selama tiga tahun. Termasuk telah mengembangkan potensi diri selama belajar di masa pandemi.

“Kegiatan pelepasan siswa kelas IX tahun pelajaran 2020/2021 merupakan agenda rutin tahunan sekolah. Walaupun dilaksanakan secara virtual, namun tidak mengurangi khidmatnya acara. Acara ini pun merupakan salah satu bentuk apresiasi kami atas capaian siswa selama menempuh pendidikan di sekolah ini”, tuturnya kepada Newsroom.

Ditambahkannya bahwa pendididikan merupakan tonggak peradaban suatu bangsa, dan siswa merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan darinya. Oleh karena itu, diharapkan mereka mengambil peranan untuk ikut andil dalam memajukan pendidikan. Sesuai dengan bidang masing-masing di kemudian hari.

“Pendididikan merupakan tonggak dari pekembangan dan peradaban suatu bangsa, dan siswa merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan darinya. Siswa adalah salah satu bagian dari yang mengambil peranan penting untuk bisa andi darinya. Apapun yang mereka tempuh untuk bisa mengembangkan diri menambah pemahaman dalam keadaan lapang sehat maupun sempit dan sakit, harus tetap survive untuk lebih berprestasi di masa datang,” imbuhnya.

Lebih jauh disampaikan bahwa kondisi pandemi saat ini tidak menyurutkan pihaknya untuk terus meningkatkan pelayanan pendidikan sekolah kepada masyarakat. Termasuk dengan melaksanakan acara pelepasan siswa tersebut. Diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus menjadi generasi unggul yang dapat dibanggakan sekolah, orang tua, dan bangsa, serta agama.

Oleh karena itu, ditandaskan pada momen tersebut pihaknya berharap agar para lulusan menjungjung tinggi nama baik almamaternya dengan menjadikan dirinya sebagai pribadi yang cerdas, mandiri dan berakhlak mulia sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

“Seperti diketahui bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Oleh karena itu pada acara ini saya berpesan agar kalian menjadi anak yang dapat dibanggakan semua. Tampil sebagai pribadi yang cerdas, terampil, kreatif, mandiri, dan berkarakter,” tandasnya.***

Berita: Adhyatnika Geusan Ulun

Sumber Berita dan Foto: Dra. Efni Iriani, M.Pd (Kepala SMPN 3 Parongpong)

SMPN 1 CIPONGKOR SOSIALISASIKAN PPDB DAN PTM

Cipongkor-(Newsroom). SMPN 1 Cipongkor menyelenggarakan Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kegiatan yang diikuti oleh para kepala sekolah dasar, kepala madrasah ibtidaIyah, dan guru kelas 6 SD tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi seputar kebijakan pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat menghadapi tahun pelajaran 2021/2022, Kamis (17/6/21).

Kepala SMPN 1 Cipongkor Barat, Agus Solihin, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan di atas digelar untuk memberikan informasi seputar regulasi dan pelaksanaan PPDB dan PTM. Menurutnya, hal ini sangat penting agar penyelenggaraanya pada tahun pelajaran baru berlangsung kondusif sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kegiatan sosialisasi penerimaan peserta didik baru dan pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2021/22 harus disampaikan. Hal ini sangat penting agar pelaksanaannya berlangsung kondusif sesuai harapan kita semua,” sambutnya.

Diinformasikan juga berkaitan PPDB, tahapannya yang sudah dilakukan pihaknya selama ini adalah setelah membentuk dan menetapkan panitia PPDB, kemudian menyelenggarakan sosialisasi dan diseminasi. Waktu pendaftarannya sendiri adalah 28 Juni-2 Juli 2021 untuk jalur afirmasi, prestasi dan perpindahan orang tua. Sedangkan untuk jalur zonasi pada 5-9 JUli 2021. Sementara untuk pengumuman pada 10 Juli 2021, dan daftar ulang 14-16 Juli 2021.

Selanjutnya, sesuai peraturan perundangan yang berlaku mengolah data bakal calon siswa baru menggunakan aplikasi yang tersedia. Setelah itu menetapkan calon siswa yang diterima sesuai kuota dan ketentuan melalui mekanisme rapat dewan pendidik dan komite sekolah dan  ditetapkan dengan keputusan kepala sekolah yang dituangkan dalam berita acara.

Tahapan selanjutnya adalah melaksanakan pengumuman calon siswa yang dinyatakan diterima, kemudian menyelenggarakan daftar ulang. Setelah itu menyelenggarakan pengenalan lingkungan sekolah sesuai denga regulasi yang ditetapkan pemerintah, dan terakhir adalah menyampaikan laporan kepada Kepala Dinas pendidikan Kab. Bandung Barat.

Seperti diketahui, dasar hukum PPDB diatur oleh Permendikbud No. 1 Tahun 2021, Surat Edaran (SE) Mendikbud No 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Merdeka Belajar dalam Penentuan Kelulusan Peserta Didik dan Pelaksanaan PPDB, SE Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, SE Mendikbud No 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan UN Tahun 2021, SE Mendikbud No 3 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan PPDB Tahun pelajaran 2021/2022.

Lebih jauh disampaikan bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada tahun pelajaran 2021/2022 yang sedianya pada 19 Juli 2021, menunggu kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah daerah Kab. Bandung Barat. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan bersikap bijak dalam menerima segala keputusan yang ditetapkan pemerintah. Hal ini untuk mendukung upaya penyebaran covid-19.

Sementara itu, Mahbub Huda, pengelola MI Pasirmuncang, menyambut baik diselenggarakan kegiatan tersebut. Hal ini, selain menjadi wadah silaturahmi sekolah dengan institusi binaan yang selama ini menyekolahkan di SMPN 1 Cipongkor, juga sebagai apresiasi sekolah yang telah menerima siswanya untuk melanjutkan pendidikan.   Sehingga diharapkan program di atas dapat diteruskan.

Senada dengan di atas, Wiwin Supriatin, Kepala SDN Cijenuk, menambahkan bahwa program di atas harus didukung penuh oleh semua pihak. Sehingga sekolah dapat menjadi kebanggan semua.

“SMPN 1 Cipongkor yang saya pernah menjadi alumninya harus didukung penuh keberadaanya. Sehingga ke depan menjadi kebanggaan warga sekitar. Kalau bukan warga sendiri lalu siapa lagi yang kan meningkatkan kualitasnya?” imbuhnya.

Begitupun dengan Dedeh Rosiatu Sy, Kepala SDN Giriwangi I, mengungkapkan SMPN 1 Cipongkor harus  memiliki nilai jual. Hal ini sangat penting dalam menghadapi persaiangan dengan sekolah lain yang lebih dahulu memiliki nilai tambah.

“SMPN 1 Cipongkor harus memiliki program unggulan yang dapat menjadi nilai jual. Hal ini sangat penting sekali mengingat banyak sekolah bermunculan sudah menawarkan nilai jual kepada calon siswa barunya,” ungkapnya.

Agus Solihin menandaskan pihaknya mengapresiasi masukan di atas. Oleh karena itu pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah program unggulan, seperti pencanangan sekolah Adiwiyata, gerakan literasi sekolah, dan berencana menjadikannya sebagai sekolah yang religius sesuai dengan kearifan lokal yang ada.

“Kami mengapresiasi sejumlah masukan dari para kepala SD dan MI yang hadir di sosialisasi PPDB dan PTM. Hal ini sangat berharga mengingat dalam waktu dekat, kami akan menyusun visi, misi, dan tujuan sekolah. Oleh karena itu masukan tersebut akan dimasukan dalam program-program yang tengah kami canangkan, seperti sekolah Adiwiyata, gerakan literasi sekolah, dan penguatan pendidikan karakter. Termasuk di dalamnya akan mengadakan kerja sama dengan pesantren-pesantren yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Semoga hal ini menjadi langkah awal menuju SMPN 1 Cipongkor yang lebih baik,” tandasnya.***

Berita: Adhyatnika Geusan Ulun

Sumber Berita: Agus Solihin, .Pd., M.Pd (Kepala SMPN 1 Cipongkor)

Foto Eksklusif: Sintia Isma (Tendik SMPN 1 Cipongkor)  

 

SMPN 1 CIPONGKOR RANCANG PROGRAM UNGGULAN

Cipongkor-(Newsroom). SMPN 1 Cipongkor menyelenggarakan rapat dinas. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan tersebut dimaksudkan untuk merancang program sekolah yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2021/2022, Selasa (15/6/21).

Kepala SMPN 1 Cipongkor Barat, Agus Solihin, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan di atas digelar untuk merancang program sekolah. Menurutnya, sejumlah kegiatan unggulan akan dilaksanakan di tahun pelajaran 2021/2022.

“Terdapat sejumlah program unggulan yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2021/2022. Namun, semuanya akan dapat terealisasi jika ada dukungan dari semua pihak. Termasuk warga sekolah,” sambutnya.

Disampaikannya program unggulan yang akan dilaksanakan, yakni revitalisasi tim pengembang sekolah, tim penjaminan mutu pendidikan, tim kurikulum, tim gerakan literasi sekolah, dan penguatan pendidikan karakter, serta Tim Adiwiyata. Program tersebut diharapkan menjadi school branding di tahun pelajaran baru.

Lebih jauh disampaikan bahwa pihaknya akan mencanangkan program sekolah Adiwiyata. Menurutnya, enam kegiatan yang harus dimiliki sekolah, yakni drainase, penanaman pohon, pengelolaan sampah, konservasi air, pengelolaan energi, dan hutan sekolah.

“Sekolah pada tahun ini akan mencanangkan program sekolah Adiwiyata. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di bidang lingkungan  hidup. Sehingga hal ini menjadi salah satu branding sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu, Sudiantoro, PKS Sarana Prasarana, mengungkapkan bahwa semua program di atas dapat terlaksana jika ada kebersamaan semua pihak. Termasuk kesungguhan sekolah dalam mewujudkannya.

Senada dengan di atas, Aa Mulyana, PKS Kesiswaan, mengharapkan bahwa program unggulan yang dicanangkan di atas semoga dapat direalisasikan. Sehingga menjadi nilai tambah dan menjadi sesuatu yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.

Ditandaskan Agus Solihin bahwa semua program yang dicanangkan akan dapat direalisasikan jika didukung warga sekolah. Oleh karena itu, diperlukan  kerja sama  semua pihak untuk mewujudkannya.

“Semua program-program yang dicanangkan akan dapat direalisasikan jika didukung warga sekolah. Oleh karena itu, diperlukan  kerja sama  semua pihak untuk mewujudkannya. Sehingga SMPN 1 Cipongkor dapat tampil sebagai sekolah yang dapat dibanggakan,” pungkasnya.***

Berita dan Foto: Adhyatnika Geusan Ulun

GURU GARIS DEPAN BANDUNG BARAT TERUS BERKARYA

Bandung Barat-(Newsroom).  Sebanyak 23 orang guru garis depan (GGD) Kab. Bandung Barat menyelenggarakan diskusi virtual. Kegiatan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi sesama GGD tersebut, dipandu oleh Endang Wahyu Widiasari, guru SMPN 4 Cikalongwetan dan dihadiri oleh Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat, Sabtu (5/6/21).

Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat, Dadang A. Sapardan, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan di atas. Menurutnya, potensi dari GGD sangat diperlukan untuk kemajuan pendidikan. Pihaknya mengharapkan hal ini dapat memotivasi guru lain.

“Saya mengapresiasi diskusi ini. Semoga kinerja, loyalitas, karya dan dedikasi para guru garis depan selama ini dapat memotivasi guru lainnya. Semuanya untuk kemajuan pendidikan di Bandung Barat,” sambutnya

Sementara itu, Endang Wahyu Widiasari mengungkapkan kendati pandemi masih belum berakhir. Tetapi semangat GGD untuk berkarya tidak pernah padam. Semuanya untuk turut meningkatkan kualitas pendidikan di Bandung Barat.

“Sebagai ungkapan pribadi izinkan saya menyampaikan pantun. Virus korona dari negeri cina. Menyebar sampai ke Indonesia. Walau korona terus mendera. Tak kan  hentikan langkah kami untuk berkarya,” ungkapnya.

Di lain pihak, Asep Saepudin, Ketua Forum GGD KBB, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi setelah sekian lama tidak bertemu. Menurutnya, banyak hal yang digali dari pertemuan tersebut. Termasuk saling berbagi pengalaman selama bertugas.

“Banyak hal yang diperoleh dari diskusi ini. Kami saling sharing pengalaman selama bertugas. Walaupun berasal dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa, tapi kami bertekad untuk terus mengabdi sesuai dengan komitmen untuk turut memajukan pendidikan di tempat tugas,” imbuhnya.

Ditambahkannya bahwa GGD yang ditugaskan di daerah terluar, terdepan dan tertinggal, sebelumnya bertugas Nusa Tenggara Timur, Aceh, Sumatera, Papua, Sulawesi, Kalimantan.

Lebih jauh disampaikan bahwa pihaknya berterima kasih atas dukungan yang diberikan Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat. Menurutnya, dukungan yang selama ini didapatkan melahirkan sejumlah karya GGD, seperti pembuatan video pembelajaran, kelas inspiratif, buku cerita anak-anak, dan produk kopi Gununghalu.

“Alhamdulillah, kami merasa bersyukur dengan dikirimkannya GDD pada tahun 2018. Sampai hari ini mereka bertugas di daerah daerah yang boleh dibilang berada diwilayah pelosok KBB, namun yang membuat kagum walau mereka ditugaskan di daerah terpencil tetap bisa terus berkarya,” tandasnya.***

Sumber Berita dan Foto: Endang Wahyu Widiasari (Guru SMPN 4 Cikalongwetan)

Editor: Adhyatnika Geusan Ulun

SMPN 3 PADALARANG DULANG EMAS DI PENTAS PAI KBB

Padalarang (Newsroom). Momen tak terlupakan bagi keluarga besar SMPN 3 Padalarang, khususnya siswa peserta Pentas PAI tingkat kabupaten Bandung Barat. Bagaimana tidak? Dalam kegiatan ini, peserta utusan SMP Negeri 3 Padalarang berhasil unjuk kemampuan dalam dalam lomba bergengsi yang digelar setiap tahun oleh MGMP PAI Kabupaten Bandung Barat. Acara ini diselenggarakan di SMP 1 Darul Falah Cihampelas (5/6/2021).

Kepala SMPN 3 Padalarang, Iwan Ridwan Setiadi mengungkapkan rasa bahagianya dengan mengucapkan syukur berulang kali. Empat siswa peserta dari sekolahnya  berhasil mengungguli nilai pada tahap akhir lomba. Mereka menyumbang tiga medali emas dan satu medali perak. Peserta yang berhasil mempersembahkan medali emas diberi kesempatan melenggang bebas maju untuk berlomba di tingkat provinsi.

“Dari tujuh mata lomba yang diselenggarakan oleh panitia, dalam hal ini Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) ini, empat piala dimenangkan oleh SMP Negeri 3 Padalarang. Cabang lomba yang berhasil ditaklukkan yaitu Juara 1 Lomba Ceramah Dafa Firdaus Kelas 8E ,Juara 1 Lomba Kaligrafi Putra diraih oleh Muh.Fauzi Akbar Kelas 8A, Juara 1 Lomba Kaligrafi Putri yaitu Kesya Serra Al Badi dari kelas 7 F, dan Juara 2 Musabaqah Hifdzil Qur’an Isti Diani Rahayu dari Kelas 8C (MHQ). Tambahan piala lainnya diantaranya Piala Tetap dan Piala Bergilir. Total piala yang diboyong Tim SMP Negeri 3 Padalarang ada enam buah piala. Yang tidak kalah menggembirakan tentunya, para juara ini, akan mewakili Tim Kabupaten Bandung Barat ke event yang lebih tinggi, yaitu Pentas PAI tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada tanggal 22-23 Juni 2021 di Kota Depok

Lebih lanjut Iwan menjelaskan bahwa para peserta lomba dari SMP Negeri 3 Padalarang yang mewakili Subrayon 02 membuktikan, jika pandemi tidak menjadi penghalang bagi MGMP PAI untuk tetap eksis dan tetap memberikan yang terbaik, memberi pengalaman berharga bagi generasi penerima estafet kepemimpinan di masa depan. Beliau mengatakan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari para pembimbing lomba.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada semua pihak, khususnya para pembimbing Lomba Pentas PAI diantaranya Bapa Iyan S. sebagai penanggung jawab tim, dibantu oleh Ibu Siti R., dan Ibu Yayu. Peserta dari SMP Negeri 3 Padalarang yang dikirim pada pentas PAI ini merupakan hasil seleksi yang dilaksanakan secara intern di SMP Negeri 3 Padalarang pada 11 maret 2021 lalu, saat lomba dalam rangka memperingati Isra Miraj. Saya sangat mengapresiasi prestasi yang diraih perwakilan SMP Negeri 3 Padalarang ini. Juga bersyukur SMP Negeri 3 Padalarang dapat menjaga konsistensi prestasi siswa di berbagai kejuaraan/lomba, melalui pembinaan, dan mendorong partisipasi siswa di berbagai event. Alhamdulillah…berhasil berkat kerjasama dan kekompakan warga sekolah,”pungkasnya mengakhiri wawancara dengan Newsroom.

Sumber berita: Iwan Ridwan Setiadi, S.Pd., M.Pd. (Kepala Sekolah SMPN 3 Padalarang) dan Bu Ina (Wakasek Kesiswaan SMPN 3 Padalarang).

Editor: Dian Diana, M.Pd.